BeritaMuhammadiyah

​EMT Muhammadiyah Standar WHO Buka RS Lapangan di Flores

1 Mins read

​MANGGARAI TIMUR — Tim Medis Darurat (Emergency Medical Team/EMT) Muhammadiyah yang terverifikasi oleh WHO telah dikerahkan ke Dampek, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk memperkuat layanan kesehatan esensial pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026.

​Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah dalam Program Indonesia Siaga, khususnya respons bencana yang didukung penuh Lazismu, telah mendirikan tenda Rumah Sakit (RS) Lapangan di Dampek, Lamba Leda Utara, Manggarai Timur, NTT, pada Rabu (26/8/2026). Pendirian rumah sakit lapangan ini bertujuan untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat yang terdampak gempa.

​Ketua EMT Muhammadiyah, dr. Corona Rintawan, pada Kamis (27/8/2026), mengatakan penugasan ini merupakan langkah nyata komitmen Muhammadiyah dalam mempertahankan kualitas dan standar pasca-verifikasi oleh WHO, sekaligus mencerminkan prinsip WHO EMT.

​“Tim medis darurat sudah seharusnya hadir untuk memperkuat, bukan menggantikan sistem kesehatan lokal, sembari tetap menjaga peningkatan kualitas perawatan, koordinasi, dan kemandirian operasional dalam layanan kesehatan,” tandasnya.

​Untuk EMT Muhammadiyah, sambung dr. Corona, misinya sangat jelas. “Kami tidak datang ke Dampek untuk menggantikan Puskesmas yang ada. Justru kami di sini hadir untuk membantu memastikan Puskesmas bisa terus berfungsi secara optimal pascagempa.”

​Ia menambahkan, misi ini menunjukkan bagaimana EMT nasional yang telah terverifikasi mampu menerjemahkan standar global menjadi dukungan yang terintegrasi secara lokal, serta membantu menjaga kelangsungan layanan kesehatan penting selama kondisi darurat.

​Keberadaan EMT tersebut menjadi sangat signifikan. Berdasarkan visualisasi data BNPB per hari ini (28/8/2026), tercatat 118 fasilitas layanan kesehatan di Nusa Tenggara Timur terdampak bencana, sementara jumlah korban sakit maupun luka-luka mencapai 1.674 jiwa.

​Tim Medis Darurat Muhammadiyah direncanakan menjalani masa tanggap darurat minimal selama 30 hari yang didukung oleh dua roster list. Roster list tersebut membagi penugasan personel tim medis berdasarkan peran dan tanggung jawab masing-masing di lapangan.

Baca...  Uniknya Malam Tirakatan HUT RI di RT 03 RW 12: Panggung Pos Ronda hingga Nuansa Daerah

​Masing-masing roster list beranggotakan 25 personel yang terdiri atas dokter, perawat, bidan, apoteker, psikolog, safety and security officer, serta tim logistik. Seluruh komposisi peralatan dan sumber daya manusia disesuaikan dengan standar ketat WHO.

​[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

114 posts

About author
Media dan Publikasi Serikat Usaha Muhammadiyah.
Articles
Related posts
ArtikelBerita

Ketika Piring Berubah Jadi Petaka: Menimbang Ulang Nurani di Balik Program Makan Bergizi Gratis

5 Mins read
Selasa malam, 1 September 2026, langit Tanggulangin, Sidoarjo, dipenuhi lolongan sirene. Bukan sirene tanda bahaya kebakaran atau bencana alam, melainkan seruan darurat…
BeritaMuhammadiyah

Tangani 2.222 Pasien, Ini Kiprah EMT Muhammadiyah Gempa NTT

2 Mins read
​NUSA TENGGARA TIMUR — Status keadaan darurat bencana pascagempa selama 14 hari yang ditetapkan Bupati Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, melalui Surat…
BeritaSUMU

SUMU Catalyst: Strategi Membangun Bisnis Tahan Krisis di Tengah Ketidakpastian

2 Mins read
​Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) melalui program SUMU Catalyst bersama Center for Quality, Resilience and Sustainability (CQRS) Indonesia menggelar webinar bertajuk “Situasi Boleh…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *