Opini

Merawat Ruhul Ikhlas Pemuda Muhammadiyah: Pesan Ketua PDPM Sumedang

1 Mins read

​Sahabat Pemuda Muhammadiyah yang baik di Kabupaten Sumedang.

​Bagi saya, Pemuda Muhammadiyah yang telah berusia 94 tahun ini adalah kendaraan kita untuk mewujudkan visi Islam Berkemajuan. Visi tersebut, menurut saya, berurat dan berakar pada dua hal utama, yakni:

​1. Kemajuan Nalar

​Islam yang berkemajuan harus diraih melalui jalan merawat nalar ilmiah yang mencerahkan. Kita harus membebaskan diri dari kejumudan serta memerdekakan diri dari kekuasaan yang menzalimi yang menyebabkan fasad fil ardh (kerusakan di muka bumi). Kita wajib mendorong kekuasaan yang melayani, memberdayakan, membebaskan, dan memajukan, serta menempatkan ilmu pengetahuan sebagai jalan memajukan peradaban Islam bagi seluruh umat manusia.

​2. Meninggikan Akhlak

​Tidak ada Islam tanpa akhlak yang baik. Sebagaimana hadis Rasulullah SAW: “Agama adalah akhlak yang baik (Al-Husnu Al-Khuluq).” Maka, pada usia yang ke-94 tahun Pemuda Muhammadiyah kali ini, saya ingin mengingatkan kembali kepada seluruh kader dan simpatisan di seluruh Indonesia: Pemuda Muhammadiyah adalah tempat bagi kita untuk terus melatih dan meninggikan akhlak.

​”Tidak ada kemaslahatan yang lebih utama dalam ber-Pemuda Muhammadiyah selain melangitkan akhlak dan membumikan dakwah.”

​Setiap tarikan napas, gerak, dan program Pemuda Muhammadiyah harus mampu memberikan manfaat bagi perbaikan akhlak kita semua sebagai motor penggeraknya. Bila Pemuda Muhammadiyah tidak digunakan sebagai kendaraan untuk memperbaiki diri, maka silakan pindah ke organisasi lain yang sekiranya dapat memuaskan keinginan Saudara. Sebab, rumah dakwah Pemuda Muhammadiyah haruslah digunakan untuk meninggikan martabat akhlak setiap anggotanya.

​Sahabat Pemuda Muhammadiyah yang baik, melalui watak nalar yang maju dan akhlak yang mulia itulah visi Islam Berkemajuan dapat kita raih. Maka sahabatku sekalian, mari terus rawat Ruhul Ikhlas dan Ruhul Jihad kita.

Baca...  Gerakan Pembaruan Islam Imam Hasan Al Banna di Mesir

​Teladanilah tokoh-tokoh kita:

  • Jenderal Besar Sudirman, mantan Ketua Cabang Pemuda Muhammadiyah Cilacap.
  • KH Azhar Basyir, mantan Ketua PP Pemuda Muhammadiyah.
  • Ir. H. Djuanda, dan tokoh-tokoh lainnya yang tinggi akhlaknya serta membumi dakwahnya.

​Pemuda Muhammadiyah dan Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) berperan sebagai pelopor, pelangsung, dan penyempurna cita-cita serta amal usaha Muhammadiyah. Kita bertugas menutupi kekurangan, memperbarui program, dan memastikan dakwah amar ma’ruf nahi mungkar berjalan dinamis guna mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

BANGGA JADI KADER!

Fastabiqul Khairat.

20 posts

About author
Dodi Partawijaya aktif sebagai seorang jurnalis. Selain aktif di dunia jurnalis, Dodi juga aktif di ormas kepemudaan Islam dan juga berbagai organisasi lainnya. Jaringannya yang luas, membuatnya mampu berkontribusi untuk memberika ide dan gagasan.
Articles
Related posts
Opini

Hubungan Agama dan Negara: Solusi Redam Radikalisasi

6 Mins read
Hubungan agama dan negara merupakan salah satu isu penting dalam kehidupan berbangsa. Dengan kata lain, hemat penulis, agama dan negara sebaiknya memiliki…
Opini

Fenomena Labeling Ustaz dan Kebodohan Moral di Era Digital

5 Mins read
Akhir-akhir ini, di Kepulauan Kangean, banyak terjadi “pelabelan” ustaz. Entahlah, apakah mereka benar-benar ustaz sungguhan atau tidak. Yang jelas, kapasitas rumpun keilmuannya,…
Opini

Akal dan Iman: Menyikapi Perbedaan Teologis dengan Dewasa

5 Mins read
​Beberapa hari menjelang peringatan Kenaikan Yesus Kristus, saya melihat kembali perdebatan lama di media sosial. Ada yang menulis bahwa Yesus naik ke…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×
Opini

Muhammadiyah Bukan Diistimewakan, tetapi Tertib Administrasi