BeritaPendidikan

ICMI Jaksel Dorong Literasi Fintech Syariah sebagai Solusi Ekonomi Umat di Era Digital

1 Mins read

KULIAHALISLAM.COM- Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) ORDA Jakarta Selatan kembali menggelar kajian literasi fintech syariah di Pesantren Muta’limin, Jakarta Selatan, pada Sabtu (2/8). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dan tak terelakkan sebagai respons atas pesatnya perkembangan teknologi finansial dan kebutuhan masyarakat akan solusi keuangan yang sesuai syariah.

 

Ketua ICMI Jakarta Selatan, Rhesa Yogaswara, menegaskan bahwa kegiatan ini murni bersifat edukasi dan sama sekali tidak memiliki motif politik. “Ini bukan sekadar diskusi biasa, melainkan bagian dari program besar ICMI Pusat yang dipimpin oleh Prof. Arif Satria , yang fokus pada peningkatan peran cendekiawan muslim secara nyata di masyarakat, termasuk dalam Brigade Ketahanan Pangan dan Program Desa Binaan,” ujarnya.

 

Kajian ini menekankan pentingnya pemahaman mendalam mengenai fintech syariah yang saat ini semakin mendapat perhatian sebagai alternatif kuat dalam perekonomian umat. Dalam paparan yang disampaikan, fintech syariah hadir sebagai inovasi penting yang mengintegrasikan prinsip Islam dalam solusi keuangan modern. Melalui lima jenis utama fintech syariah—Peer-to-Peer Lending, Crowdfunding, Payment, Investment, dan Microfinance—masyarakat dapat mengakses layanan keuangan yang lebih adil, transparan, dan sesuai syariah. Semua platform ini mengusung sistem bagi hasil dan menghindari riba serta praktek yang dilarang agama.

 

Menurut Kiyai Muhammad Faishol, anggota Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) yang juga alumnus Syariah Universitas Al Azhar, “Fintech syariah bukan sekedar soal teknologi, tapi merupakan bagian dari dakwah dan upaya membangun ekonomi umat yang berkeadilan.” Ia menambahkan bahwa operasional fintech syariah harus bersifat transparan dan terbuka agar mendapatkan kepercayaan masyarakat.

 

Lebih jauh, Kiyai Faishol menegaskan pentingnya adanya jaminan dalam fintech syariah yang harus sesuai prinsip agama, untuk melindungi konsumen dan memastikan tidak terjadi unsur riba atau gharar.

Baca...  Gus Ahmad Nur Islah: Pentingnya Fikih bagi Kader Ansor Sukoharjo

 

Dengan adanya kajian ini, ICMI ORDA Jakarta Selatan berharap dapat meningkatkan kesadaran sekaligus pemahaman masyarakat tentang fintech syariah, mendorong penggunaan teknologi finansial yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. Hal ini dinilai sebagai terobosan penting dalam memperkuat ekonomi umat sekaligus menjawab tantangan zaman digital yang terus bergerak cepat.

 

Kegiatan yang turut didukung oleh  dana syariah Indonesia-sebagai salah satu fintech syariah Indonesia, diharapkan bukan hanya ajang edukasi, tapi juga wujud nyata kontribusi cendekiawan muslim dalam mengarahkan masyarakat ke jalur keuangan yang halal, aman, dan produktif.

56 posts

About author
Penggemar Buku, Teh, Kopi, Coklat dan senja. Bekerja paruh lepas menjadi Redaktur Kuliahalislam.com .Lekat dengan dunia aktivisme,
Articles
Related posts
ArtikelBerita

Ketika Piring Berubah Jadi Petaka: Menimbang Ulang Nurani di Balik Program Makan Bergizi Gratis

5 Mins read
Selasa malam, 1 September 2026, langit Tanggulangin, Sidoarjo, dipenuhi lolongan sirene. Bukan sirene tanda bahaya kebakaran atau bencana alam, melainkan seruan darurat…
BeritaMuhammadiyah

Tangani 2.222 Pasien, Ini Kiprah EMT Muhammadiyah Gempa NTT

2 Mins read
​NUSA TENGGARA TIMUR — Status keadaan darurat bencana pascagempa selama 14 hari yang ditetapkan Bupati Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, melalui Surat…
BeritaMuhammadiyah

​EMT Muhammadiyah Standar WHO Buka RS Lapangan di Flores

1 Mins read
​MANGGARAI TIMUR — Tim Medis Darurat (Emergency Medical Team/EMT) Muhammadiyah yang terverifikasi oleh WHO telah dikerahkan ke Dampek, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *