Di dalam labirin sejarah kemanusiaan, salah satu ilusi paling tegar yang terus bertahan melewati berbagai zaman adalah anggapan bahwa martabat seseorang secara…
“Bagaimana jika aku kaya?” adalah sebuah ironi spiritual yang paling sering berulang dalam sejarah peradaban manusia—ketidakmampuan jiwa dalam mengukur kapasitasnya sendiri di…
Menggugat Fetisisme Dunia: Pembacaan atas Dialektika Sufistik Gus Ulil Abshar Abdalla dalam Ngaji Ihya’ Ulumuddin
Ada sebuah kepalsuan mendasar yang saban hari dirayakan oleh peradaban modern: anggapan bahwa keteraturan materi, pencapaian karier, dan kemewahan fisik adalah muara…
Mengatasi Egosentrisme dan Merayakan Kemanusiaan: Refleksi Altruisme dalam Khazanah Ihya’ Ulumuddin Bersama Gus Ulil
Dunia modern hari ini kerap kali didakwa sebagai panggung megah bagi tumbuh suburnya individualisme ekstrem. Manusia kontemporer dipaksa (atau mengondisikan diri) untuk…
Kajian epistemologi Islam tradisional sering kali menempatkan laku spiritual bukan sekadar sebagai ritus formal yang mekanistik, melainkan sebagai proses dialektis yang konstan…
Di tengah artikulasi modernitas yang kian mengagungkan materialisme, akumulasi kapital, dan libido dominandi (hasrat untuk berkuasa), manusia sering kali terjebak dalam disorientasi…
Kita tahu Imam Haris Al-Muhasibi adalah salah satu dari sekian tokoh sufi yang cukup terkenal. Banyak yang belum mengetahui bahwa julukan “Al-Muhasibi”…
Suatu ketika, Imam Haris Al-Muhasibi berkata kepada ulama pencinta dunia, “Telah diceritakan bahwa beberapa ulama berkata: ‘Aku tidak akan senang memiliki unta-unta…
Kita tahu bahwa konsep menjauhi harta menurut Al-Ghazali bukan berarti hidup dalam keadaan miskin atau “kere”, melainkan menjadi zuhud. Zuhud adalah suatu…
Melalui karya monumentalnya, Ihya’ Ulumuddin, sangat mustahil bagi umat Islam untuk tidak mengenal Al-Ghazali. Beliau bukan tipikal ilmuwan yang eksklusif dan fanatik….


