KULIAHALISLAM.COM – Selain nama ‘Sirah’, ada satu nama lagi yang terkenal untuk menyebut sebuah ilmu yang membahas sejarah hidup Rasulullah ShallalLâhu `alaihi wa Sallama beserta para sahabatnya.
| Contoh kitab Sirah Nabawiyah |
Sejarah Penulisan Sirah Nabawiyah Pada Masa Awal Islam
- Urwah -putra Zubair bin Awwam- (w. 94 H). Bisa dibilang Urwah merupakan ‘guru besar’ sirah sekaligus rujukan utama bagi para sejarawan besar muslim sekaliber Ibn Ishaq dan al-Waqidi.
- Aban -putra Khalifah Utsman bin Affan- (w. 105 H)
- Wahb bin Munabbih (w. 110 H). Di kota Hiedelberg (Jerman) terdapat sepotong naskah kitab maghazi karya beliau.
- Syurahbil bin Sa`d (w. 123 H)
- Ibnu Syihab al-Zuhri (Imam Zuhri dalam cerita di atas) (w. 124 H)
- `Ashim bin `Amir bin Qatadah (w. 120 H)
- Abdullah bin Abu Bakr bin Hazm (w. 135 H)
- Musa bin Uqbah (w. 141 H)
- Ma`mar bin Rasyid (w. 150 H)
- Muhammad bin Ishaq -penulis kitab sirah terkenal- (w. 152 H)
- Ziyad al-Baka’i (w. 183 H)
- Al-Waqidi -penulis kitab maghazi terkenal- (w. 207 H)
- Ibnu Hisyam -penulis kitab sirah, meringkas kitab sirah Ibn Ishaq- (w. 218 H)
- Muhammad bin Sa`d -penulis kitab thabaqat/biografi sahabat dan generasi setelahnya yang terkenal- (w. 230 H)
Model Penulisan Kitab Sirah Nabawiyah
- Mengikuti model konvensional para pendahulu dengan memaparkan kisah hidup Rasulullah ShallalLâhu `alaihi wa Sallama mulai dari kelahiran sampai kembali dipanggil oleh Allah. Seperti Sirah Ibn Hisyam misalnya.
- Menggabungkan antara sirah nabawiyah dengan sejarah umat Islam secara umum bahkan sejarah alam raya. Seperti yang dilakukan oleh Imam Thabari (w. 310 H) dalam Al-Târîkh-nya yang terkenal, Izzuddin Ibnu al-Atsir (w. 630 H) dalam al-Kâmil fi al-Târikh dan lainnya.
- Menyajikannya dalam bentuk syi`r seperti yang dilakukan oleh al-Iraqi (806 H) dalam Alfiyah Sirah-nya.
- Meringkas dan memfokuskan pada satu aspek yaitu episode kelahiran Nabi ShallalLâhu `alaihi wa Sallama dan peristiwa-peristiwa yang terjadi pada waktu itu, masa kanak-kanak, remaja sampai menerima wahyu pertama. Juga ditambah dengan paparan mengenai kepribadian Beliau ShallalLâhu `alaihi wa Sallama yang indah. Kitab sirah dengan model penulisan seperti ini di kalangan para ulama biasanya disebut dengan kitab ‘Maulid’. Seperti yang ditulis oleh para ahli hadis seperti Ibnu Katsir, Ibnu Nashiruddin dan al-Iraqi.
- Haji Khalifah, Kasyf al-Zhunûn `an Asâmî al-Kutub wa al-Funûn, Maktabah al-Mutsanna, Baghdad, 1941 H
- Ibnu Hisyam, al-Sîrah al-Nabawiyyah, ed. Musthafa al-Saqa dkk, al-Hai’ah al-`Ammah li Qushûr al-Tsaqâfah, Kairo, 2012 M (Qism Dirasah)
- Ibnu Katsir, al-Bidâyah wa al-Nihâyah, ed. Abdullah al-Turki, Dâr Hajar, cet. I, 1418 H/1997 M
- Muhammad bin Umar al-Waqidi, al-Maghâzî, ed. Jones Marsden, Dâr al-A`lami, Beirut, cet. III, 1409 H/1989 M (Qism Dirasah)

