Keislaman

Alquran Sebagai Solusi Menghadapi Problematika Antar Umat Beragama

2 Mins read

Pada umumnya, ketenangan, kerukunan, dan kedamaian adalah dambaan setiap orang—baik orang kaya maupun miskin, pejabat maupun rakyat biasa. Aspek-aspek tersebut merupakan hal yang utama dalam kehidupan.

​Tetapi, belakangan ini banyak sekali konflik yang mengatasnamakan agama. Hal ini membuat tidak sedikit masyarakat Barat menganggap Islam khususnya, sebagai agama yang tidak manusiawi dan gemar berperang. Padahal, sejatinya Islam adalah agama yang rahmatan lil ‘alamin.

​Dalam sebuah konflik, perbedaan sering kali menjadi latar belakangnya, baik secara fisik, adat, budaya, ras, bahkan agama. Munculnya perselisihan di antara umat beragama kerap disebabkan oleh kurang pahamnya seseorang terhadap ajaran yang termaktub dalam kitab suci masing-masing.

​Pada dasarnya, tidak ada agama yang tidak manusiawi; semua mengajarkan kerukunan, kepedulian sosial, dan toleransi. Salah satu fungsi Al-Qur’an adalah sebagai petunjuk yang mencakup berbagai aspek: mulai dari kehidupan manusia, sosiologi, sains, medis, dasar-dasar ketauhidan, hingga moralitas dalam bermasyarakat. Oleh karena itu, banyaknya konflik antarumat beragama merupakan cerminan dari kurangnya pemahaman terhadap kitab suci tersebut.

​Padahal, Al-Qur’an sendiri mengajarkan bahwa perbedaan dan keberagaman adalah suatu keniscayaan. Keberagaman bertujuan untuk kemajuan sebuah peradaban. Dalam Al-Qur’an Surah Al-Ma’idah ayat 48, dijelaskan bahwa:

​وَاَنْزَلْنَآ اِلَيْكَ الْكِتٰبَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتٰبِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ وَلَا تَتَّبِعْ اَهْوَاۤءَهُمْ عَمَّا جَاۤءَكَ مِنَ الْحَقِّۗ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَّمِنْهَاجًا ۗوَلَوْ شَاۤءَ اللّٰهُ لَجَعَلَكُمْ اُمَّةً وَّاحِدَةً وَّلٰكِنْ لِّيَبْلُوَكُمْ فِيْ مَآ اٰتٰىكُمْ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرٰتِۗ اِلَى اللّٰهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيْعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيْهِ تَخْتَلِفُوْنَۙ ٤٨

Artinya:

“Dan Kami telah menurunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu (Muhammad) dengan membawa kebenaran, yang membenarkan kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya dan menjaganya, maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang diturunkan Allah dan janganlah engkau mengikuti keinginan mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk setiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Kalau Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap karunia yang telah diberikan-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah kamu semua kembali, lalu diberitahukan-Nya kepadamu terhadap apa yang dahulu kamu perselisihkan.”

Baca...  Gus Ulil Ngaji Ihya’: Pesan Haris Al-Muhasibi untuk Ulama Su’

​Selain itu, dalam Surah Al-Hujurat ayat 13 disebutkan:

​يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا ۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ ١٣

Artinya:

“Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.”

​Terdapat penggalan kata “li-ta’arafu” atau “saling mengenal”. Kata mengenal di sini dapat dipahami sebagai ajakan untuk saling melengkapi dan membantu, bukan untuk membunuh, memusuhi, membenci, apalagi mengintimidasi. Dapat disimpulkan bahwa hanya orang yang tidak mengenal agamanya sendirilah yang tidak mampu menerima keberagaman umat manusia.

​Keberagaman adalah hukum alam (sunnatullah) yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan. Perbedaan ada untuk memajukan peradaban manusia dan memberikan manfaat di setiap lini kehidupan.

​Berikut adalah solusi yang ditawarkan Al-Qur’an dalam menghadapi konflik antarumat beragama:

  1. Bermusyawarah Islam mengajarkan musyawarah ketika terdapat perbedaan pendapat, baik dalam masalah sosial maupun agama. Sebagaimana dalam QS. Asy-Syura ayat 38: “Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhan dan melaksanakan salat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka; dan mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.”
  2. Saling Memaafkan dan Berbuat Baik Manusia adalah tempatnya salah dan lupa. Ketika seseorang melakukan kesalahan, hendaknya kita saling memaafkan dan berusaha konsisten berbuat baik kepada sesama. Hal ini akan menciptakan kerukunan dan ketenteraman, baik bagi diri sendiri maupun masyarakat. Sebagaimana dijelaskan dalam QS. Ali ‘Imran ayat 134: “(Yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan.”
Baca...  Al-Qur'an Itu Up to Date: Memahami Keajaiban Kitab Suci yang Tak Lekang Oleh Zaman

Editor: Adis Setiawan

1 posts

About author
Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya.
Articles
Related posts
Keislaman

Syahadat Bukan Untuk Allah? Ini Penjelasan M. Quraish Shihab

2 Mins read
Dalam Islam, kita mengenal rukun iman dan rukun Islam. Meyakini Allah saja tidak cukup tanpa kalimat syahadat. Syahadat adalah bagian dari rangkaian…
Keislaman

Lentera Ramadan: Inovasi Pembelajaran Kreatif di SD Yapita Surabaya

2 Mins read
Bulan Ramadan merupakan bulan istimewa bagi umat Islam. Kehadirannya tidak hanya dimaknai sebagai waktu untuk beribadah, tetapi juga sebagai momentum memperkuat nilai…
Keislaman

Gelar Haji: Antara Tradisi, Warisan Kolonial, dan Kemurnian Ibadah

3 Mins read
Sebentar lagi umat Islam di seluruh penjuru dunia, termasuk jutaan jemaah dari Indonesia, akan melaksanakan ibadah haji ke Tanah Suci. Di tengah…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *