Esai

Pembentukan Karakter Bangsa Melalui Pendidikan Agama Islam (1)

3 Mins read

Dewasa ini, kita sering melihat fenomena yang berkaitan dengan dekadensi moral di tengah-tengah masyarakat maupun di lingkungan pemerintah yang semakin meningkat dan beragam. Kriminalitas, ketidakadilan, korupsi, kekerasan pada anak, serta pelanggaran HAM menjadi bukti bahwa telah terjadi krisis jati diri dan karakter pada bangsa Indonesia.

​Pendidikan karakter sangat dibutuhkan karena minimnya moral para peserta didik. Hal ini dibuktikan dengan malasnya peserta didik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, terutama dalam pendidikan agama. Dampaknya terlihat dari maraknya aksi demonstrasi di mana-mana, penyebaran narkoba yang makin meluas, hingga dekadensi moral yang sangat memprihatinkan. Oleh karena itu, revitalisasi pendidikan agama sangat perlu dilakukan (Baharun & Zulfaizah, 2018).[1]

​Karakter merupakan ciri khas yang membedakan antara manusia yang satu dan yang lainnya. Karakter adalah hal dasar yang dimiliki oleh setiap manusia. Pada masa sekarang, banyak kasus kemerosotan karakter yang terjadi di Indonesia. Salah satunya adalah krisis dalam dunia pendidikan, seperti peserta didik yang sering membolos, menjamurnya budaya menyontek, hingga kasus tawuran antarpelajar. Hal tersebut dikarenakan kurangnya penanaman karakter sejak dini yang seharusnya dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat (Zulaikah, 2019).[2]

​Informasi tentang pendidikan karakter merebak seiring banyaknya insiden yang menunjukkan bahwa moral anak bangsa sudah merosot tajam. Hal ini disebabkan oleh masih banyaknya sekolah di Indonesia yang hanya berfungsi sebagai tempat mentransfer pengetahuan—baik pengetahuan umum maupun etika—tanpa sampai pada tahap pembentukan moral dan etika atau character building (Syafe’i, 2017).[3]

​Pendidikan karakter menjadi jawaban yang tepat atas permasalahan di atas. Sekolah sebagai penyelenggara pendidikan diharapkan dapat menjadi tempat yang mampu mewujudkan misi pendidikan karakter tersebut. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan dalam melaksanakan pendidikan karakter di sekolah adalah mengoptimalkan pembelajaran materi Pendidikan Agama Islam (PAI). Peran pendidikan keagamaan, khususnya PAI, sangat strategis dalam mewujudkan pembentukan karakter peserta didik.

Baca...  Ketika Agama Berhenti di Kerudung

​Pendidikan agama adalah wahana transformasi pengetahuan pada aspek keagamaan (aspek kognitif), wahana transformasi adat dan nilai moral untuk membentuk perilaku (aspek afektif), serta berperan dalam mengendalikan perilaku (aspek psikomotorik) sehingga tercipta kepribadian manusia seutuhnya. Pendidikan Agama Islam diharapkan mampu membentuk manusia yang selalu berupaya menyempurnakan iman, takwa, dan berakhlak mulia. Akhlak mulia ini mencakup etika, budi pekerti, atau moral sebagai perwujudan dari pendidikan (Permendiknas No. 22 Tahun 2006).[4] Manusia dengan kriteria tersebut diharapkan andal dalam menghadapi tantangan, hambatan, serta perubahan yang timbul dalam pergaulan masyarakat, baik dalam lingkup lokal, nasional, regional, maupun global (Ainiyah & Wibawa, 2013).[5]

​Pendidikan karakter selain menjadi bagian dari proses pembentukan akhlak anak bangsa, juga diharapkan mampu menjadi fondasi utama dalam meningkatkan derajat dan martabat bangsa Indonesia. Di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pendidikan karakter menjadi fokus di semua jenjang pendidikan yang dibinanya. Pembentukan karakter itu dimulai dari fitrah yang diberikan Tuhan, yang kemudian membentuk jati diri dan perilaku. Proses pendidikan sangat dipengaruhi oleh keadaan lingkungan, sehingga lingkungan mempunyai peran yang cukup besar dalam membentuk jati diri serta perilaku siswa.

​Sekolah dan masyarakat sebagai bagian dari lingkungan memiliki peran yang sangat penting. Oleh karena itu, setiap sekolah dan warga wajib mempunyai pendisiplinan serta norma mengenai karakter yang akan dibentuk. Para pemimpin dan tokoh masyarakat juga harus bisa memberikan teladan mengenai karakter tersebut. Secara spesifik, tulisan ini akan menjabarkan proses pembentukan kepribadian peserta didik dalam lingkungan pendidikannya sehingga dapat membentuk karakter yang Islami.

​Pembahasan dalam tulisan ini didukung oleh hasil penelitian serta kajian kepustakaan yang diawali dengan pemahaman sebuah gagasan pengembangan karakter, kemudian pemahaman tentang pentingnya pendidikan agama dan pembentukan karakter siswa (Hakim, 2014).[6]

Baca...  Konsep Pemimpin Dalam Al-Qur'an

​Dengan demikian, berdasarkan latar belakang permasalahan di atas, pembentukan karakter melalui materi Pendidikan Agama Islam sangat penting dalam proses penanaman dan pembiasaan cara berpikir serta perbuatan siswa di sekolah dan keluarga. Hal ini berlandaskan pada moral, akhlak, dan karakter mulia yang terinspirasi dari nilai-nilai agama Islam.

​Referensi:

​[1] Baharun, H., & Zulfaizah. (2018). Revitalisasi Pendidikan Agama dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik di Madrasah. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 6(1), 46.

​[2] Zulaikah, S. (2019). Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Pendidikan Agama Islam di SMPN 3 Bandar Lampung. Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam, 10(1), 86.

​[3] Syafe’i, I. (2017). Pondok Pesantren: Lembaga Pendidikan Pembentukan Karakter. Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam, 8(1), 62.

​[4] Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, hlm. 2.

​[5] Ainiyah, N., & Wibawa, N. H. H. P. (2013). Pembentukan Karakter Melalui Pendidikan Agama Islam. Jurnal Al-Ulum, 13(1), 25-38.

​[6] Hakim, R. (2014). Pembentukan Karakter Peserta Didik Melalui Pendidikan Berbasis Al-Quran. Jurnal Pendidikan Karakter, 4(2), 124.

113 posts

About author
Alumni Program Studi Ekonomi Syariah, Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Malang. Sekarang menempuh studi Magister Pengkajian Islam, Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Penulis adalah Redaktur Pelaksana Kuliah Al-Islam
Articles
Related posts
Esai

Peran Etika Bisnis Islam Mencegah Penipuan E-Commerce

2 Mins read
​Sekarang ini, perkembangan teknologi informasi sangat mudah. Banyak masyarakat dari berbagai kalangan memanfaatkannya dalam berjual beli melalui internet. E-Commerce telah membuka peluang…
Esai

Sains dalam Al-Qur'an: Integrasi Ilmu Pengetahuan dan Ayat Kauniyah

5 Mins read
​Pendahuluan ​Sejak awal, Al-Qur’an menempatkan ilmu dan akal pada posisi yang sangat tinggi. Perintah “bacalah” (iqra’) pada wahyu pertama (QS. Al-‘Alaq: 1–5)…
Esai

Peran IPTEK dalam Ekonomi Digital & Pandangan Etika Bisnis Islam

2 Mins read
​Perkembangan suatu ekonomi saat ini tidak bisa lepas dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Jika dulu kegiatan ekonomi masih berbentuk fisik dan…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *