Berita

Lesbumi PCNU Kraksaan Bentengi Anak Usia Dini dari Budaya Modern

2 Mins read

KRAKSAAN – Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kraksaan resmi menancapkan tonggak awal pergerakannya. Langkah strategis ini ditandai dengan digelarnya Lokakarya Manajemen Organisasi Seni Budaya yang berlangsung di Aula PCNU Kraksaan, Sabtu (16/5/2026) siang.

​Lokakarya ini menjadi momentum penting bagi Lesbumi PCNU Kraksaan untuk mengonsolidasikan arah gerakan kebudayaan di wilayahnya. Untuk membekali para pengurus dan pegiat seni, acara ini menghadirkan dua pemateri kompeten dari jajaran Tanfidziyah PCNU Kraksaan, yaitu Dr. Abu Hasan Agus R., M.Pd.I. (Wakil Ketua Tanfidziyah) dan Gus Hadi Abu Hasan (Wakil Sekretaris Tanfidziyah).

Tantangan Literasi dan Budaya Lokal

​Suasana lokakarya semakin hidup saat memasuki sesi diskusi interaktif. Perwakilan dari Komunitas Lentera Institute, Saiq Khayran, melontarkan pertanyaan krusial mengenai strategi menumbuhkan rasa cinta generasi muda terhadap sejarah dan budaya lokal.

​Sebagai informasi, Komunitas Lentera selama ini bergerak aktif di bidang literasi, seni, dan budaya pada lembaga pendidikan, khususnya di tingkat pendidikan dasar. Komunitas ini konsisten menjalankan program Pojok Literasi dan Bimbingan Belajar dengan memanfaatkan media melukis sebagai sarana edukasi.

​”Apa yang harus kita lakukan selain membuka Pojok Literasi dan Bimbingan Belajar, agar bisa menumbuhkan rasa cinta peserta didik kepada sejarah dan budaya-budaya lokal?” tanya Saiq dalam forum tersebut.

Maksimalisasi Media Digital dan Warisan Walisongo

​Merespons pertanyaan tersebut, Dr. Abu Hasan Agus R. menekankan pentingnya adaptasi teknologi dalam mensyiarkan kebudayaan Islam Nusantara. Menurutnya, pegiat budaya saat ini harus berani bersaing di ruang digital yang kini didominasi oleh konten yang kurang edukatif.

​”Berkaitan dengan itu, pertama kita harus menyampaikan kebudayaan lokal kita dengan memanfaatkan media digital. Saat ini banyak kreator konten yang hanya menonjolkan kekayaan atau kehidupan pribadinya, dan kita sering kali kalah di ranah itu. Minimal, beranda media sosial kita harus dipenuhi syiar tentang bagaimana kebudayaan Islam,” ujar Dr. Abu Hasan.

Baca...  SUMU Tulungagung Gelar Kopdar #3: UMKM Didorong Naik Kelas Lewat FGD SWOT & BMC

​Beliau juga mengingatkan bahwa tanpa disadari, banyak warisan luhur nenek moyang yang justru lebih diapresiasi oleh bangsa lain. Salah satu contoh konkretnya adalah instrumen musik tradisional gamelan.

​”Contohnya gamelan itu viral di Eropa. Banyak turis asing atau bule yang sengaja belajar gamelan, padahal gamelan itu milik kita yang diwariskan oleh Walisongo sebagai media dakwah,” lanjutnya.

​Mengakhiri penjelasannya, Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kraksaan ini berpesan agar generasi penerus tidak kehilangan identitasnya di tengah gempuran modernisasi. Pengenalan budaya Islam sejak dini menjadi benteng utama agar nilai-nilai luhur tersebut tidak tergerus zaman.

​”Penting bagi anak-anak atau para siswa untuk mengenal bagaimana kebudayaan Islam. Sebab, saat ini banyak kebudayaan kita yang mulai ditinggalkan dan tergantikan oleh budaya modern. Jangan sampai kebudayaan Islam ini hilang ditelan waktu,” pungkasnya.

Pewarta: Salman Akif Faylasuf

335 posts

About author
Penulis Lepas dan Pemerhati Isu Sosial Politik.
Articles
Related posts
BeritaSUMU

Anggota SUMU Helmy Chandra Hadirkan Solusi Lengkap Bisnis Laundry

2 Mins read
​Bisnis laundry menjadi salah satu peluang usaha yang terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan pencucian yang praktis dan efisien. Namun,…
Berita

Uniknya Malam Tirakatan HUT RI di RT 03 RW 12: Panggung Pos Ronda hingga Nuansa Daerah

1 Mins read
Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia hadir dengan nuansa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Acara ini sukses menarik perhatian warga…
BeritaSUMU

SUMU Gelar Open Trip Bisnis ke Yiwu Gandeng 52 Pengusaha

2 Mins read
​YIWU, TIONGKOK (14/8/2026) — Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) resmi menggelar Open Trip Bisnis Indonesia–Tiongkok dengan tujuan utama Kota Yiwu, Provinsi Zhejiang, Tiongkok….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×
Opini

Islam sebagai Jalan Pembebasan Kaum Tertindas & Keadilan Sosial