Setiap kita pasti akan tertimpa musibah. Musibah akan datang silih berganti karena sejatinya ia adalah ujian dari Allah. Kita selayaknya mengetahui apa yang perlu kita lakukan ketika tertimpa musibah. Namun yang jelas, mengeluh dan menggerutu bukanlah langkah yang tepat. Oleh karena itu, berikut ini kami akan membahas dua cara dalam menyikapi musibah.
1. Rida
Rida adalah cara yang tepat di dalam menyikapi musibah yang menimpa. Artinya, kita harus ikhlas menerima (legowo) karena musibah yang menimpa sejatinya adalah takdir dan ketetapan Allah. Dengan kata lain, sebagai hamba, kita mesti rida dan tidak menggerutu terhadap takdir dan ketetapan-Nya. Ingatlah bahwa segala sesuatu terjadi atas izin dari-Nya.
Allah berfirman:
“Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa beriman kepada Allah, niscaya Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya.” (QS At-Tagabun: 11). (Lihat juga QS Al-Hadid: 22–23).
Namun, yang perlu dicatat adalah bahwa takdir Allah adalah yang terbaik. Artinya, takdir atau ketetapan Allah yang menimpa kita itu adalah yang terbaik untuk kita. Dialah Allah Yang Mahatahu, dan Allah tidak pernah menzalimi siapa pun. Dengan kata lain, musibah yang menimpa kita bukanlah kedzaliman dari Allah, melainkan pasti akan ada hikmah di balik itu. Dalam hal ini, Rasulullah bersabda:
“Aku begitu takjub pada seorang mukmin. Sesungguhnya Allah tidaklah menakdirkan sesuatu untuk seorang mukmin melainkan pasti itulah yang terbaik untuknya.” (HR Ahmad, 3:117).
2. Sabar
Selain rida, cara berikutnya di dalam menyikapi musibah (ujian) adalah sabar. Sabar dalam hal ini adalah menahan diri agar jangan sampai menampakkan kegelisahan pada lisan, hati, atau anggota badan. Dengan kata lain, sabar ketika ditimpa musibah artinya adalah tidak meratap, tidak mengeluh, dan tidak terlarut di dalam kesedihan.
Sabar ketika tertimpa musibah mungkin berat, akan tetapi ada kemuliaan dan pahala yang begitu besar bagi orang-orang yang mampu bersabar. Oleh sebab itu, setiap insan perlu berusaha untuk bersabar. Sabar adalah sinar, ciri orang beriman, dan wasilah masuk surga. Orang yang sabar akan mendapatkan pahala yang tidak terbatas, serta dicintai dan dibersamai oleh Allah. Kemuliaan dan pahala sabar dijelaskan oleh Allah dan Rasul-Nya sebagai berikut:
Allah berfirman:
“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahala mereka tanpa batas.” (QS Az-Zumar: 10).
“… Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar.” (QS Ali ‘Imran: 146).
“Wahai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS Al-Baqarah: 153).
Rasulullah bersabda:
“Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Seluruh urusannya itu baik. Ini tidaklah didapati kecuali pada seorang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, maka ia bersyukur, itu baik baginya. Jika mendapatkan kesusahan, maka ia bersabar, itu pun baik baginya.” (HR Muslim, no. 2999).
“Kesabaran adalah sinar.” (HR Muslim, no. 223).
Kita perlu bersabar (tidak mengeluh) ketika ditimpa musibah (misalnya seperti kehilangan harta dan anggota keluarga) dikarenakan sejatinya kita tidak memiliki apa-apa. Apa yang kita “punya” saat ini bukanlah milik kita, tetapi sepenuhnya milik Allah. Anak, suami, istri, ibu, ayah, anggota keluarga kita yang lain, dan harta kita adalah milik Allah. Bahkan, diri kita sendiri adalah milik Allah dan suatu saat nanti akan diambil kembali oleh Allah. Inilah yang dinamakan istirja’, yaitu pengakuan bahwa “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un” (sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali). Allah berfirman:
“(Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata, ‘Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un’ (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali).” (QS Al-Baqarah: 156).
Kesimpulan
Walhasil, setidaknya ada dua cara di dalam menyikapi musibah. Pertama, rida, yaitu ikhlas menerima karena musibah yang menimpa kita adalah ketetapan Allah, sedangkan ketetapan-Nya adalah yang terbaik untuk kita. Kedua, sabar, yaitu menahan diri dari menampakkan kesedihan yang berlarut-larut. Terlebih lagi, pentingnya bersabar adalah karena terdapat kemuliaan dan pahala yang besar yang Allah sediakan bagi orang-orang yang sabar.

