MuhammadiyahSejarah

Sejarah ‘Aisyiyah Sukorejo Kendal: Jejak Dakwah Perempuan

6 Mins read

Oleh: Dyah Rohmiatun, Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 04 Sukorejo

Aisyiyah merupakan organisasi perempuan Muhammadiyah yang memiliki perhatian besar terhadap dakwah Islam, pendidikan, sosial, kesehatan, ekonomi, dan pemberdayaan perempuan.

​Perjalanan ‘Aisyiyah di Kecamatan Sukorejo merupakan bagian dari perjalanan panjang gerakan Muhammadiyah di Kabupaten Kendal. Kehadiran ‘Aisyiyah di Sukorejo tidak terlepas dari semangat para perempuan yang pada masa itu berusaha meningkatkan pemahaman agama, mengembangkan dakwah, mendidik anak-anak, dan memberikan manfaat kepada masyarakat.

​Perkembangan Muhammadiyah di Kabupaten Kendal telah berlangsung sejak masa sebelum tahun 1950. Berdasarkan catatan sejarah, Cabang Muhammadiyah Kendal telah berdiri pada tahun 1933. Setelah itu perkembangan Muhammadiyah meluas ke berbagai wilayah Kabupaten Kendal, antara lain Boja, Weleri, Kaliwungu, Gemuh, Cepiring, Sukorejo, dan Patean. Sejalan dengan perkembangan Muhammadiyah tersebut, gerakan perempuan ‘Aisyiyah juga mulai tumbuh di berbagai wilayah.

​Di Kecamatan Sukorejo, gerakan ‘Aisyiyah dirintis oleh Ibu Kromo. Nama Ibu Kromo tercatat dalam sejarah Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kabupaten Kendal sebagai tokoh yang merintis ‘Aisyiyah di Sukorejo.

​Pada masa awal, kegiatan ‘Aisyiyah masih sederhana dan banyak dilakukan melalui pengajian, pertemuan, dakwah, serta kegiatan sosial. Para perempuan yang terlibat menjalankan perjuangan dengan penuh keikhlasan. Mereka menyisihkan waktu, tenaga, pikiran, dan kemampuan yang dimiliki untuk menghidupkan kegiatan dakwah dan membangun organisasi.

​Pengajian menjadi salah satu kegiatan utama dalam perkembangan awal ‘Aisyiyah. Melalui pengajian, para perempuan mendapatkan pengetahuan agama sekaligus membangun persaudaraan dan kepedulian terhadap masyarakat. Dari kegiatan yang sederhana tersebut kemudian tumbuh semangat untuk mengembangkan organisasi dan memperluas dakwah.

​Para mubalighat juga saling membantu dalam menyampaikan pengajian dari satu tempat ke tempat lainnya sehingga gerakan ‘Aisyiyah semakin dikenal masyarakat.

​Perjuangan Ibu Kromo tidak hanya dilakukan di wilayah Sukorejo. Dalam perkembangan selanjutnya, nama beliau juga tercatat dalam kepengurusan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kabupaten Kendal. Hal ini menunjukkan bahwa Ibu Kromo memiliki peran dalam perkembangan ‘Aisyiyah tidak hanya di tingkat Sukorejo, tetapi juga di tingkat Kabupaten Kendal. Perjuangan beliau bersama perempuan-perempuan pada masa itu menjadi salah satu dasar berkembangnya gerakan ‘Aisyiyah di Sukorejo.

​Seiring berjalannya waktu, ‘Aisyiyah Sukorejo semakin berkembang. Gerakan yang pada awalnya banyak dilakukan melalui pengajian kemudian berkembang ke berbagai bidang, terutama pendidikan. Para tokoh ‘Aisyiyah menyadari bahwa dakwah tidak hanya dilakukan melalui pengajian, tetapi juga melalui pendidikan anak. Pendidikan dipandang sebagai sarana penting untuk membangun generasi yang beriman, berilmu, berakhlak, dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat.

​Salah satu amal usaha penting yang berkembang adalah Taman Kanak-Kanak ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (TK ABA).

Baca...  HUT ke-81 RI di Malaysia: Diikuti 1.000 WNI, PCIM-PCIA Gaungkan Cinta Tanah Air

​Keberadaan TK ABA menjadi bukti nyata perjuangan ‘Aisyiyah Sukorejo dalam bidang pendidikan anak usia dini. Data resmi pendidikan mencatat bahwa TK ABA I Sukorejo memiliki tanggal pendirian 1 Agustus 1964. Dengan demikian, TK ABA I menjadi salah satu bukti sejarah bahwa perjuangan pendidikan ‘Aisyiyah di Sukorejo telah dimulai sejak puluhan tahun yang lalu.

​Dalam perkembangan berikutnya, pendidikan ‘Aisyiyah semakin meluas dengan berdirinya TK ABA di berbagai wilayah Kecamatan Sukorejo. Saat ini tercatat keberadaan TK ABA I sampai dengan TK ABA X yang tersebar di beberapa desa. TK ABA II berada di wilayah Kebumen, TK ABA III di Trimulyo, TK ABA IV dan TK ABA VI di Mulyosari, TK ABA V dan TK ABA X di wilayah Tlangu/Sukorejo, TK ABA VII di Tamanrejo, TK ABA VIII di Damarjati, serta TK ABA IX di Bringinsari. Persebaran tersebut menunjukkan bahwa dakwah pendidikan ‘Aisyiyah telah menjangkau berbagai wilayah di Kecamatan Sukorejo.

​Selain Taman Kanak-Kanak ‘Aisyiyah Bustanul Athfal, ‘Aisyiyah Sukorejo juga mengembangkan pendidikan melalui Kelompok Bermain (KB) Bustanul Athfal. Data resmi satuan pendidikan mencatat keberadaan KB Bustanul Athfal di Jalan Banaran No. 7 RT 07 RW 01, Desa Sukorejo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal. Kehadiran KB Bustanul Athfal melengkapi layanan pendidikan anak usia dini yang dikembangkan ‘Aisyiyah.

​KB Bustanul Athfal memberikan kesempatan kepada anak-anak pada usia yang lebih dini untuk mendapatkan pendidikan dan pembinaan. Pendidikan tersebut tidak hanya bertujuan mengembangkan kemampuan anak, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keislaman, akhlak, kemandirian, kebiasaan baik, dan kemampuan bersosialisasi. Dengan demikian, pendidikan anak usia dini menjadi salah satu bentuk dakwah ‘Aisyiyah yang nyata di tengah masyarakat.

​Perkembangan amal usaha pendidikan ‘Aisyiyah di Sukorejo merupakan hasil perjuangan banyak generasi. Para pimpinan, guru, pengelola, orang tua, warga Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, serta masyarakat sekitar turut memberikan dukungan. Pada masa awal berdirinya lembaga pendidikan, berbagai keterbatasan sarana dan prasarana tidak menyurutkan semangat para penggeraknya. Mereka terus berusaha agar anak-anak di wilayah Sukorejo mendapatkan pendidikan yang baik.

​Selain bidang pendidikan, ‘Aisyiyah Sukorejo juga berkembang dalam bidang sosial. Kepedulian terhadap anak-anak yang membutuhkan perhatian dan pendampingan diwujudkan melalui Panti Asuhan Yatim Putri ‘Aisyiyah Sukorejo. Panti asuhan ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian sosial ‘Aisyiyah terhadap anak-anak yang membutuhkan pengasuhan dan perhatian.

​Melalui Panti Asuhan Yatim Putri ‘Aisyiyah Sukorejo, anak-anak mendapatkan pengasuhan, pendidikan, pembinaan keagamaan, dan pendampingan dalam kehidupan sehari-hari. Keberadaan panti tersebut menunjukkan bahwa dakwah ‘Aisyiyah tidak hanya dilakukan melalui pengajian, tetapi juga diwujudkan dalam pelayanan sosial secara langsung. Anak-anak yang diasuh diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berakhlak, mandiri, berpendidikan, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

Baca...  Mu'awiyah bin Abi Sufyan: Khalifah Pertama Dinasti Umayyah dan Pembentuk Peradaban Islam

​Perhatian terhadap pendidikan dan sosial tersebut menunjukkan bahwa gerakan ‘Aisyiyah Sukorejo berkembang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Pendidikan anak menjadi salah satu bentuk investasi jangka panjang, sedangkan panti asuhan menjadi bentuk kepedulian terhadap anak-anak yang membutuhkan perlindungan dan pendampingan. Keduanya menjadi bagian penting dari amal usaha yang dibangun dan dikembangkan oleh ‘Aisyiyah.

​Selain pendidikan dan sosial, ‘Aisyiyah Sukorejo juga mengikuti perkembangan gerakan pemberdayaan ekonomi. Pada periode 1990–1995, Badan Usaha Ekonomi Keluarga ‘Aisyiyah atau BUEKA dirintis di lima cabang ‘Aisyiyah Kabupaten Kendal, salah satunya adalah Sukorejo. Hal ini menunjukkan bahwa gerakan ‘Aisyiyah di Sukorejo tidak hanya berfokus pada kegiatan keagamaan, tetapi juga memberikan perhatian terhadap kemandirian dan kesejahteraan keluarga.

​Sukorejo juga memiliki catatan penting dalam perjalanan ‘Aisyiyah Kabupaten Kendal. Salah satu catatan sejarah yang penting adalah pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musyda) V ‘Aisyiyah Kabupaten Kendal pada tanggal 6–7 April 1996 di Sukorejo. Pelaksanaan Musyda tersebut menjadi salah satu bukti bahwa Sukorejo telah menjadi wilayah yang memiliki perkembangan organisasi cukup penting dalam perjalanan ‘Aisyiyah Kabupaten Kendal.

​Dalam perjalanan selanjutnya, kepemimpinan ‘Aisyiyah Sukorejo terus dilanjutkan oleh generasi berikutnya. Salah satu nama yang tercatat dalam dokumentasi organisasi adalah Ibu Siti Masyfiyah, yang pada tahun 2014 tercatat sebagai Ketua Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Sukorejo. Kepemimpinan dari generasi ke generasi tersebut menunjukkan adanya kesinambungan perjuangan dalam menjaga dan mengembangkan organisasi.

​Perkembangan ‘Aisyiyah Sukorejo terus berlanjut hingga masa sekarang. Kegiatan dakwah, pengajian, pendidikan, sosial, perkaderan, pemberdayaan perempuan, dan kegiatan kemasyarakatan terus dikembangkan. Ranting-ranting ‘Aisyiyah juga mengalami perkembangan. Dalam laporan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kendal tahun 2025 disebutkan adanya perkembangan ranting di Cabang Sukorejo, termasuk penambahan Ranting Pesaren dan Ranting Tamanrejo.

​Perjalanan ‘Aisyiyah Sukorejo menunjukkan adanya kesinambungan antara perjuangan generasi terdahulu dan generasi sekarang. Dari kegiatan pengajian yang sederhana, kemudian berkembang menjadi organisasi yang memiliki berbagai amal usaha. TK ABA I sampai TK ABA X, KB Bustanul Athfal, dan Panti Asuhan Yatim Putri ‘Aisyiyah Sukorejo menjadi bagian dari hasil perjuangan panjang tersebut.

​Keberadaan TK ABA I sampai TK ABA X menunjukkan luasnya perhatian ‘Aisyiyah terhadap pendidikan anak usia dini di Kecamatan Sukorejo. Sementara itu, keberadaan KB Bustanul Athfal menunjukkan adanya upaya memberikan layanan pendidikan sejak usia yang lebih dini. Panti Asuhan Yatim Putri ‘Aisyiyah menjadi bukti kepedulian sosial terhadap anak-anak yang membutuhkan pengasuhan dan pendampingan. Seluruh amal usaha tersebut menjadi sarana dakwah yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Baca...  Sejarah, Mitos dan Pesan Moral tentang Makam Santri Desa Kenanti Tambakboyo

​Jika melihat perjalanan sejarahnya, berdirinya ‘Aisyiyah di Kecamatan Sukorejo bukanlah sebuah peristiwa yang terjadi secara tiba-tiba. Gerakan ini tumbuh melalui proses panjang yang dimulai dari semangat dakwah para perempuan. Ibu Kromo menjadi nama penting yang tercatat sebagai perintis ‘Aisyiyah di Sukorejo. Setelah itu, perjuangan dilanjutkan oleh generasi berikutnya hingga berkembang menjadi organisasi dengan berbagai amal usaha.

