Dunia pendidikan, khususnya Institut Islam Mamba’ul Ulum (IIM) Surakarta, tengah berduka. Kepergian Bapak Mukhlis Fathurrohman, M.S.I., bukan sekadar kehilangan seorang Wakil Rektor III, melainkan kehilangan sosok guru, mentor, dan panutan yang selama ini mengayomi dengan kelembutan.
Empat bulan yang lalu, saya memiliki kesempatan berharga untuk menimba ilmu dari beliau. Dalam ingatan saya, beliau adalah sosok dosen yang karismatik, dengan aura wajah yang teduh dan selalu dihiasi senyuman. Beliau adalah potret pendidik yang utuh; bukan hanya menuntut mahasiswa untuk cemerlang di ruang kelas, tetapi juga aktif mendorong kami untuk berkembang di luar kampus.
Mentor yang Mengutamakan Nalar Kritis
Bagi Bapak Mukhlis, pendidikan bukanlah proses yang terkungkung oleh tembok ruang kelas. Beliau selalu menekankan pentingnya berorganisasi sebagai wadah bagi mahasiswa untuk mengasah nalar kritis dan menciptakan ruang diskusi yang kompeten.
Beliau dikenal sebagai pendidik yang sangat penyabar. Selama berinteraksi dengan mahasiswa, hampir tidak pernah sekalipun beliau menampilkan wajah amarah. Pendekatannya yang hangat membuat mahasiswa merasa nyaman untuk berdialog, bahkan beliau kerap membuka ruang dan peluang bagi calon mahasiswa untuk bergabung di IIM Surakarta. Keberadaannya di berbagai acara kemahasiswaan IIM Surakarta selalu menjadi penyemangat bagi kami untuk terus berkontribusi.
Warisan Intelektual
Dedikasi Bapak Mukhlis dalam dunia akademik tidak perlu diragukan. Salah satu bukti konkret kontribusinya adalah buku berjudul Metodologi Studi Islam. Buku tersebut menjadi pegangan penting bagi kami, mahasiswa IIM Surakarta, khususnya bagi mahasiswa semester satu. Melalui karya tersebut, pemikiran-pemikiran beliau akan terus hidup, menjadi jembatan ilmu bagi generasi-generasi setelah kami.
Selamat Jalan, Sang Pengayom
Kini, sosok yang selalu menggaungkan semangat kemajuan kampus tercinta ini telah berpulang ke Rahmatullah. Beliau mengembuskan napas terakhir pada hari Minggu, 19 April 2026, tepat pukul 23.40 WIB. Pemakaman beliau dilaksanakan keesokan harinya, Senin, 20 April 2026, pada pukul 11.00 WIB.
Kepergian beliau meninggalkan duka yang mendalam, tidak hanya bagi para mahasiswa, tetapi juga bagi rekan sejawat, staf, dan seluruh keluarga besar IIM Surakarta. Beliau adalah sosok yang mampu merangkul siapa saja—mulai dari kalangan organisasi mahasiswa, karyawan, hingga sesama dosen.
Selamat jalan, Bapak Mukhlis Fathurrohman. Dedikasi, nasihat, dan karya yang Bapak tinggalkan akan selalu terpatri di hati dan ingatan kami. Semoga ilmu yang Bapak ajarkan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya.
Penulis: Ahmad Zuhdy Alkhariri
Tulisan ini disusun sebagai bentuk penghormatan terakhir atas dedikasi almarhum Bapak Mukhlis Fathurrohman, M.S.I., semasa hidupnya sebagai pendidik dan akademisi di IIM Surakarta.

