Opini

Stop Praktik Kotor! SPMB Harus Jujur dan Transparan

1 Mins read

Pendidikan adalah hak setiap anak, dan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) seharusnya menjadi pintu gerbang yang adil bagi semua calon siswa. Namun, sebagai seorang yang peduli terhadap masa depan generasi muda, saya Muhammad Ibrahim Hasan merasa prihatin ketika melihat masih adanya ketidakjelasan bahkan kecurangan dalam pelaksanaan SPMB di beberapa daerah. Sekolah tidak boleh bermain-main dengan proses ini! Setiap anak berhak mendapat kesempatan yang sama, dan setiap orang tua berhak mengetahui dengan jelas bagaimana putra-putri mereka dinilai.

Apakah Empat Jalur SPMB: Sudahkah Berjalan Sesuai Aturan?

SPMB sejatinya dirancang untuk memastikan penerimaan siswa baru berjalan objektif melalui empat jalur:

1. Domisili – Jalur ini seharusnya memprioritaskan siswa yang tinggal di sekitar sekolah, namun masih banyak kasus pemalsuan alamat atau “jual beli” KK untuk memanipulasi sistem. Apakah verifikasi oleh sekolah sudah cukup ketat?

2. Afirmasi – Diperuntukkan bagi siswa kurang mampu atau penyandang disabilitas. Namun, saya sering mendengar keluhan bahwa kuota ini justru dimanfaatkan oleh keluarga yang sebenarnya mampu. Bagaimana mekanisme validasi data agar bantuan tepat sasaran?

3. Mutasi – Jalur ini penting bagi siswa yang orang tuanya pindah tugas. Tapi, apakah dokumen yang diajukan benar-benar diverifikasi? Jangan sampai ada yang memanfaatkan celah ini untuk “nyolong” kursi.

4. Prestasi – Jalur ini harusnya murni berdasarkan meritokrasi, tapi sayangnya masih ada dugaan “main belakang” seperti nepotisme atau ketidakjelasan penilaian prestasi non-akademik.

Menuntut Transparansi dan Tegaknya Aturan!

Sebagai bagian dari masyarakat, saya Muhammad Ibrahim Hasan menyuarakan beberapa tuntutan:

  1. Sekolah harus terbuka dalam mengumumkan kuota, kriteria seleksi, dan daftar siswa yang diterima.
  2. Dinas Pendidikan harus turun tangan memantau proses verifikasi, terutama untuk jalur afirmasi dan domisili.
  3. Sanksi tegas bagi oknum yang curang, baik itu orang tua, siswa, maupun pihak sekolah.
  4. Saluran pengaduan yang jelas agar masyarakat bisa melaporkan pelanggaran tanpa takut dibungkam.
Baca...  Stop Anggap Sepele! 5 Ujian Terberat yang Biasa Menerpa Keluarga.

Pendidikan yang Adil Dimulai dari Sini

Jika kita membiarkan kecurangan dalam SPMB, sama saja kita merusak masa depan pendidikan Indonesia sejak dini. Saya percaya bahwa dengan transparansi dan pengawasan yang ketat, SPMB bisa menjadi contoh tata kelola pendidikan yang baik.

Stop main belakang! Setiap anak Indonesia berhak dapat kesempatan yang sama. Mari bersama-sama mengawal SPMB demi masa depan yang lebih adil.

1 posts

About author
Tim Redaktur Patriotpencerah.ID, kader IMM
Articles
Related posts
OpiniPendidikan

Mengapa Guru yang Menjaga Pendidikan, Hidup dalam Sistem Ketidakadilan?

4 Mins read
Sebelum kita berdebat panjang lebar mengenai gaji para pejabat, mari sejenak kita fokuskan perhatian pada nasib guru honorer. Belakangan ini, muncul sebuah…
Opini

Penerapan Hukum di Timor-Leste: Kritik atas Kinerja PNTL dan Dampak Sosial

3 Mins read
Pendahuluan: Dasar Hukum ​Timor-Leste memiliki landasan hukum yang kuat, yakni Konstitusi Republik Demokratik Timor-Leste (RDTL). Sebagaimana tertuang dalam Pasal 170, konstitusi merupakan…
KeislamanOpini

Trilogi Pendidikan Spiritual yang Tak Sekadar Kalender

3 Mins read
Hari ini, mari kita bahas tentang Rajab, Sya’ban, dan Ramadhan. Ini bukan sekadar tentang pergantian tanggal atau kewajiban puasa semata, melainkan sebuah…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×
Berita

SMK Kesehatan Sunan Kalijaga Hadirkan Stan Pemeriksaan Gratis Selama Dua Hari di Haflatul Imtihan YTI Walisongo

Verified by MonsterInsights