Pendahuluan
Al-Qur’an merupakan pedoman hidup umat Islam yang mengandung petunjuk bagi seluruh aspek kehidupan. Untuk memahami kandungan ayat-ayatnya secara utuh, para ulama mengembangkan berbagai corak penafsiran sesuai dengan pendekatan keilmuan masing-masing. Tafsir Tasawuf merupakan salah satu corak penafsiran yang memiliki kekhasan tersendiri, yaitu penafsiran yang tidak hanya mengungkap makna lahir (ẓāhir) ayat, tetapi juga berusaha menggali makna batin (bāṭin) yang berkaitan dengan penyucian jiwa, pembinaan akhlak, dan perjalanan spiritual menuju kedekatan dengan Allah Swt. Corak tafsir ini menjadi bagian penting dalam khazanah keilmuan Islam karena menawarkan sudut pandang spiritual dalam memahami Al-Qur’an.
Salah satu buku yang mengangkat tema tersebut adalah Tafsir Tasawuf: Menyelami Makna Batin Al-Qur’an karya Dr. H. Hasani Ahmad Said, S.Th.I., M.A., CDAI., yang diterbitkan oleh Rajawali Pers. Buku ini disusun sebagai salah satu referensi bagi pembaca yang ingin mengenal tafsir tasawuf serta perkembangannya dalam tradisi penafsiran Al-Qur’an.
Dr. H. Hasani Ahmad Said merupakan seorang akademisi dan pakar di bidang Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Beliau lahir di Cilegon, Banten, pada 21 Februari 1982. Pendidikan formalnya ditempuh di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta hingga meraih gelar doktor dengan predikat terbaik dalam bidang Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Saat ini beliau menjabat sebagai dosen tetap pada Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta serta mengajar pada program sarjana dan pascasarjana. Selain aktif sebagai pengajar, beliau juga merupakan peneliti, penulis, editor jurnal ilmiah, dan pembicara dalam berbagai forum akademik, baik di tingkat nasional maupun internasional. Kiprahnya dalam organisasi keilmuan, lembaga Al-Qur’an, serta kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) semakin menunjukkan kompetensinya dalam bidang tafsir, khususnya tafsir tasawuf.
Melalui buku ini, pengarang berusaha memperkenalkan tafsir tasawuf sebagai salah satu corak penafsiran Al-Qur’an yang memiliki sejarah, metodologi, dan karakteristik tersendiri. Oleh karena itu, buku ini menarik untuk dikaji karena memberikan gambaran mengenai perkembangan tafsir tasawuf beserta kontribusinya dalam khazanah keilmuan Islam. Berdasarkan hal tersebut, resensi ini bertujuan mengulas isi buku, sistematika penyajian, serta kelebihan dan kekurangannya sehingga pembaca dapat memperoleh gambaran mengenai nilai dan kontribusi buku ini dalam studi tafsir Al-Qur’an.
Sinopsis
Buku Tafsir Tasawuf: Menyelami Makna Batin Al-Qur’an karya Dr. H. Hasani Ahmad Said membahas tafsir tasawuf sebagai salah satu corak penafsiran Al-Qur’an yang berupaya mengungkap makna batin ayat tanpa mengabaikan makna lahirnya. Pada bagian awal, penulis menjelaskan konsep dasar tafsir tasawuf, mulai dari pengertian, pendekatan, metode, corak penafsiran, hingga sejarah perkembangan dan klasifikasi tafsir sufistik. Selain itu, dibahas pula konsep muhkam dan mutasyabih serta kaitannya dengan metode penafsiran para sufi.
Selanjutnya, buku ini mengulas tokoh-tokoh penting dalam tradisi tafsir tasawuf, seperti Sahl al-Tustarī, al-Sulamī, al-Qusyairī, Ibnu ‘Arabī, Syekh Abdul Qadir al-Jilani, al-Bursawī, hingga Ibnu Ajibah. Setiap pembahasan memuat biografi singkat mufasir, latar belakang penulisan karya, metode penafsiran, karakteristik, serta contoh penafsiran dari kitab tafsir masing-masing.
Secara keseluruhan, buku ini memberikan gambaran yang sistematis mengenai perkembangan tafsir tasawuf, baik dari sisi konsep maupun tokoh-tokohnya. Penyajiannya membantu pembaca memahami bahwa tafsir tasawuf merupakan salah satu khazanah penting dalam studi Al-Qur’an yang memiliki metode dan karakteristik tersendiri.
Kelebihan
Keistimewaan buku ini terletak pada kemampuannya menjelaskan tafsir tasawuf secara ilmiah sekaligus mendalam. Penulis berhasil menghubungkan aspek akademik dan spiritual melalui pembahasan yang runtut, bahasa yang jelas, serta analisis terhadap berbagai tokoh tafsir sufi. Dengan demikian, pembaca tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang tafsir tasawuf, tetapi juga diajak memahami pentingnya dimensi batin dalam menghayati Al-Qur’an.
Kekurangan
Meskipun buku ini menyajikan pembahasan teori dan sejarah tafsir tasawuf secara komprehensif, pembaca mungkin akan merasa kurang memperoleh contoh penerapan penafsiran terhadap ayat-ayat Al-Qur’an secara lebih konkret. Penggunaan bahasa dan istilah akademis yang cukup dominan juga menjadikan buku ini lebih mudah dipahami oleh kalangan akademisi atau pembaca yang telah memiliki dasar ilmu tafsir, dibandingkan pembaca umum.
Selain itu, pembahasan sejarah sufisme lebih banyak berfokus pada tokoh-tokoh klasik Timur Tengah sehingga perkembangan tradisi tasawuf di Nusantara belum dibahas secara memadai. Penjelasan mengenai batasan metodologis dalam membedakan tafsir isyari yang dapat diterima dengan penafsiran yang menyimpang juga masih dapat diperjelas. Di samping itu, pembahasan mengenai beberapa tokoh tasawuf falsafi, seperti Ibnu Arabi, masih tergolong ringkas sehingga pembaca yang ingin mendalami pemikirannya perlu merujuk pada sumber lain.
Kesimpulan
Buku Tafsir Tasawuf: Menyelami Makna Batin Al-Qur’an karya Dr. H. Hasani Ahmad Said merupakan referensi yang sistematis dan komprehensif dalam memperkenalkan tafsir tasawuf sebagai salah satu corak penafsiran Al-Qur’an. Buku ini berhasil menjelaskan konsep, sejarah perkembangan, metodologi, serta tokoh-tokoh penting dalam tradisi tafsir sufistik dengan bahasa yang ilmiah dan penyajian yang runtut.
Meskipun masih memiliki beberapa kekurangan, seperti minimnya contoh penerapan praktis dan penggunaan istilah akademis yang cukup kompleks, buku ini tetap layak dijadikan rujukan bagi mahasiswa, akademisi, maupun pembaca yang ingin memperdalam kajian tafsir dan dimensi spiritual Al-Qur’an. Secara keseluruhan, buku ini memberikan kontribusi yang bernilai dalam memperkaya khazanah studi tafsir di Indonesia.

