BeritaMuhammadiyah

Organisasi-Organisasi Otonom dalam Muhammadiyah

4 Mins read

KULIAHALISLAM.COM — Muhammadiyah merupakan salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia yang didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan pada tanggal 8 Dzulhijjah 1330 Hijriyah atau 18 November 1912 di Yogyakarta (Pikatan, 2021). Muhammadiyah dikenal sebagai organisasi yang telah menghembuskan jiwa pembaharuan pemikiran Islam di Indonesia dan bergerak di berbagai bidang kehidupan umat.

​Muhammadiyah sebagai sebuah organisasi yang besar memiliki beberapa organisasi otonom (ortom) yang gerak dan tujuannya selaras dengan gerak dan tujuan Muhammadiyah. Organisasi-organisasi tersebut antara lain:

​Hizbul Wathan

Hizbul Wathan (Kepanduan Muhammadiyah) merupakan salah satu organisasi otonom dalam Muhammadiyah. Hizbul Wathan pada awalnya bernama Padvinder Muhammadiyah, yang didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan di Yogyakarta pada tahun 1918 M. Pelopornya antara lain Siradj Dahlan dan Sarbini. Atas usulan H. Agus Salim, istilah Padvinder diganti dengan nama “Kepanduan Muhammadiyah” (Kwartir Pusat Hizbul Wathan, 2018).

​Pada tahun 1920, atas usul R.H. Hajdid, Kepanduan Muhammadiyah berganti nama menjadi Hizbul Wathan (HW). Ada beberapa tingkatan pada Hizbul Wathan, di antaranya: tingkat Athfal untuk usia 6—10 tahun, tingkat Pengenal untuk usia 11—15 tahun, dan tingkat Penghela untuk usia 16—20 tahun (Kwartir Pusat Hizbul Wathan, 2018).

​Dalam pergerakan kemerdekaan Indonesia, Hizbul Wathan banyak memberikan andil dalam mempersiapkan para pemuda untuk menghadapi penjajahan Belanda. Salah satu kadernya adalah Jenderal Soedirman, yang pada tanggal 18 Desember 1945 diangkat oleh Presiden Soekarno menjadi Panglima Besar Tentara Keamanan Rakyat. Berdasarkan SK Presiden RI No. 238/1961 tertanggal 20 Mei 1961, Hizbul Wathan ditiadakan dan disatukan ke dalam Gerakan Pramuka (Praja Muda Karana), sebelum akhirnya dibangkitkan kembali oleh PP Muhammadiyah pada tahun 1999 (Syahputra, 2020).

​Organisasi ‘Aisyiyah

‘Aisyiyah bergerak dalam perjuangan di tengah-tengah kaum ibu atau muslimat Indonesia. ‘Aisyiyah didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan bersama Nyai Ahmad Dahlan pada tanggal 27 Rajab 1335 H / 19 Mei 1917 karena didorong oleh kesadaran bahwa kaum wanita sejajar dengan pria dalam berbakti kepada Allah SWT (Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, 2015).

Baca...  Pra Rakernas Lazismu, Sinergi adalah Kunci Inovasi Sosial Lazismu di Seluruh Indonesia

​K.H. Ahmad Dahlan melihat bahwa Muhammadiyah harus menyiapkan wahana untuk membina kaum muslimat sehingga mereka dapat ikut serta bersama kaum pria menjunjung tinggi agama Islam dalam rangka mencapai tujuan Muhammadiyah.

​Organisasi-organisasi otonom Muhammadiyah mempunyai maksud dan tujuan yang sejalan dengan tujuan Muhammadiyah. Struktur organisasinya juga bertingkat-tingkat mulai dari Ranting, Cabang, Daerah, Wilayah, hingga Pusat, serta memiliki Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, dan program kerjanya sendiri (Pimpinan Pusat Muhammadiyah, 2020).

​Nasyi’atul ‘Aisyiyah

Nasyi’atul ‘Aisyiyah (NA) yaitu perkumpulan para putri Muhammadiyah yang bidang garapannya adalah pembinaan remaja putri Islam. Perkumpulan ini pada mulanya bernama Siswa Praja Wanita (SPW) yang dibentuk di Kauman, Yogyakarta. Ketika itu, SPW belum menjadi bagian langsung dari ‘Aisyiyah, melainkan perkumpulan remaja putri mandiri (Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah, 2017).

​Setelah lima tahun berdiri, kepemimpinannya dipegang oleh Siti Umniyah. Perkumpulan Siswa Praja Wanita berkembang pesat dan mampu berdiri sendiri. Pada tahun 1929, Siswa Praja Wanita terintegrasi menjadi bagian dari ‘Aisyiyah yang dipimpin oleh Siti Zuhriyah. Organisasi ini semakin berkembang pesat hingga mendirikan cabang dan ranting di luar Yogyakarta dan luar Jawa, hingga akhirnya berganti nama menjadi Nasyi’atul ‘Aisyiyah (Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah, 2017).

​Pemuda Muhammadiyah

Pemuda Muhammadiyah dimaksudkan untuk membina dan menggerakkan potensi para pemuda Islam. Organisasi ini didirikan pada tanggal 2 Mei 1932 M / 25 Dzulhijjah 1350 H berdasarkan hasil keputusan Muktamar Muhammadiyah ke-21 di Makassar (Ujung Pandang) (Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, 2019).

​Pendirian organisasi ini dijiwai oleh firman Allah SWT dalam Surah Al-Kahf ayat 13:

​“Kami ceritakan kepadamu (Muhammad) kisah mereka dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambahkan petunjuk kepada mereka.”

​Dalam Muktamar Pemuda Muhammadiyah IV di Jakarta pada tanggal 18–24 November 1986, dinyatakan bahwa Pemuda Muhammadiyah merupakan pelopor gerakan, penyempurna amal usaha, serta pelangsung kaderisasi dan perjuangan Islam (Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, 2019).

Baca...  Kurban Muhammadiyah Malaysia: Dubes RI Sumbang Sapi Jumbo

​Ikatan Pelajar Muhammadiyah

Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) bertugas membina dan menggerakkan potensi para pelajar Islam. Pendirian organisasi ini bermula dari salah satu keputusan Muktamar Pemuda Muhammadiyah I pada tahun 1956 di Palembang, yaitu:

​“Menetapkan langkah ke-8 Pemuda Muhammadiyah tahun 1956–1959 untuk menghimpun para pelajar Muhammadiyah agar menjadi Pemuda Muhammadiyah.”

​Berdasarkan pemikiran tersebut, pada saat berlangsungnya Konferensi Daerah Pemuda Muhammadiyah se-Indonesia di Surakarta tanggal 18 Juli 1961, secara resmi didirikanlah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (Pimpinan Pusat IPM, 2021).

​Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) bertugas membina dan menggerakkan potensi mahasiswa Islam. Secara khusus, IMM bergerak di bidang keagamaan, kemasyarakatan, dan kemahasiswaan.

​Pimpinan Pusat Muhammadiyah meresmikan berdirinya IMM pada tanggal 14 Maret 1964 M / 29 Syawal 1384 H. Piagam pendiriannya ditandatangani oleh Ketua PP Muhammadiyah, K.H. Ahmad Badawi. Beberapa tokoh pelopornya antara lain Rosyad Sholeh, Djazman Al-Kindi, dan Sudibyo Markus (DPP IMM, 2018).

​Tapak Suci

Tapak Suci—yang memiliki nama resmi Tapak Suci Putera Muhammadiyah—didirikan di Kauman, Yogyakarta pada tanggal 31 Juli 1963 M / 10 Rabiul Awal 1383 H setelah mendapat restu dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pelopor pendirian Tapak Suci adalah tiga perguruan pencak silat di Kauman yang telah ada sejak tahun 1925 (Pimpinan Pusat Tapak Suci, 2017).

​Maksud dan tujuan Tapak Suci adalah:

  1. ​Mendidik serta membina ketangkasan dan keterampilan pencak silat sebagai seni beladiri Indonesia.
  2. ​Memelihara kemurnian pencak silat sebagai seni beladiri Indonesia yang sesuai dan tidak menyimpang dari ajaran Islam sebagai budaya bangsa yang luhur dan bermoral.
  3. ​Mendidik dan membina anggota untuk menjadi kader Muhammadiyah.
  4. ​Menggembalakan dan mengamalkan dakwah amar ma’ruf nahi munkar melalui seni beladiri dalam usaha mempertinggi ketahanan nasional.

​Seluruh perangkat organisasi Muhammadiyah, baik berupa ortom maupun Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), telah memberikan andil besar dalam mencapai dan mengisi kemerdekaan Indonesia (Nashir, 2018).

