Berita

Keseruan Tradisi Grebeg Pakujoyo Sukoharjo dalam Perayaan Tahun Baru Islam

1 Mins read

Suasana ramai menyelimuti kantor Kelurahan Gayamsari, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah. Kelurahan ini kembali merayakan Tahun Baru Islam dengan menanamkan nilai-nilai budaya, atau dalam bahasa Jawa disebut nguri-nguri budoyo. Tradisi ini bermakna untuk terus melestarikan budaya yang kini sering diabaikan oleh sebagian masyarakat perkotaan atau perumahan pada umumnya.

​Melalui keterlibatan warga dari seluruh RW di Gayamsari, antusiasme masyarakat tampak begitu besar. Momen ini tidak hanya menampilkan berbagai tarian tradisional, tetapi juga alat musik modern ditambah musik dangdut sebagai ikon masyarakat Gayamsari. Perpaduan ini memberikan kegembiraan tersendiri bagi para peminatnya pada Selasa (16/06/2026).

​Meskipun persiapan dimulai sejak jam 6 pagi dan rombongan baru berangkat jam 8 pagi—membuat acara agak molor dari jadwal—hal tersebut tidak membuat masyarakat kesal.

​Suasana guyub rukun dan saling melontarkan guyonan antar-lintas generasi membuat acara ini semakin hidup, berdampingan dalam prinsip Islam. Kerukunan serta kekompakan ini menciptakan nilai kebersamaan, baik sesama Muslim maupun non-Muslim, yang memberikan dampak luar biasa bagi masyarakat.

​Salah satu perwakilan warga yang menjadi peserta berseloroh, “Acaranya lama sekali, pejabatnya tidak usah ditunggu, kelamaan,” ujarnya sambil tertawa dengan wajah yang gemas karena lelah menunggu. Mereka menanti Bupati dan para pejabat duduk manis menyaksikan gemuruh luar biasa dari perayaan tersebut.

​Menariknya, setelah melakukan jalan sehat yang dimulai (start) dari kantor Kelurahan, rute berputar melewati GOR Bung Karno hingga ke Pakujoyo. Di sana, warga disambut dengan pesta berebut sayur-sayuran dan makanan lainnya. Tradisi ini dilakukan dengan harapan mendapatkan berkah atas rahmat Allah SWT, sekaligus menjadi momen untuk menata kembali niat masing-masing. Ritual ini biasa disebut sedekah gunung, sebuah simbol bahwa gunung adalah sumber kehidupan yang perlu dilestarikan.

Baca...  Dorong Keterbukaan di Amal Usaha Muhammadiyah, Ketum PP Pemuda Muhammadiyah Sarankan Bentuk LKPP

​Meskipun penulis tidak mendengar langsung sambutan dari Bupati mengenai Grebeg Pakujoyo, rasa lelah setelah berjalan kaki terbayar oleh pengalaman luar biasa menyaksikan kerumunan warga yang begitu antusias.

​Kata “Grebeg” sendiri memiliki makna kerumunan atau berkumpulnya warga untuk menyambut tahun baru. Sementara “Pakujoyo” merupakan nama taman dan daerah yang terletak dekat dengan kantor kelurahan setempat.

74 posts

About author
Direktur Lembaga Pers dan Penerbitan PC IPNU Kabupaten Sukoharjo, Pengurus PC GP Ansor Kabupaten Sukoharjo.
Articles
Related posts
Berita

KBIHU Labbaik RSML menggelar Medical Check-Up Bagi Calon Jamaah Haji 2027

1 Mins read
KULIAHALISLAM  – Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Labbaik RS Muhammadiyah Lamongan menggelar kegiatan Medical Check-Up (MCU) bagi para calon jamaah…
BeritaMuhammadiyahSUMU

​SUMU Batam Dorong UMKM Tertib Finansial Lewat Business Forum

2 Mins read
​Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Kota Batam terus mendorong peningkatan kapasitas pelaku usaha melalui penguatan literasi dan tata kelola bisnis. Upaya tersebut diwujudkan…
Berita

Wakil Bupati Buleleng Lepas Mahasiswa Penerima Beasiswa PERGUNU ke UAC Mojokerto

1 Mins read
​Wakil Bupati Buleleng didampingi Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Buleleng, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Buleleng, dan Ketua Tanfidziyah Pengurus…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×
Berita

​Menata Kembali Orientasi Cinta di Awal Tahun Baru Hijriyah 1448 H: Kajian Hangat dari PCIA Malaysia