Kita tahu bahwa penyebab utama manusia memiliki sifat pelit adalah cinta yang berlebihan terhadap harta dunia. Harta sering kali menjadi sumber penyakit,…
Sudah maklum bahwa dalam hal kebutuhan hidup duniawi, manusia cenderung mementingkan diri sendiri. Banyak yang tidak menyadari bahwa pada hakikatnya manusia adalah…
Gus Ulil Ngaji Ihya’ Ulumuddin: Memprioritaskan Kepentingan Orang Lain di Atas Kepentingan Sendiri
Dalam kehidupan, kepelitan dan kedermawanan (kepedulian sosial) memiliki tingkatan yang berbeda. Tidak ada kedermawanan yang lebih tinggi daripada memberikan apa yang kita…
Imam Al-Ghazali berpendapat bahwa mencapai kebahagiaan bukanlah hal yang mudah. Hal tersebut hanya dapat dicapai jika seseorang mampu memahami empat tingkat pengetahuan….
Diskusi mengenai tema “mencela dunia” sebenarnya tidak lagi menjadi topik yang populer di zaman sekarang. Pasalnya, kitab Ihya’ Ulumuddin mengajarkan untuk mencela…
Jika Imam Abul Hasan Al-Asy’ari—panutan teologi kaum Sunni—dianggap sebagai sumber kemunduran sains di dunia Islam karena ajarannya yang menentang teori kausalitas (nadzariyyah…
Sebagai manusia biasa, kita menyadari bahwa hidup memerlukan sarana duniawi atau kekayaan untuk memenuhi kebutuhan. Tulisan ini tidak bermaksud menyarankan kita untuk…
Sudah mafhum bahwa hasad (dengki) atau iri hati adalah sikap mental yang menimbulkan rasa sakit hati apabila melihat orang lain mendapatkan kesenangan…
Menentukan sikap kita terhadap dunia adalah salah satu ajaran tasawuf yang paling penting. Meskipun dunia tidak dapat diabaikan atau dihindari sepenuhnya, sebagai…
Gus Ulil Ngaji Ihya’ Ulumuddin: riwayat kedermawanan dari sahabat dan tabi’in. Suatu waktu Sayyidina Muawiyah (pendiri dinasti Umayyah) bertanya kepada Imam Al-Hasan…