Baca...  Cinta dan Perjuangan Pembebasan Masjid Al-Aqsa Harus Didasari Keilmuan

​Dari segi pendidikan, Muhammadiyah melalui sekolah dan perguruan tingginya telah melahirkan banyak pemimpin bangsa dan masyarakat. Dari segi dakwah, Muhammadiyah konsisten melakukan pemurnian ajaran Islam dari unsur-unsur TBC (Tahayul, Bid’ah, Churafat/Churafah). Dari segi santunan sosial, Muhammadiyah aktif menangani pemeliharaan anak yatim, fakir miskin, serta layanan kesehatan masyarakat melalui panti asuhan, klinik, dan rumah sakit (Nashir, 2018).

​Muhammadiyah juga aktif memberikan sumbangsih pemikiran terhadap kebijakan nasional dan perumusan undang-undang, mulai dari keikutsertaannya dalam merumuskan Dasar Negara dan UUD 1945, UU Perkawinan, UU Sistem Pendidikan Nasional, hingga UU Peradilan Agama (Pikatan, 2021).

​Sebagai organisasi Islam yang telah meluas ke seluruh pelosok tanah air, Muhammadiyah kini juga mulai berkembang dan diminati oleh masyarakat di luar negeri melalui Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) di berbagai negara. K.H. Ahmad Dahlan sendiri pernah berpesan, “Mengingat Muhammad artinya ‘Yang Terpuji’, Muhammadiyah ini kelak akan menjadi bapaknya dunia, sedangkan ‘Aisyiyah menjadi ibunya dunia” (Mulkhan, 2010).

​Daftar Pustaka

  • ​Dewan Pimpinan Pusat IMM. (2018). Profil dan Sejarah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. Jakarta: DPP IMM.
  • ​Kwartir Pusat Hizbul Wathan. (2018). Buku Panduan Kepanduan Hizbul Wathan. Yogyakarta: Kwartir Pusat HW.
  • ​Mulkhan, A. M. (2010). Pesan-Pesan Pembaharuan K.H. Ahmad Dahlan. Jakarta: Kompas.
  • ​Nashir, H. (2018). Muhammadiyah Gerakan Pembaharuan. Yogyakarta: Suara Muhammadiyah.
  • ​Pikatan, A. (2021). Sejarah dan Pemikiran Gerakan Muhammadiyah. Yogyakarta: MPK PP Muhammadiyah.
  • ​Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah. (2015). Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangan ‘Aisyiyah. Yogyakarta: PP ‘Aisyiyah.
  • ​Pimpinan Pusat IPM. (2021). Pedoman Administrasi Ikatan Pelajar Muhammadiyah. Yogyakarta: PP IPM.
  • ​Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah. (2017). Sejarah Nasyiatul Aisyiyah dari Masa ke Masa. Yogyakarta: PP NA.
  • ​Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah. (2019). Khittah Perjuangan Pemuda Muhammadiyah. Jakarta: PP Pemuda Muhammadiyah.
  • ​Pimpinan Pusat Tapak Suci. (2017). Buku AD/ART dan Anggaran Rumah Tangga Tapak Suci Putera Muhammadiyah. Yogyakarta: PP Tapak Suci.
Related posts
BeritaMuhammadiyah

Lazismu Luncurkan Buku Fikih Gen Z di Muhammadiyah Zakat Summit 2026

3 Mins read
​SEMARANG – Para mahasiswa menyimak penjelasan Ayi Yunus Rusyana dalam acara peluncuran dan bedah buku Fikih Gen Z. Selama dua jam, Ayi…
BeritaMuhammadiyah

MHH PP Muhammadiyah Terbitkan Pernyataan Keprihatinan Terkait Penggeledahan Ponpes Putri Hamalatul Qur'an Sukoharjo

2 Mins read
​YOGYAKARTA — Majelis Hukum dan Hak Asasi Manusia (MHH) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyampaikan keprihatinan mendalam terkait dugaan pelanggaran prosedur penegakan hukum…
BeritaMuhammadiyah

LBH AP Muhammadiyah se-Indonesia Desak Usut Tuntas Dugaan Tindakan Sewenang-wenang Aparat di Ponpes Hamalatul Qur'an Sukoharjo

2 Mins read
Lembaga Bantuan Hukum dan Advokasi Publik (LBH AP) Muhammadiyah se-Indonesia mengecam keras dugaan tindakan represif dan intimidatif yang dilakukan oleh aparat kepolisian…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *