Kita tahu peradaban modern sering kali membanggakan dirinya sebagai era puncak pengetahuan (knowledge-based society). Akses terhadap data, direktori perpustakaan digital, hingga algoritma…
Sudah mafhum bahwa dalam diskursus keagamaan kontemporer, sering kali terjadi ketegangan antara narasi wahyu dan temuan sains. Salah satu perdebatan yang paling…
Setiap kali momentum politik elektoral tiba, ruang publik kita kerap kali disesaki oleh sentimen identitas yang menguras energi bangsa. Salah satu pemicu…
Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern yang kian sekat-menyekat, kita sering kali terjebak dalam ruang pemikiran yang sempit. Kita fasih meneriakkan yel-yel persaudaraan…
Dalam lanskap sosial-keagamaan di Indonesia, moderasi beragama bukan lagi sekadar komoditas wacana atau jargon politik yang riuh di ruang-ruang seminar. Ia telah…
Mengapa keberagamaan kita terasa kaku? Mengapa sering kali kita menyaksikan sebagian umat Islam tampil dengan wajah yang begitu kaku (jumud), tekstualis, dan…
“Bagaimana jika aku kaya?” adalah sebuah ironi spiritual yang paling sering berulang dalam sejarah peradaban manusia—ketidakmampuan jiwa dalam mengukur kapasitasnya sendiri di…
Dalam lanskap pemikiran Islam kontemporer di Indonesia, tradisi ngaji kitab kuning yang dihidupkan kembali oleh KH. Ulil Abshar Abdalla (Gus Ulil) memberikan…
Menggugat Fetisisme Dunia: Pembacaan atas Dialektika Sufistik Gus Ulil Abshar Abdalla dalam Ngaji Ihya’ Ulumuddin
Ada sebuah kepalsuan mendasar yang saban hari dirayakan oleh peradaban modern: anggapan bahwa keteraturan materi, pencapaian karier, dan kemewahan fisik adalah muara…
PENDAHULUAN Mendapatkan pekerjaan yang layak merupakan salah satu sarana utama manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup guna menjaga jiwa (hifzh an-nafs) dan menjaga…


