Keislaman

Kontribusi Ilmu Kalam Untuk Menyelesaikan Persoalan Radikalisme dan Sekulerisme 

4 Mins read

Radikalisme adalah paham atau aliran radikal. Radikal merupakan perubahan secara mendasar dan prinsip, atau dapat diartikan bahwa radikalisme berarti suatu konsep atau semangat yang berupaya mengadakan perubahan secara menyeluruh dan mendasar tanpa memperhitungkan adanya peraturan-peraturan atau ketentuan-ketentuan konstitusional, politis dan social yang berlaku (Sesmiarni, 2015).

Justru radikal dilakukan oleh individu/masyarakat yang justru memiliki label sebagai seorang yang mengaku beriman (beragama), lalu timbul pertanyaan dimanakah peran agama pada situasi seperti tersebut. Islam adalah agama yang mengajarkan untuk berbuat baik kepada orang lain (nilai-nilai humanis) yang kesemua hal tersebut adalah berkaitan dengan konsep keimanan.

Dengan demikian radikalisme yang terjadi di kalangan kaum muslim di Indonesia khususnya, terjadi akibat ajaran agama belum dihayati, dipedomani dan diaktualkan sebagaimana mestinya. Jika ajaran agama telah diyakini serta dijalankan secara konsisten, maka tindakan radikalisme tidak akan pernah terjadi (Ruslan, 2015).

Sekularisasi sebagai sebuah proses sejarah telah mengubah cara pandang manusia terhadap alam yang dulunya terpaku kepada dogmatisme agama berubah kepada rasionalisme kritis. Sekularisasi sebagaimana dilansir oleh Paul H. Landis “The trend a way a secular and rational interpretation is known as ‘secularitation” (kecendrungan mengenai cara melakukan interpretasi yang bersifat sekuler dan rasional itulah yang dikenal sebagai sekularisasi).

Artinya, terlepasnya dunia dari pengertian-pengertian yang suci, atau dari semua mitos supranatural. Sekularisasi masih mengakui kebebasan manusia untuk beraktivitas dalam proses sejarah termasuk kebebasan beragam di dalamnya, sedangkan sekularisme lebih bersifat tertutup, artinya sudah bukan merupakan proses lagi, ia sudah merupakan suatu paham atau ideologi (Tasman, 2021).

Konstribusi Ilmu Kalam dalam menyelesaikan persoalan radikalisme dan sekularisme:

Tantangan Radikalisme

Radikalisme dapat diartikan sebagai reaksi terhadap kondisi dan keadaan sedang terjadi. Reaksi itu biasanya mengemuka mengarah kepada yang berbentuk evaluasi, penolakan, termasuk perlawanan yang ekstrim, fundamental, revolusioner, menyeluruh, ultra, dan fanatik.

Baca...  Gus Ulil Ngaji Ihya’ Ulumuddin: Manifestasi Kelembutan

Menurut Devi dan Arif (2022) menyatakan bahwa hal-hal yang ditolak dapat berupa asumsi, ide, lembaga, atau nilai-nilai yang dapat bertanggungjawab terhadap keberlangsungan keadaan yang ditolak.

Kalam dapat digunakan untuk menjawab tantangan radikalisme dengan memberikan pemahaman dan menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang damai dan toleran. Kalam juga dapat digunakan untuk menunjukkan bahwa kekerasan tidak dibenarkan dalam Islam, karena dalam Islam mengajarkan untuk menghormati hak asasi manusia dan menghargai perbedaan.

Hammy (2016) menjelaskan bahwa Agama Islam mengajarkan untuk mencegah terjadinya konflik antar agama, terjadinya radikalisme agama, sekaligus pada saat yang sama memupuk terwujudnya sikap yang apresiatif positif terhadap pluralitas dalam dimensi dan perspektif apapun.

Kalam juga dapat memberikan kritik terhadap paham radikalisme. Kalam dapat menunjukkan bahwa paham radikalisme adalah paham yang bertentangan dengan ajaran Islam. Paham ini telah merusak citra Islam dan menyebabkan perpecahan di tengah umat Islam.

Rodin (2016) menjelaskan bahwa radikalisme tidak sesuai degan ajaran Islam sehingga tidak patut untuk ditujukan dalam agama Islam karena sesungguhnya dalam Islam tidak ada yang namanya radikalisme. Dalam Al Qur’an dan Hadits sendiri memerintahkan umatnya untuksaling menghormati dan menyayangi serta bersikap lemah lembut kepada orang lain meskipun orang itu penganut agama lain.

Dalam menghadapi tantangan radikalisme, kalam dapat memberikan pemahaman Islam yang damai dan toleran. Islam mengajarkan cinta kasih dan persaudaraan sesama manusia. Islam juga mengajarkan toleransi terhadap perbedaan agama dan keyakinan (Kambali, 2024).

Tantangan Sekularisme

Sekularisme menjadi tantangan besar bagi umat beragama saat ini. Hal ini karena sekularisme telah mengikis unsur-unsur spiritual, ketuhanan dan agama dalam kehidupan sosial dan politik. Sekularisme Islam merupakan tantangan yang cukup serius bagi umat Islam.

Baca...  Dialektika Ilmu Kalam terhadap Radikalisme dan Sekulerisme

Sekularisme Islam adalah paham yang memisahkan agama dari negara dan kehidupan bermasyarakat. Paham ini didasarkan pada keyakinan bahwa agama hanya mengatur urusan pribadi, sedangkan urusan publik harus diatur oleh negara berdasarkan akal dan rasio.

Kalam, sebagai salah satu disiplin ilmu Islam yang mempelajari tentang akidah dan tauhid, memiliki peran penting dalam menjawab tantangan sekularisme Islam.

Kalam dapat digunakan untuk memperkuat akidah dan tauhid umat Islam, sehingga mereka tidak mudah terpengaruh oleh paham sekularisme. Kalam dapat digunakan untuk menjawab tantangan sekularisme dengan menunjukkan bahwa Islam tidak bertentangan dengan kehidupan modern.

Kalam juga dapat digunakan untuk menunjukkan bahwa Islam memiliki nilai-nilai universal yang dapat diterapkan dalam kehidupan modern.

Kalam menjawab tantangan sekularisme Islam yaitu dengan cara:

Menyebarkan pemahaman tentang akidah dan tauhid yang benar

Kalam memiliki peran penting dalam menghadapi tantangan sekularisme Islam. Kalam dapat digunakan untuk menyebarkan pemahaman tentang akidah dan tauhid yang benar dan penting bagi kehidupan, sehingga umat Islam tidak mudah terpengaruh oleh paham sekularisme. Kalam juga dapat digunakan untuk membantah berbagai argumentasi sekularisme yang bertentangan dengan akidah dan tauhid.

Membangun kesadaran umat Islam tentang pentingnya peran agama dalam kehidupan

Kalam dapat digunakan untuk menjelaskan kepada umat Islam bahwa agama berperan penting dalam kehidupan. Hal ini karena agama tidak hanya mengatur urusan pribadi, tetapi juga mengatur urusan publik, tidak hanya tentang ibadah kepada Allah, tetapi juga hubungan dengan makhluk lain. Kalam juga dapat digunakan untuk menunjukkan bahwa agama dapat memberikan solusi yang lebih baik bagi berbagai permasalahan umat manusia.

Islam mengatur seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk kehidupan publik. menjelaskan bahwa prinsip universal dalam Islam mencakup seluruh aspek kehidupan manusia baik yang berhubungan dengan masalah aqidah, ibadah, dan akhlak, yang berimplikasi pada diterimanya atau diakuinya syariat Islam sebagai suatu doktrin keagamaan.

Baca...  Hakikat Pahala Menurut Ulama

Dengan membangun kesadaran umat Islam tentang pentingnya peran agama dalam kehidupan, umat Islam akan lebih menghargai agama dan menjadikannya sebagai pedoman dalam kehidupan. Hal ini akan membuat umat Islam lebih resisten terhadap pengaruh paham sekularisme.

Menghadirkan model-model kepemimpinan yang berlandaskan akidah dan tauhid

Kalam dapat digunakan untuk mendorong umat Islam untuk menjadi pemimpin yang berlandaskan akidah dan tauhid. Pemimpin yang berlandaskan akidah dan tauhid akan mampu membangun masyarakat yang adil dan makmur, serta menjunjung tinggi nilai-nilai Islam.

Islam adalah agama yang Rahmatan lil ‘alamin, mengajarkan kasih sayang dan keadilan bagi seluruh makhluk hidup termasuk manusia. Oleh karena itu, negara yang dibangun berdasarkan ajaran Islam akan menjadi negara yang adil dan damai bagi seluruh rakyatnya.

Dalam menghadapi tantangan sekularisme, kalam dapat memberikan argumentasi bahwa agama memiliki peran penting dalam kehidupan bernegara. Agama dapat menjadi sumber moralitas dan etika dalam kehidupan bermasyarakat. Agama juga dapat menjadi sumber motivasi untuk membangun peradaban yang adil dan sejahtera (Kambali, 2024).

References

Kambali, N. A. (2024). Kalam Menjawab Tantangan dan Persoalan Islam Masa Kini. Risalah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam, 10(4), 1808-1811.

Ruslan, I. (2015). Islam dan Radikalisme: Upaya Antisipasi dan Penanggulangannya. Kalam: Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam, 9(2), 226-229.

Sesmiarni, Z. (2015). Membendung Radikalisme dalam Dunia Pendidikan Melalui Pendekatan Brain Based Learning. Kalam: Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam, 9(2), 235.

Tasman. (2021). Agama dan Sekularisme: Kebangkitan Islam pada Masa Kontemporer. DAKWAH: Jurnal Kajian Dakwah dan Kemasyarakatan, 25(2).

1 posts

About author
Mahasiswi
Articles
Related posts
KeislamanTokoh

Haji Samanhudi Pendiri Sarekat Dagang Islam

3 Mins read
Kuliahalislam.Haji Samanhudi, lahir di Karanganyar, Solo tahun 1868 dan wafat di Klaten, 28 Desember 1956. Dia merupakan pendiri Sarekat Dagang Islam (SDI)…
Keislaman

Sumpah Dalam Islam

3 Mins read
Kuliahalislam.Sumpah menurut pengertian syariat adalah menahkikan atau menguatkannya dengan menyebut nama Allah atau salah satu sifat-Nya (Tahqiq al-amr au ta’kiduhu bizikr ismi…
KeislamanSejarah

Perkembangan Sarekat Islam Di Indonesia

8 Mins read
Kuliahalislam.Sarekat Islam (SI) merupakan sebuah organisasi politik Indonesia yang paling menonjol pada awal abad ke-20, didirikan pada 10 September 1912. Sarekat Islam…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×
Keislaman

Membedah Akar Ideologis Radikalisme dan Sekularisme

Verified by MonsterInsights