​Para pendahulu ‘Aisyiyah mungkin tidak memiliki fasilitas seperti yang tersedia sekarang. Mereka memulai perjuangan dengan sarana yang sederhana, tetapi memiliki semangat dan keikhlasan yang besar. Mereka mengadakan pengajian, mendidik anak-anak, membantu masyarakat, dan membangun organisasi sedikit demi sedikit. Dari perjuangan itulah kemudian lahir berbagai amal usaha yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sampai sekarang.

​TK ABA I yang telah berdiri sejak 1 Agustus 1964 menjadi salah satu bukti penting bahwa perhatian ‘Aisyiyah Sukorejo terhadap pendidikan anak telah dimulai sejak puluhan tahun yang lalu. Perkembangan berikutnya melahirkan TK ABA II, III, IV, V, VI, VII, VIII, IX, dan X yang tersebar di berbagai wilayah Kecamatan Sukorejo. Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa semangat pendidikan yang ditanamkan oleh para pendahulu terus dilanjutkan dan dikembangkan oleh generasi berikutnya.

​Demikian pula dengan KB Bustanul Athfal dan Panti Asuhan Yatim Putri ‘Aisyiyah Sukorejo. Kedua amal usaha tersebut menjadi bagian dari perkembangan dakwah ‘Aisyiyah dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Pendidikan dan pelayanan sosial menjadi bentuk nyata bahwa ‘Aisyiyah berusaha menghadirkan Islam yang membawa kemajuan dan memberikan manfaat bagi kehidupan.

​Oleh karena itu, sejarah ‘Aisyiyah Sukorejo perlu terus dijaga dan didokumentasikan. Nama para pendahulu, sejarah berdirinya setiap amal usaha, serta perjuangan para pengelola, guru, dan kader perlu dicatat agar generasi yang akan datang mengetahui bahwa apa yang mereka nikmati saat ini merupakan hasil perjuangan panjang orang-orang yang datang sebelum mereka.

​Akhirnya, perjalanan ‘Aisyiyah di Kecamatan Sukorejo adalah perjalanan tentang dakwah, pendidikan, kepedulian sosial, keikhlasan, dan perjuangan perempuan. Dari perjuangan Ibu Kromo sebagai salah satu perintis, ‘Aisyiyah Sukorejo terus tumbuh dan berkembang hingga memiliki berbagai amal usaha, antara lain TK ABA I sampai TK ABA X, KB Bustanul Athfal, dan Panti Asuhan Yatim Putri ‘Aisyiyah Sukorejo.

​Semoga perjuangan para pendahulu menjadi inspirasi bagi generasi ‘Aisyiyah sekarang untuk terus bergerak, beramal, dan memberikan manfaat bagi umat, masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan.

​“Mereka telah membuka jalan, kita melanjutkan perjuangan. Mereka menanam, kita merawat dan mengembangkannya.”

11 posts

About author
Mahasiswa Universitas Islam An Nur Lampung
Articles
Related posts
BeritaMuhammadiyah

HUT ke-81 RI di Malaysia: Diikuti 1.000 WNI, PCIM-PCIA Gaungkan Cinta Tanah Air

2 Mins read
​Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) dan Pimpinan Cabang Istimewa ‘Aisyiyah (PCIA) Malaysia menggelar Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik…
EsaiKeislamanSejarah

Mengarungi Samudra Kosmologi Klasik: Menyingkap Narasi Makhluk Pra-Adam dalam Kitab Akhbar az-Zaman Karya Al-Mas’udi

8 Mins read
Keingintahuan manusia terhadap apa yang terjadi sebelum keberadaannya di Bumi merupakan dorongan eksistensial yang telah ada sepanjang sejarah peradaban. Sejak masa purba…
KeislamanOpiniSejarah

Hakikat Kepemimpinan Khalifah Umar bin Abdul Aziz Dalam Kitab Irsyad al-Ibad ila Sabilir Rasyad

5 Mins read
Dalam lanskap sejarah politik dan peradaban manusia, kekuasaan sering kali diperlakukan sebagai puncak keberhasilan personal sekaligus instrumen pamer kekuatan. Para penguasa di…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *