Sejarah

Queen Isabella I of Spain Penghancur Muslim Spanyol

3 Mins read

Ratu Isabella I merupakan nomor 68 dari 100 tokoh yang paling berpengaruh di dunia versi Prof. Michael Hart. Ratu Isabella lahir pada tahun 1451 M di kota Madrigal di wilayah Kerajaan Castile (kini bagian dari Spanyol). Sebagai gadis remaja, ia mendapatkan pendidikan keagamaan yang ketat dan menjadi seorang Katolik yang taat. Isabella memiliki saudara tiri bernama Henry IV yang menjadi Raja Castile (1454–1474). Setelah Raja Henry IV wafat, tidak ada penggantinya yang jelas.

​Akibatnya, Spanyol terpecah menjadi empat kerajaan, yaitu Castile, Aragon di bagian utara Spanyol, Granada di sebelah selatan, dan Navarre di utara. Pada pertengahan tahun 1469, Isabella sebagai putri mahkota Castile menjadi incaran banyak pangeran di Eropa. Saudara tirinya ingin ia menikah dengan Raja Portugis. Namun, saat Isabella berusia 18 tahun, ia enggan menikah dengan Raja Portugis tersebut dan memilih menikah dengan Ferdinand, pewaris Kerajaan Aragon.

​Pada saat Raja Henry IV wafat, ia menunjuk anak perempuannya yang bernama Juana untuk menggantikannya, tetapi Isabella tidak setuju. Akhirnya, terjadilah perang antara pasukan Juana dan pasukan Isabella. Pasukan Isabella meraih kemenangan pada tahun 1479. Raja John II dari Aragon wafat pada tahun 1479 dan Ferdinand naik takhta menjadi Raja Aragon. Ratu Isabella dan Raja Aragon pun memerintah sebagian besar wilayah Spanyol.

​Kerajaan Aragon dan Castile secara administratif masih terpisah, tetapi Ratu Isabella dan Raja Ferdinand mengambil keputusan bersama dan berperan sebagai penguasa terbaik di Spanyol. Mereka bersama-sama menaklukkan Granada yang dikuasai umat Islam. Raja Ferdinand dan Ratu Isabella berhasil merebut Granada dari kaum Muslimin. Pada masa-masa permulaan pemerintahannya, mereka mendirikan Pengadilan Spanyol. Pengadilan ini terdiri atas unsur Gereja, hakim, juri, jaksa, dan kepolisian. Pengadilan ini terkenal dengan kekejamannya; sedikitnya 2.000 orang dibakar hidup-hidup oleh Pengadilan Spanyol.

Baca...  Elizabeth I Ratu Inggris Paling Berpengaruh di Dunia

​Pengadilan Spanyol itu dipimpin oleh seorang pendeta yang amat fanatik bernama Tomas de Torquemada. Pengadilan inkuisisi ini bertujuan untuk menjamin keseragaman agama dan menghancurkan siapa pun yang beroposisi dengan kerajaan. Tujuan utama pengadilan inkuisisi adalah menindak mereka yang dicurigai sebagai Muslim dan Yahudi yang tidak mau masuk sepenuhnya ke dalam agama Kristen.

​Pada mulanya, pengadilan inkuisisi tidaklah ditujukan untuk melawan Yahudi dan Islam. Namun, pada tahun 1492, atas tekanan Torquemada, Raja Ferdinand dan Ratu Isabella I menandatangani sebuah dekrit yang isinya memerintahkan semua orang Yahudi dan Muslim di Spanyol untuk masuk Kristen atau angkat kaki meninggalkan Spanyol dalam tempo empat bulan tanpa membawa barang milik mereka.

​Kaum Yahudi Spanyol yang berjumlah 200.000 orang sangat menderita atas pengusiran itu. Kebijakan tersebut juga membuat Spanyol kehilangan sejumlah besar penduduknya dan menyebabkan kemunduran ekonomi yang hebat. Pada saat umat Islam di Granada menyerah, menyepakati perjanjian damai, dan dijanjikan kebebasan beribadah, Spanyol justru mengkhianati perjanjian damai itu dan ikut membantai habis umat Islam di Spanyol.

​Meskipun Ratu Isabella adalah pemeluk agama Katolik yang taat, ia tidak pernah mengizinkan keortodoksannya mengganggu nasionalismenya. Ratu Isabella dan Ferdinand berhasil meyakinkan bahwa Gereja Katolik harus diawasi oleh Kerajaan Spanyol, bukan oleh Paus. Kaum Protestan tidak memiliki tempat di Spanyol saat itu. Hal yang paling menonjol dari pemerintahan Ratu Isabella adalah ia mensponsori perjalanan Christopher Columbus melintasi Atlantik. Isabella membawa pengaruh besar pada Spanyol, Amerika Latin, hingga jutaan manusia hingga saat ini.

​Ratu Isabella I wafat pada tahun 1504 dan meninggalkan seorang putra dan empat orang putri. Putranya, Juan, wafat pada tahun 1497. Putrinya yang paling terkenal adalah Juana. Putri Juana menikah dengan Pangeran Philip I yang Tampan, putra Kaisar Hapsburg dari Austria sekaligus ahli waris Kerajaan Burgundy. Hasil dari pernikahan ini adalah lahirnya Raja Charles V yang mewarisi salah satu kerajaan terbesar dalam sejarah Eropa. Raja Charles V menjadi Kaisar Romawi Suci dan merupakan orang terkaya di Eropa serta raja terkuat yang berkuasa atas Spanyol, Jerman, Belanda, Belgia, Austria, Swiss, sebagian Italia, sebagian Prancis, Cekoslowakia, Polandia, Hongaria, Yugoslavia, dan Amerika Latin.

Baca...  Maroko Negeri Maghribi yang Bernafas Dengan Spirit Aswaja

​Nasib Kaum Muslimin Pada Masa Ratu Isabella I

​Prof. Dr. Raghib as-Sirjani dalam bukunya “Bangkit dan Runtuhnya Andalusia” menjelaskan peristiwa itu secara lengkap. Sembilan tahun sejak runtuhnya Granada, Ratu Isabella dan Ferdinand mengeluarkan perintah bahwa Tuhan telah memerintahkan mereka berdua untuk membersihkan Kerajaan Granada dari kaum pembangkang umat Islam.

​Setiap orang Kristen yang didapati menyembunyikan keislamannya—seperti menyimpan Al-Qur’an, tidak mau memakan daging babi, atau menolak minum khamar—akan dijatuhi sanksi berat. Mereka akan dimasukkan ke dalam penjara dan disiksa dengan sangat sadis. Mereka menuangkan air ke perut korban hingga merasa tercekik, menempelkan besi panas ke tubuhnya, atau menghancurkan tulang mereka menggunakan alat penghancur.

​Mereka juga memiliki kolam berisi air mendidih. Seseorang yang diikat tubuhnya dilemparkan ke dalam kolam air mendidih tersebut, dikubur hidup-hidup, atau dipotong-potong lidahnya. Semua alat penyiksaan yang sadis tersebut disaksikan oleh pasukan Kaisar Napoleon Bonaparte dari Prancis saat berhasil menaklukkan Spanyol. Mahkamah Dewan Inkuisisi Spanyol merupakan lambang kezaliman terhadap kaum Muslimin.

​Setelah empat abad jatuhnya Daulah Andalusia dan Granada, Kaisar Napoleon mengirim pasukannya ke Spanyol. Pada tahun 1808, Kaisar Napoleon membubarkan Dewan Inkuisisi Kerajaan Spanyol dan pasukan Prancis saat itu berhasil menyelamatkan kaum Muslimin yang disiksa oleh Dewan Inkuisisi. Pada saat pasukan Prancis membebaskan mereka, didapati penjara-penjara yang sempit dipenuhi banyak mayat yang membusuk, bahkan ada yang masih hidup dalam kondisi terikat dengan sebagian tubuh yang telah dimakan oleh ulat.

2451 posts

About author
Kuliah Al Islam - Mencerdaskan dan Mencerahkan
Articles
Related posts
PendidikanSejarah

​Menghidupkan Sejarah Islam untuk Gen Alpha di Era Digital

3 Mins read
​Anak-anak dari orang tua Generasi Milenial dan Generasi Z yang lahir dari tahun 2010 hingga 2026 dikenal sebagai Generasi Alpha dan tumbuh…
KisahOpiniSejarah

Jubah Tanpa Ilmu

6 Mins read
Di banyak kampung, orang yang berjubah, bersorban, dan berbicara dengan nada tenang mudah sekali dianggap alim. Penampilan menjadi tiket masuk, dan pertanyaan…
KeislamanPendidikanSejarah

Melawan Budaya Instan: Menumbuhkan Kesabaran Anak SD Lewat Sejarah Islam

4 Mins read
Suatu hari di kelas, seorang siswa kelas empat menaruh pensilnya baru dua menit setelah menghadapi soal yang sulit. “Susah, Bu, aku enggak…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *