KULIAHALISLAM.COM – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) sukses menyelenggarakan Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Menengah (LKMM-TM). Acara berlangsung pada hari Jumat-Ahad (19-21/6/2026)
Mengusung tema Transformasi Kepemimpinan Mahasiswa yang Visioner dan Berintegritas sebagai Fondasi Generasi Emas di Tengah Disrupsi Digital dan Dinamika Global.
Kegiatan diawali dengan Opening Ceremony yang dihadiri oleh Bupati Lamongan, Dr. H. Yuhronur Efendi, MBA., M.Ek., serta jajaran Rektorat, Lembaga Kemahasiswaan, civitas akademika, dan ORMAWA Universitas Muhammadiyah Lamongan.
Dalam sambutannya, Bupati Lamongan mengapresiasi penyelenggaraan LKMM-TM sebagai upaya mencetak mahasiswa yang berintegritas, inovatif, dan mampu menjadi agen perubahan melalui semangat kolaborasi.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta memperoleh berbagai materi strategis dari para narasumber. Materi Organisasi Modern disampaikan oleh Dirham Aksara, S.T., B.Eng., M.Sc., yang membahas transformasi tata kelola organisasi di era digital. Johny Indrianto Firmansyah, SSTP., M.Si. menyampaikan materi Wawasan Kebangsaan untuk memperkuat nilai nasionalisme dan persatuan.
Selanjutnya, Dr. H. Alifin, S.KM., M.Kes. memaparkan Kebijakan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, sementara AKBP Arif Fazlurrahman, S.H., S.I.K., M.Si. memberikan materi Wawasan Global mengenai tantangan keamanan, teknologi, dan dinamika dunia.
Tidak hanya berisi penyampaian materi, LKMM-TM 2026 juga menghadirkan diskusi kelompok, studi kasus, presentasi, dan forum refleksi yang mendorong peserta mengimplementasikan ilmu kepemimpinan dalam praktik organisasi. Rangkaian kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kemampuan komunikasi, pengambilan keputusan, kerja sama tim, serta kepemimpinan yang adaptif.
Melalui penyelenggaraan LKMM-TM 2026, Presiden BEM UMLA A. Farid Susanto bersama Ketua Pelaksana Abdul Muiz berharap kegiatan ini mampu melahirkan pemimpin mahasiswa yang visioner, berintegritas, adaptif terhadap perkembangan teknologi,
“Mahasiswa harus siap memberikan kontribusi nyata bagi organisasi, universitas, masyarakat, serta bangsa. Semangat transformasi kepemimpinan yang diusung diharapkan menjadi bekal dalam mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045 yang unggul dan berkarakter,”ujarnya.
Materi terakhir, Berpikir Kritis, Kreatif, dan Inovatif dalam Berorganisasi, disampaikan oleh Yogi Syahputra Alaydrus, S.H., yang mengajak peserta mengembangkan kemampuan analisis, pemecahan masalah, dan inovasi dalam organisasi.
Diharapkan dengan kegiatan ini menjadi wadah pengembangan kapasitas kepemimpinan mahasiswa agar mampu menghadapi tantangan era digital dan dinamika global.
Pawarta Vanya Meyla Nur Sofah Editor Lim

