Artikel

Matematika dalam Al-Qur’an: Rahasia Penjumlahan di Surah Al-Kahf 25

3 Mins read

Pendahuluan

​Pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi manusia. Pendidikan memiliki dua bentuk, yaitu akademik dan non-akademik. Kehidupan manusia tidak bisa dilepaskan dari pendidikan, oleh karena itu pendidikan menjadi wajib bagi setiap individu.

​Matematika menjadi salah satu cabang pendidikan yang berhubungan dengan angka. Matematika memiliki peran penting dalam ilmu pengetahuan. Jika berbicara mengenai matematika, maka tidak akan lepas dari pembelajaran dasar. Pembelajaran dasar matematika mencakup pengertian matematika itu sendiri, cara berhitung, penjumlahan, dan pengurangan.

​Masing-masing dasar tersebut memiliki pengertian dan fungsi tersendiri. Adanya pengklasifikasian tersebut memudahkan anak untuk belajar yang dimulai dari matematika dasar. Artikel ini akan berfokus pada salah satu ilmu dasar matematika, yakni penjumlahan, yang akan dikaitkan dengan Al-Qur’an.

​Adapun tujuan pembahasan mengenai konsep penjumlahan dalam Al-Qur’an ini adalah untuk menambah wawasan serta menginformasikan kepada khalayak luas bahwa Al-Qur’an—sebagai kitab petunjuk umat manusia—memiliki cakupan pembahasan yang sangat luas, termasuk dalam bidang sains.

Pembahasan

Pengertian Penjumlahan

​Penjumlahan adalah salah satu operasi matematika dasar yang harus dipelajari anak-anak. Secara sederhana, penjumlahan berarti menambah jumlah. Operasi penjumlahan melibatkan penggabungan satu kumpulan benda dengan benda lain untuk mendapatkan hasil akhir yang disebut “jumlah”. Dalam istilah matematika, bilangan yang dijumlahkan disebut “suku”, yang kemudian digabungkan dengan tanda tambah (+).

​Berhitung dalam penjumlahan adalah proses operasi dasar aritmetika yang dilakukan siswa dengan cara menambahkan dua buah bilangan atau lebih. Berhitung menjadi sarana penting yang harus dipelajari oleh siswa yang baru mengenal matematika. Hal tersebut krusial karena matematika tidak akan pernah terlepas dari aktivitas menghitung.

​Berhitung dalam matematika mencakup proses menjumlahkan, mengurangi, mengalikan, atau membagi objek. Dari proses tersebut, akan dihasilkan sebuah angka. Salah satu ciri khas berhitung adalah menyebutkan deret angka secara berurutan, terkadang dengan bantuan jari tangan sebagai alat bantu.

Baca...  Ustadz Hanan Attaki, Pelopor Gerakan Hijrah Di Indonesia

​Awal dari penjumlahan adalah menghitung beberapa angka sehingga mendapatkan hasil akhir. Keduanya merupakan kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Dalam matematika, jika ada penjumlahan (menambah), maka ada pula pengurangan sebagai lawannya. Pengurangan adalah proses mengambil angka yang lebih kecil dari angka yang lebih besar sehingga menghasilkan sisa yang sesuai.

Analisis Surah Al-Kahf: 25 Perspektif Tafsir Asy-Sya’rawi

​Al-Qur’an sebagai mukjizat tentu memuat banyak ilmu pengetahuan, termasuk matematika. Operasi bilangan dasar matematika terbagi menjadi empat, salah satunya adalah penjumlahan. Operasi penjumlahan terdapat dalam beberapa surah di Al-Qur’an, namun artikel ini berfokus pada satu ayat saja.

​Surah yang menunjukkan literatur penjumlahan terdapat pada Q.S. Al-Kahf ayat 25:

​وَلَبِثُواْ فِي كَهۡفِهِمۡ ثَلَٰثَ مِاْئَةٖ سِنِينَ وَٱزۡدَادُواْ تِسۡعٗا

Artinya: “Dan mereka tinggal dalam gua mereka tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun lagi.”

​Ayat tersebut berbicara mengenai lamanya pemuda Ashabul Kahf tertidur di dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun. Ayat ini menyebutkan operasi bilangan penjumlahan tanpa menyebutkan hasilnya secara eksplisit (309). Operasi tersebut diwakili oleh lafaz izdaadu yang berarti “bertambah” atau “ditambah”. Dalam Kamus Arab Indonesia karya Prof. Dr. H. Mahmud Yunus, lafaz izdaadu memiliki arti bertambah. Hal ini mengisyaratkan bahwa operasi bilangan telah termaktub dalam Al-Qur’an sejak 1400 tahun yang lalu.

​Menurut Asy-Sya’rawi dalam kitabnya, Tafsir Asy-Sya’rawi, ayat ini menerangkan tentang pemuda yang menghabiskan waktunya tertidur di dalam gua selama 300 tahun menurut perhitungan matahari (Syamsiyah). Sedangkan jika dihitung berdasarkan perhitungan bulan (Qamariyah/Hijriah), waktunya menjadi 309 tahun. Konteks lafaz izdaadu mencakup perbedaan antara tahun Masehi dan tahun Hijriah.

​Penyebutan lafaz izdaadu dalam Al-Qur’an lebih mengarah kepada penjelasan secara non-indrawi. Ada dua lafaz yang memiliki akar kata serupa namun berbeda konteks, yaitu zaada dan izdaadu. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan makna yang mendalam dalam penggunaan kosakata Al-Qur’an meski secara umum keduanya berarti “bertambah”.

Baca...  Prediksi Cuaca Hari Ini: Langkah Awal Antisipasi Aktivitas Harian

Kesimpulan

​Matematika sebagai bagian dari dunia pendidikan memiliki pengaruh luar biasa bagi kecerdasan logika. Pembelajaran matematika dasar terdiri dari operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Penjumlahan adalah proses menggabungkan angka satu dengan angka lainnya menggunakan tanda (+).

​Al-Qur’an mencakup pengetahuan yang sangat luas. Konsep penjumlahan tersirat dalam Surah Al-Kahf ayat 25 melalui lafaz izdaadu. Hal tersebut selaras dengan penjelasan dalam Tafsir Asy-Sya’rawi bahwa penambahan sembilan tahun tersebut merupakan bentuk konversi dari kalender matahari ke kalender bulan.

Daftar Pustaka

Buku

  • ​Yunus, Mahmud. (2010). Kamus Arab-Indonesia. Jakarta: PT Hidakarya Agung.
  • ​Asy-Sya’rawi, Mutawwali. Tafsir Asy-Sya’rawi. Mesir: Al-Azhar.

Jurnal

  • ​Izzati, Nurul, dkk. (2022). “Pengembangan Konsep Penjumlahan dan Pengurangan Melalui Metode Jarimatika pada Anak Usia Dini”. Incrementapedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, Vol. 4, No. 2.
  • ​Jelatu, Silfanus, dkk. (2019). “Pengaruh Pendekatan Matematika Realistik Terhadap Pemahaman Konsep Matematika Siswa”. Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika, Vol. 8, No. 2.
  • ​Laksana, I Kadek Dharma dan Kertiasih, Ni Ketut. (2013). “Media Pembelajaran Matematika Penjumlahan dan Pengurangan untuk Siswa SLB/C”. JPTK Undiksha, Vol. 10, No. 1.
  • ​Putra, Imam Setiadi. (2020). “Klasifikasi Ayat-Ayat Al-Qur’an yang Memuat Konsep Operasi Bilangan serta Integrasinya dengan Agama Islam”. FITUA: Jurnal Studi Islam, Vol. 1, No. 2.
  • ​Siregar, Avridayati, dkk. (2023). “Penjumlahan, Pengurangan, Pembagian, Perkalian pada Operasi Bilangan Bulat”. Innovative: Journal Of Social Science Research, Vol. 3, No. 2.
  • ​Sukmawati, dkk. (2024). “Meningkatkan Keterampilan Berhitung Operasi Penjumlahan Bilangan Asli Menggunakan Media Manik-Manik pada Siswa Kelas 1 SDN No. 14 Inpres Cikowang Kabupaten Takalar”. Jurnal Bintang Pendidikan Indonesia, Vol. 2, No. 2.
1 posts

About author
STIQSI Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an dan Sains Lamongan
Articles
Related posts
Artikel

Luxury villa ground transfers and VIP arrival in Bali

7 Mins read
Picture this, you step out of the car with your bags, or you walk up to the villa gate, and you just…
Artikel

5 Rekomendasi Paket Internet Umroh Termurah yang Nyaman Dipakai

3 Mins read
Pergi umroh di zaman sekarang rasanya nggak bisa dilepaskan dari internet. Bukan sekadar untuk update foto atau video, tapi lebih ke kebutuhan…
Artikel

Akselerasi Karier di Era Ekonomi Hijau: Mengapa Literasi ESG Menjadi Kunci Kesuksesan

2 Mins read
Dunia profesional pada tahun 2026 telah mengalami transformasi besar-besaran. Jika satu dekade lalu keahlian teknis dalam bidang keuangan atau operasional sudah dianggap…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×
Keislaman

​Ekonomi Pesantren: Studi Etnografi di Toserba Sunan Drajat

Verified by MonsterInsights