“Bagaimana jika aku kaya?” adalah sebuah ironi spiritual yang paling sering berulang dalam sejarah peradaban manusia—ketidakmampuan jiwa dalam mengukur kapasitasnya sendiri di…
Dalam lanskap pemikiran Islam kontemporer di Indonesia, tradisi ngaji kitab kuning yang dihidupkan kembali oleh KH. Ulil Abshar Abdalla (Gus Ulil) memberikan…
Dunia sepak bola malam itu tidak hanya menyaksikan bergulirnya si kulit bundar di atas rumput hijau, tetapi juga menyaksikan sebuah drama geopolitik…
Menggugat Fetisisme Dunia: Pembacaan atas Dialektika Sufistik Gus Ulil Abshar Abdalla dalam Ngaji Ihya’ Ulumuddin
Ada sebuah kepalsuan mendasar yang saban hari dirayakan oleh peradaban modern: anggapan bahwa keteraturan materi, pencapaian karier, dan kemewahan fisik adalah muara…
Menggugat Alibi Stunting dalam Makan Bergizi Gratis: Sebuah Kritik Kebijakan yang Irasional
Kebijakan publik yang ideal lahir dari rahim objektivitas teknokratik, bukan dari syahwat politik yang dipaksakan. Ketika sebuah program nasional bernilai ratusan triliun…
Diskursus mengenai pemikiran Islam modern di Indonesia sering kali terjebak dalam dikotomi rigid antara tradisi teks klasik (turats) dan modernitas Barat. Namun,…
“Terlalu banyak orang yang ketakutan jika saya diangkat menjadi Jaksa Agung, sehingga logis jika orang ramai-ramai memotongi saya agar tidak menjadi Jaksa…
Mengatasi Egosentrisme dan Merayakan Kemanusiaan: Refleksi Altruisme dalam Khazanah Ihya’ Ulumuddin Bersama Gus Ulil
Dunia modern hari ini kerap kali didakwa sebagai panggung megah bagi tumbuh suburnya individualisme ekstrem. Manusia kontemporer dipaksa (atau mengondisikan diri) untuk…
Perbincangan mengenai hukum di Indonesia sering kali terjebak dalam labirin formalitas yang usang, mengabaikan esensi paling mendasar dari filsafat hukum itu sendiri….


