Esai

Peradaban Negeri Tetangga : New Zealand (2)

2 Mins read

Keindahan Negara New Zealand (Sumber gambar: newzealand.com)

KULIAHALISLAM.COM – Jika travelling ke New Zealand, jangan harap bisa jalan-jalan sambil nongkrong di mall pada malam hari. Karena di sana pertokoan hanya buka sampai jam 17.00, tak peduli toko kecil ataupun besar. 

Mereka mencari uang hanya pagi hingga sore hari. Mereka gunakan waktu malam untuk beristirahat, guna memberikan kesempatan kepada tubuh untuk melakukan revitalisasi. 

Sebuah cerita yang mengingatkanku akan Surat An Naba’ 9 -11, “Dan kami jadikan tidurmu untuk istirahat dan kami jadikan malam sebagai pakaian dan kami jadikan siang untuk mencari penghidupan”. 

Mungkin kita akan bertanya, apakah mereka tidak butuh uang dan apa tidak kurang untuk memenuhi kebutuhan. Jika dikatakan tidak butuh, tentu setiap orang butuh dan jika ditanya apa tidak kurang tentu jawabnya akan kurang.

Akan tetapi hidup bukanlah melulu soal uang, hidup juga butuh keseimbangan. Dan saat merasa cukup, faktanya mereka rata-rata juga hidup berkecukupan, meski cari uangnya tak sampai malam. 

Sementara jika kita tengok Negeri kita, toko buka 24 jam dan kerja tak kenal waktu adalah hal yang biasa. Bahkan, andai dalam sehari itu ada 30 jam sekalipun mungkin juga akan tetap dihabiskan untuk bekerja. Akan tetapi faktanya, di Negeri kita masih banyak rakyat yang hidupnya kekurangan.

Padahal jika dilihat dari alamnya, mestinya kita bisa lebih sejahtera dari mereka. Karena di Negara kita hanya mengenal 2 musim tidak 4 musim sebagaimana di sana, hingga kita punya waktu produktif yang lebih lama. Akan tetapi ternyata yang terjadi justru sebaliknya. Kenapa bisa begitu? 

Hal itu tentu tak lepas dari kecerdasan pemimpinnya dan orientasi kebijakan pemerintahannya. Seorang pemimpin yang cerdas tentu akan mampu menggali potensi alam yang dimilikinya dan mensiasati keterbatasan alamnya. Sedangkan pemerintah yang bertanggungjawab adalah pemerintah yang kebijakannya lebih mengedepankan kepentingan rakyatnya. Dan bisa jadi New Zealand telah memiliki keduanya.

Baca...  Kepemimpinan dalam Intelektual Profetik Konsep Liberasi (1)

Tidak sedikit kebijakan di New Zealand yang mencerminkan keberpihakan pemerintah kepada rakyatnya. Pemerintah New Zealand selalu berusaha memastikan rakyatnya mendapatkan yang terbaik dalam segala hal. 

Jangan pernah mencari produk KW di sana. Negara tak rela rakyatnya mengkonsumsi barang KW. Jangankan KW, barang great 2 saja bisa dikatakan tidak ada. Karena secara umum produk yang dijual di sana rata-rata hanya 1 great, yaitu great yang terbaik. Sehingga bisa dipastikan rakyat mendapat barang yang terbaik untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Fenomena sama rasa sama rata yang berbanding terbalik dengan Negara komunis.

Di sana tenaga kerja sangat di lindungi, begitu juga para pengguna jasa tenaga kerjanya. Jika tenaga kerja dilindungi dengan upah yang tinggi, maka pemberi kerjanya dilindungi dengan kebijakan sertifikasi. 

Oleh : Barid Baroroh

2566 posts

About author
Kuliah Al Islam - Mencerdaskan dan Mencerahkan
Articles
Related posts
Esai

Militerisme dan Otoritarianisme: Masalah Demokrasi Indonesia Saat Ini

2 Mins read
Bung Hatta, Wakil Presiden pertama Indonesia, pernah mengkritik praktik kepemimpinan sahabatnya sendiri, Presiden Sukarno, karena dinilai telah melukai nilai-nilai demokrasi. Dalam risalah…
EsaiKeislamanPendidikan

KHGT dan Masa Depan Ummat: Antara Benteng Waktu dan Navigasi Ummat di Akhir Zaman

2 Mins read
Oleh Achmad P Nugroho* KULIAHALISLAM.COM-Salah satu yang menjadi rujukan Muhammadiyah dalam melakukan puasa 1 ramadhan 1447 H pada 18 Februari 2026 adalah…
Esai

Pati Unus: Kisah Pangeran Sabrang Lor dan Perjuangan Melawan Portugis

2 Mins read
Pati Unus, yang dikenal luas dengan julukan Pangeran Sabrang Lor, merupakan salah satu tokoh sentral dalam sejarah Kerajaan Demak. Ia adalah putra…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights