BeritaMuhammadiyah

Lazismu Luncurkan Buku Fikih Gen Z di Muhammadiyah Zakat Summit 2026

3 Mins read

​SEMARANG – Para mahasiswa menyimak penjelasan Ayi Yunus Rusyana dalam acara peluncuran dan bedah buku Fikih Gen Z. Selama dua jam, Ayi Yunus mengisahkan latar belakang penulisan karya ini kepada para mahasiswa di Masjid At-Taqwa Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Kamis, 5 November 2026.

​Ia mengungkapkan, terbitnya buku ini berangkat dari fenomena persoalan yang dihadapi generasi muda, terutama ketika menyikapi masalah ibadah dan pergaulan sosial dalam keseharian Gen Z. Menurutnya, generasi ini selalu cepat dalam merespons berbagai hal.

​“Topik yang ditemukan banyak, lalu disaring ke dalam beberapa isu. Yang banyak dan ramai dibicarakan seperti soal mendengarkan musik halal atau haram, jilbab dan cadar, lukisan dan video yang berisi makhluk bernyawa, serta persoalan kepekaan sosial, khususnya berbagi terhadap sesama,” paparnya.

​Menurutnya, Gen Z ini anti ribet. Gayanya simpel dan keren (josjis). Pertanyaannya, kata Ayi Yunus, apakah pengetahuan tentang fikih Islam itu berat bagi generasi zoomers? Mereka tumbuh dan bergaul dalam algoritma media sosial dengan gaya bahasa yang nyentrik serta akrab dengan media daring.

​Oleh karena itu, dalam kesempatan bedah buku tersebut, ia menekankan pentingnya pemahaman tentang fikih Islam kepada Gen Z. Jika dulu generasi sebelumnya mempelajari fikih dengan mengkaji buku-buku tebal dan menghafal, sekarang cara itu tidak mungkin diterapkan pada Gen Z.

​“Perlu pendekatan dengan storytelling yang ringan disertai contoh-contoh nyata yang juga mereka rasakan dalam kesehariannya,” ujar Sekretaris Dewan Pengawas Lazismu Pusat ini. Dalam bedah buku ini, Ayi Yunus mengulas dengan apik soal bersuci (thaharah) dan filantropi Islam.

​Dipandu oleh host Eddy Aqdhiwijaya dari redaksi Gerakan Islam Cinta, diskusi buku berjalan meriah. Ketika merespons persoalan filantropi, kata dia, sering kali kita mendengar istilah gaul Gen Z seperti “orang kaya” diganti dengan “orang have”. Hal ini menarik, karena selama ini istilah yang dikenal awam adalah muzaki, dermawan, dan filantropis.

Baca...  STIT Nusantara Resmi Jadi IAIN Bekasi, Cetak 83 Sarjana di Era AI

​Bahkan, dalam suatu kegiatan filantropi yang dilakukan Gen Z, sering kali diselingi dengan doorprize, giveaway, dan lain-lain. Apakah ini juga bagian dari filantropi Islam? Ayi Yunus mengatakan, hebatnya jika ada sesuatu yang menggerakkan sisi kemanusiaan, Gen Z cepat bergerak menghimpun dana.

​Ayi Yunus menilai, dalam kreativitas filantropi Islam, hal itu menjadi sesuatu yang baik untuk menarik perhatian, bahkan ketika mereka mengundang influencer atau tokoh. Namun, lebih jauh lagi, ia berharap Gen Z juga harus bisa mencari mitra kolaborasi seperti lembaga filantropi yang terpercaya untuk menggalang dana.

​“Gen Z harus bisa membedakan infak yang sukarela, sedekah yang tidak hanya berupa uang, serta zakat yang memiliki ketentuan,” pungkasnya. Lalu, Ayi Yunus menyarankan untuk melihat siapa yang mengorganisir kegiatan tersebut, apakah sponsor, individu, atau entitas lain. Mereka yang mengeluarkan uang untuk zakat atau kegiatan sosial harus jelas, terang dosen yang mengajar di UIN Sunan Gunung Djati Bandung tersebut.

​Dalam sesi tanya jawab, Gavin dari SMA Muhammadiyah 1 Semarang bertanya mengenai Gen Z yang ketika berwudhu yang penting basah. Ratih, seorang mahasiswa keperawatan Unimus, tak ketinggalan bertanya bagaimana fikih menyikapi orang yang sibuk hingga meninggalkan salat.

​Dari pertanyaan tersebut, kata Ayi Yunus, di sinilah pentingnya buku Fikih Gen Z. Jika kita terlalu sibuk, hal itu mudah mengundang stres. Makanya ada salat lima waktu. Jeda dalam waktu salat ini berfungsi sebagai bentuk pengurangan beban agar jiwa menjadi tenang, serta berwudhu dengan tertib sesuai tata caranya.

​“Jika tidak ada jeda dalam hidup, kapan punya waktu untuk mengosongkan diri dari dunia sejenak? Kita harus bisa melepaskan beban itu dengan salat; secara medis, hati dan otak kita akan tenang. Tetapi bila meninggalkannya, tentu ada konsekuensi secara hukum Islam,” bebernya.

Baca...  IMM Cabang Bima Menyelenggarakan PID, Upaya Mencetak Instruktur Sebagai Pemimpin Daerah

​Pada kesempatan yang sama, Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais, menyampaikan nilai penting membaca buku bagi Gen Z. “Memperbanyak pengetahuan tentang fikih Islam merupakan salah satu cara untuk menumbuhkan kesadaran dan pemahaman melalui kebiasaan membaca,” katanya.

​Senada dengan hal itu, Wakil Rektor III Unimus, Eny Wanaryati, menyambut baik peluncuran dan bedah buku ini. “Judulnya sangat bagus. Ada banyak khazanah pengetahuan yang perlu ditimba oleh Gen Z,” ujarnya seraya mengajak hadirin untuk membacanya lebih lanjut.

​Peluncuran buku Fikih Gen Z merupakan bagian dari rangkaian agenda nasional Lazismu dalam Muhammadiyah Zakat Summit (MZS) 2026 yang berlangsung di Semarang, Jawa Tengah. Pembukaan MZS akan berlangsung pada Jumat, 6 November 2026, untuk terus menggelorakan gerakan zakat di Indonesia.

​[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

142 posts

About author
Media dan Publikasi Serikat Usaha Muhammadiyah.
Articles
Related posts
BeritaMuhammadiyah

MHH PP Muhammadiyah Terbitkan Pernyataan Keprihatinan Terkait Penggeledahan Ponpes Putri Hamalatul Qur'an Sukoharjo

2 Mins read
​YOGYAKARTA — Majelis Hukum dan Hak Asasi Manusia (MHH) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyampaikan keprihatinan mendalam terkait dugaan pelanggaran prosedur penegakan hukum…
BeritaMuhammadiyah

LBH AP Muhammadiyah se-Indonesia Desak Usut Tuntas Dugaan Tindakan Sewenang-wenang Aparat di Ponpes Hamalatul Qur'an Sukoharjo

2 Mins read
Lembaga Bantuan Hukum dan Advokasi Publik (LBH AP) Muhammadiyah se-Indonesia mengecam keras dugaan tindakan represif dan intimidatif yang dilakukan oleh aparat kepolisian…
BeritaMuhammadiyahSUMU

​Kopdar Perdana SUMU Kota Bekasi Perkuat Fondasi Wirausaha & Kurikulum Bisnis

2 Mins read
Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Kota Bekasi menggelar Kopi Darat (Kopdar) perdana setelah terbentuknya kepengurusan Koordinator Daerah (Korda), Sabtu (31/10/2026). Mengusung tema “Membangun…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *