Retorika yang Tumpul di Atas Penderitaan
Tidak ada tragedi yang benar-benar sunyi. Bahkan ketika sirene berhenti dan banjir mulai surut, desis lumpur, derak kayu patah, atau sekadar desah…
Tidak ada tragedi yang benar-benar sunyi. Bahkan ketika sirene berhenti dan banjir mulai surut, desis lumpur, derak kayu patah, atau sekadar desah…
Di Indonesia, protes tidak selalu turun dalam bentuk barisan massa, spanduk raksasa, atau pidato keras di depan gedung pemerintahan. Sering kali, kritik…
Kadang saya merasa dunia ini terlalu sibuk berpikir. Semua orang ingin menjelaskan sesuatu, membenarkan sesuatu, bahkan menafsirkan sesuatu. Kita hidup di tengah…
Meditasi atas RKUHP, Minerba, dan KPK dalam bayang negara. Ada satu keheningan yang terasa ketika kita membicarakan reformasi hukum di Indonesia-hening yang…
Generasi yang lelah sebelum bertanding: mengapa anak muda makin takut gagal? Tidak ada yang lebih ironis daripada hidup di era yang serba…
Membedah tolak ukur adab dan feodalisme: di mana letak hormat kepada Kiai? Perdebatan tentang adab kembali meledak di ruang publik. Berawal dari…
Ngaji Mukhtarul Hadis Bersama KH. Ach. Fadlan Masykuri: Saat Tertawa Menjadi Jalan Menuju Cinta Allah. Dalam salah satu pengajian Kitab Mukhtārul Ḥadīṡ,…
Jangan-jangan Kita Sendiri Adalah Iblis Itu Bayangkan sebuah gugatan mengapa Tuhan yang Maha Kuasa membiarkan kejahatan merajalela? Mengapa iblis tetap dibiarkan hidup,…
Di tengah hiruk pikuk modernitas yang menyesakkan, ada satu peristiwa kecil tapi berharga yang seolah mengingatkan kita kembali pada sumber sejati pengetahuan:…
HSN 2025: momentum refleksi dan aksi. Ketika Republik ini menetapkan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional satu dekade lalu, sebagian orang menganggapnya…