SURAKARTA – Mahasiswa Institut Islam Mamba’ul ‘Ulum (IIM) Surakarta melaksanakan praktik nyata Ujian Akhir Semester (UAS) untuk mata kuliah Civic Education yang diampu oleh Dr. Muhammad Kurniawan. Kegiatan ini digelar langsung di Gedung DPRD Kota Surakarta, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah, pada Jumat (12/06/2026).
Agenda ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai fakultas, antara lain Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), Fakultas Syariah dan Ekonomi Syariah, serta Fakultas Tarbiyah. Kegiatan field trip ini menjadi momen pertama bagi mahasiswa semester 2 untuk mengenal lebih dekat fungsi dan kebijakan politik lembaga legislatif tersebut.
“Acara ini merupakan yang pertama kali bagi mahasiswa semester 2 dalam mengenalkan kebijakan politik serta fungsi DPRD, khususnya di Surakarta,” ujar perwakilan dosen IIM Surakarta. Ia juga menambahkan bahwa kunjungan lapangan ini bertujuan untuk memberikan perspektif baru bagi para mahasiswa. “Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pandangan baru yang lebih luas bagi mahasiswa dan mahasiswi semester 2 IIM Surakarta,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Roro, anggota DPRD Kota Surakarta dari Fraksi PDIP Komisi IV (Bidang Kesejahteraan Rakyat), turut memberikan motivasi. Ia menekankan kepada para mahasiswa bahwa politik sebenarnya tidak seseram yang dibayangkan, melainkan sebuah seni.
“Politik itu adalah seni untuk mengolah, sama halnya seperti kita memainkan musik,” ujar Roro.
Pernyataan tersebut memicu antusiasme peserta. Sesi diskusi berlangsung aktif, di mana ada empat mahasiswa yang mengajukan pertanyaan. Salah satu penanya bahkan secara terbuka mengungkapkan kekhawatirannya terhadap dunia politik.
Kegiatan luar kelas yang diinisiasi oleh Dr. Muhammad Kurniawan ini memberikan pengalaman belajar yang luar biasa bagi mahasiswa. Sejak beberapa pertemuan perkuliahan sebelumnya, ia memang berkomitmen untuk membuka cakrawala berpikir mahasiswanya.
“Agar kalian tidak hanya mendapatkan nilai UAS, tetapi juga mengetahui secara langsung fungsi penting dari kebijakan politik yang dirumuskan oleh para pemangku kebijakan,” ungkap Dr. Muhammad Kurniawan memungkasi.

