Setiap kali momentum politik elektoral tiba, ruang publik kita kerap kali disesaki oleh sentimen identitas yang menguras energi bangsa. Salah satu pemicu…
Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern yang kian sekat-menyekat, kita sering kali terjebak dalam ruang pemikiran yang sempit. Kita fasih meneriakkan yel-yel persaudaraan…
Dalam lanskap sosial-keagamaan di Indonesia, moderasi beragama bukan lagi sekadar komoditas wacana atau jargon politik yang riuh di ruang-ruang seminar. Ia telah…
Mengapa keberagamaan kita terasa kaku? Mengapa sering kali kita menyaksikan sebagian umat Islam tampil dengan wajah yang begitu kaku (jumud), tekstualis, dan…
“Bagaimana jika aku kaya?” adalah sebuah ironi spiritual yang paling sering berulang dalam sejarah peradaban manusia—ketidakmampuan jiwa dalam mengukur kapasitasnya sendiri di…
Dalam lanskap pemikiran Islam kontemporer di Indonesia, tradisi ngaji kitab kuning yang dihidupkan kembali oleh KH. Ulil Abshar Abdalla (Gus Ulil) memberikan…
Dunia sepak bola malam itu tidak hanya menyaksikan bergulirnya si kulit bundar di atas rumput hijau, tetapi juga menyaksikan sebuah drama geopolitik…
Menggugat Fetisisme Dunia: Pembacaan atas Dialektika Sufistik Gus Ulil Abshar Abdalla dalam Ngaji Ihya’ Ulumuddin
Ada sebuah kepalsuan mendasar yang saban hari dirayakan oleh peradaban modern: anggapan bahwa keteraturan materi, pencapaian karier, dan kemewahan fisik adalah muara…
Menggugat Alibi Stunting dalam Makan Bergizi Gratis: Sebuah Kritik Kebijakan yang Irasional
Kebijakan publik yang ideal lahir dari rahim objektivitas teknokratik, bukan dari syahwat politik yang dipaksakan. Ketika sebuah program nasional bernilai ratusan triliun…
Diskursus mengenai pemikiran Islam modern di Indonesia sering kali terjebak dalam dikotomi rigid antara tradisi teks klasik (turats) dan modernitas Barat. Namun,…


