Keislaman

Sebab-sebab Perbedaan Pendapat di Kalangan Ulama

2 Mins read

KULIAHALISLAM.COM – Dalam kehidupan sehari-hari sering kali kita dapati adanya perbedaan pendapat antara ulama dalam menetapkan hukum-hukum syara’. Perbedaan pendapat itu bukan saja terjadi antara ulama yang berbeda mazhab, tetapi juga kadang terjadi pada satu internal mazhab yang sama.

Kita sebagai orang awam mungkin merasa aneh dengan perbedaan ini, sebab pemahaman yang ada di masyarakat bahwa agama itu satu, syariat juga satu, kebenaran juga satu, dan sumber hukum juga satu, yaitu wahyu Ilahi. 


Jadi, bagaimana mungkin terdapat banyak pendapat dan mengapa pemahaman ulama itu tidak disatukan menjadi satu pendapat saja, dan pendapat itulah yang boleh dipraktikkan oleh umat Islam, dengan pertimbangan juga bahwa umat Islam adalah umat yang satu?


Ada orang yang menyangka bahwa perbedaan pendapat dari para ulama tersebut menyebabkan munculnya pemahaman bahwa aturan itu keluar dari sumber yang bertentangan. Sangkaan seperti itu adalah salah. 


Sesungguhnya perbedaan pendapat antara Ulama dalam Islam adalah rahmat dan memberi kemudahan kepada umat. Ia merupakan kekayaan perundangan Islam yang membanggakan. Perbedaan pendapat itu hanya terjadi dalam perkara cabang (furu) dan perkara-perkara ijtihadiyah, bukan dalam perkara dasar atau i’tiqad.


Perbedaan pendapat para ulama itu hanya terbatas kepada masalah-masalah tertentu saja yang diambil dari sumber-sumber Agama. Malah dapat dikatakan, ia hanya berlaku akibat ijtihad saja di mana Mujtahid cenderung kepada suatu pendapat dalam memahami sesuatu hukum yang diambil secara langsung dari dalil-dalil. 


Kedudukannya sama seperti perbedaan pendapat yang ada dalam penafsiran teks undang-undang, atau perbedaan pendapat yang berlaku di antara para pengulas undang-undang.


Perbedaan dalam Islam disebabkan oleh kedudukan bahasa Arab itu sendiri yang lafaznya kadang kala mengandung lebih dari satu makna. Ada juga disebabkan oleh periwayatan sebuah hadis dan cara sampainya hadis itu kepada mujtahid, baik dari segi kuat ataupun lemahnya. 

Baca...  Gus Ulil Ngaji Ihya’ Ulumuddin: Memprioritaskan Kepentingan Orang Lain di Atas Kepentingan Sendiri


Juga, disebabkan oleh sedikit atau banyaknya dalil syara’ yang digunakan oleh Mujtahid. Atau karena adanya pertimbangan menjaga maslahat, keperluan, dan adat yang senantiasa berkembang sewaktu menetapkan hukum.


Penyebab timbulnya perbedaan pendapat ialah karena adanya tingkat perbedaan pikiran dan akal manusia dalam memahami nash, cara menyimpulkan hukum dari dalil-dalil syara’, kemampuan mengetahui rahasia-rahasia di balik aturan syara’ dan juga dalam mengetahui illat (sebab) hukum syara’.


Semua itu tidak menafikan samanya sumber syara’ yang dijadikan dasar. Ia tidak menunjukkan adanya pertentangan dalam syara’ sendiri, karena syara’ tidak mempunyai pertentangan dalam dirinya. Perbedaan itu teriadi karena kelemahan manusia sendiri. 


Namun demikian, salah satu dari pendapat yang berbeda itu boleh diamalkan, supaya manusia tidak merasa kesulitan. Karena mereka tidak mempunyai jalan lain setelah wahyu terputus, kecuali mengikuti apa yang dianggap betul oleh Mujtahid, hasil dari pemahamannya atas dalil-dalil zhanni. Dan perkara zhanni memang mempunyai potensi bagi munculnya perbedaan pemahaman. 


Rasulullah saw bersabda, “Apabila seorang hakim berijtihad dan ijtihadnya itu betul, maka dia memperoleh dua pahala. Tetapi jik ijtihadnya salah, maka dia memperoleh satu pahala.”(Muttafaq ‘Alaih).

Oleh : Naufal Abdul Afif

Penulis adalah Bidang RPK PC IMM Kendal

16 posts

About author
Redaktur Kuliah Al Islam
Articles
Related posts
KeislamanPendidikan

Menanamkan Iman Anak di Era Digital: Strategi Orang Tua & Guru

7 Mins read
Ingatan masa kecil saya selalu kembali pada riuhnya suasana Subuh di rumah. Setiap kali azan berkumandang, Umi tidak pernah absen membangunkan saya…
KeislamanPendidikan

Relevansi Metode Pendidikan Keimanan Anak Al-Ghazali di Era Digital

4 Mins read
Pendahuluan ​Pendidikan akidah dan akhlak memegang peranan penting dalam membentuk karakter dasar seorang anak, khususnya pada masa transisi pertumbuhan di tingkat Sekolah…
KeislamanPendidikan

Peran Teman Sebaya dalam Menumbuhkan Keimanan Anak SD/MI

4 Mins read
Pendahuluan ​Penanaman keimanan dan akhlak mulia sejak usia Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) merupakan fondasi utama dalam membentengi anak dari ancaman degradasi moral…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *