EsaiKeislamanPendidikan

KHGT dan Masa Depan Ummat: Antara Benteng Waktu dan Navigasi Ummat di Akhir Zaman

2 Mins read

Oleh Achmad P Nugroho*

KULIAHALISLAM.COM-Salah satu yang menjadi rujukan Muhammadiyah dalam melakukan puasa 1 ramadhan 1447 H pada 18 Februari 2026 adalah keteguhan para ulama cendekia Muhammadiyah dalam memahami dan mengadopsi Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Dengan menerapkan prinsip “Satu Hari Satu Tanggal di Seluruh Dunia,” Muhammadiyah tidak hanya mengandalkan metode hisab hakiki, tetapi juga menjadikannya sebagai alat intelektual untuk mengakhiri sekat umat yang telah berlangsung selama berabad-abad dan terkurung dalam batas-batas teritorial sempit. Disisi lain kondisi fragmentasi geopolitik dan volatilitas (ketidakstabilan) global yang kian intens, kian mendorong Muhammadiyah mengambil langkah signifikan dengan mengadopsi dan mempromosikan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Inisiatif ini bukan sekadar pembaruan teknis, melainkan perwujudan prinsip moderasi (Al-Washatiyyah) dan ambisi kemajuan peradaban. Ini adalah sebuah ijtihad yang memadukan ajaran agama dengan akurasi astronomi modern.

Dari sisi teknis, validitas KHGT diperkuat oleh teknologi astronomi kontemporer yang mampu memprediksi pergerakan benda langit dengan tingkat akurasi tinggi untuk jangka waktu panjang. Dengan memanfaatkan data presisi dari observatorium internasional, KHGT melampaui keterbatasan metode rukyah visual yang kerap terhalang kondisi cuaca. Astrofisika Muslim, Dr. Nidhal Guessoum, berpandangan bahwa langkah ini merupakan keharusan agar umat Islam dapat menjadi pemain global, bukan sekadar penonton dalam perkembangan peradaban. Urgensi KHGT semakin terasa relevan ketika dianalisis melalui lensa narasi eskatologi Islam. Dalam perspektif ini, ketidakteraturan penentuan waktu kelak dapat membuka celah bagi kekacauan. Menjelang fase Armageddon dan kemunculan fitnah Dajjal yang diprediksi akan mengacaukan persepsi manusia (termasuk realitas ruang dan waktu), KHGT hadir sebagai infrastruktur komando terpusat.

Dalam peristiwa besar akhir zaman kelak—meliputi krisis sistemik, perang dahsyat (Armageddon), hingga fitnah Dajjal—ketertiban waktu menjadi elemen krusial dalam pertahanan mental umat. Dalam periode yang diprediksi penuh disrupsi dan manipulasi realitas inilah, KHGT berfungsi sebagai pemegang kendali aktivitas muslim kelak. Tanpa kalender tunggal, koordinasi umat Islam secara global akan terganggu. Ketidakseragaman waktu di tengah krisis hanya akan menguntungkan kekuatan yang berupaya memecah belah barisan mukmin. Dukungan terhadap visi persatuan ini sudah menjadi catatan oleh para ulama kontemporer. Almarhum Syeikh Muhammad Sayyid Tantawi dari Al-Azhar Mesir misalnya, menyatakan bahwa penyatuan kalender adalah kewajiban syar’i demi kesatuan ibadah. Sementara ulama-ulama yang bermukim di Saudi juga secara konsisten mengingatkan bahwa perpecahan dan perselisihan adalah senjata utama setan di akhir zaman. Tak kalah sengit mengingatkan, ulama cendekia seperti Almarhum syaikh Dr. Yusuf al-Qaradawi juga berargumen bahwa umat yang tidak memiliki keseragaman sistem waktu akan tertinggal dari kemajuan peradaban lain.

Baca...  Mengenal Imam As-Suyuti Ulama Islam

Disinilah proporsi KHGT yang menjadi “ijtihad kolektif” yang digaungkan Muhammadiyah berfungsi, sebagai salah satu upaya untuk menancapkan “jangkar” di tengah badai akhir zaman, sekaligus mendorong umat Islam untuk melampaui perbedaan teknis menuju kedaulatan dan integrasi kekuatan global. Pertanyaan krusialnya adalah: jika untuk penentuan tanggal saja umat masih berselisih, bagaimana mungkin mereka akan mampu berdiri tegak berjihad dalam satu barisan saat tantangan eksistensial yang sesungguhnya tiba?

*Pimpinan Cabang Muhammadiyah Cilandak-PDM Jakarta Selatan 2022-2027

56 posts

About author
Penggemar Buku, Teh, Kopi, Coklat dan senja. Bekerja paruh lepas menjadi Redaktur Kuliahalislam.com .Lekat dengan dunia aktivisme,
Articles
Related posts
KeislamanOpini

Merajut Rahmat dan Cinta: Rekonstruksi Kritis Sejarah Kelahiran Nabi

5 Mins read
Kelahiran Nabi Muhammad SAW merupakan titik simpul paling monumental dalam sejarah peradaban kosmik dan teologis umat manusia. Peristiwa ini melampaui batas-batas kronik…
KeislamanOpini

Menyelami Kekhawatiran Mbah Hasyim Asy’ari dalam Bait Alfiyah Ibnu Malik

4 Mins read
Pesantren tradisional Indonesia menyimpan ribuan kisah mutiara hikmah yang sering kali tidak tercatat dalam buku-buku sejarah formal, tetapi hidup abadi di dalam…
KeislamanOpini

Makna Spiritual Pengampunan Nabi Adam Berkat Nur Muhammad

7 Mins read
Perjalanan spiritual umat manusia di muka bumi senantiasa terikat dengan kisah kepatuhan, kejatuhan, dan rahmat yang tiada bertepi. Sebagai makhluk yang dianugerahi…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *