Tokoh

KH Ali Mas’ud: Penyebar Islam Tanpa Intensi Berdakwah

2 Mins read

KH Ali Mas’ud, yang lebih dikenal sebagai Mbah Ud, adalah salah satu tokoh yang namanya begitu dihormati oleh masyarakat Sidoarjo, khususnya di Desa Pagerwojo. Meski makamnya jarang diperbincangkan di luar daerah, tempat ini telah menjadi ikon di Kota Sidoarjo, menarik ratusan peziarah setiap dua Jumat sekali.

Mereka datang dengan harapan mendapatkan keberkahan melalui doa-doa yang dilantunkan di hadapan makamnya. Kaitan kata per kata untuk melantunkan tiap doa secara khusyuk agar di setiap doa yang mereka bisikkan di depan makam.

Namun, apa yang membuat Mbah Ud begitu dikenal dan dicintai? Jawabannya terletak pada kehidupan beliau yang teladan, kebijaksanaan, dan sifatnya yang membumi.

Lahir pada tahun 1903 di Pondok Pesantren Sono Sidokerto, Kunduran, Sidoarjo, Mbah Ud adalah putra kedua dari pasangan Kiai Sa’id dan Nyai Hj Fatimah. Ketika kedua orang tuanya bercerai, beliau pindah bersama ibunya ke Desa Pagerwojo. Kehidupannya di masa muda sederhana, namun kepribadian beliau mulai menonjol karena kebijaksanaan dan karismanya.

Meskipun tidak pernah mengenyam pendidikan formal dan tidak bisa baca tulis, Mbah Ud memiliki kemampuan luar biasa dalam membaca Al-Qur’an dan kitab-kitab Islam lainnya.

Hal ini diyakini berasal dari ilmu laduni, yaitu ilmu yang diberikan langsung oleh Allah SWT melalui ilham. Salah satu kisah terkenal adalah ketika beliau menulis surat kepada KH Rodi di Krian hanya dengan guratan pensil bergelombang, yang tetap dapat dipahami oleh penerimanya.

Mbah Ud dikenal sebagai sosok yang tidak banyak bicara kecuali jika ucapannya membawa manfaat. Karakter beliau yang sholeh, sabar, dan rendah hati menjadikan masyarakat sangat mencintainya.

Banyak orang datang kepadanya untuk meminta nasihat dalam menghadapi berbagai persoalan hidup, mulai dari konflik keluarga hingga masalah ekonomi. Nasihat-nasihatnya tidak hanya menyentuh hati tetapi juga mengarahkan masyarakat pada nilai-nilai Islam yang luhur.

Baca...  Pembaruan Metode dan Pendekatan dalam Studi Islam: Muhammad Arkoun dan Jasser Auda

Meski tidak pernah berniat untuk menyebarkan agama secara langsung, kehidupan beliau yang penuh teladan menjadi dakwah tersendiri.

Seorang juru kunci makam, Pak Muhdor, pernah mengatakan bahwa Mbah Ud tidak memiliki intensi untuk berdakwah. Namun, karena ilmunya yang luar biasa, banyak orang yang datang kepadanya dan belajar Islam melalui kebijaksanaan beliau.

Ada banyak kisah yang menunjukkan keajaiban dalam kehidupan Mbah Ud. Salah satunya terjadi saat beliau masih kecil. Suatu hari, Mbah Ud yang dikenal bandel tiba-tiba menghilang tanpa jejak.

Setelah dicari-cari, beliau ditemukan tertidur di dalam air di kamar mandi oleh seorang santri pondok. Kisah ini semakin mengukuhkan pandangan masyarakat bahwa beliau memiliki karomah atau kelebihan spiritual.

Selain itu, perjalanan hidup Mbah Ud yang berpindah-pindah ke berbagai daerah seperti Mojokerto, Gresik, dan Jombang turut menyebarkan nama beliau. Kepribadiannya yang karismatik membuat masyarakat di kota-kota tersebut juga mengenalnya dan mengaguminya. Dengan cara ini, ajaran Islam yang beliau bawa menyebar tanpa intensi dakwah formal.

Semasa hidupnya, Mbah Ud tidak hanya dikenal sebagai pemecah masalah, tetapi juga sebagai penjaga harmoni dalam masyarakat. Beliau tidak pernah memaksa orang untuk mengikuti pendapatnya, tetapi memberikan pandangan yang solutif dan Islami. Kesederhanaan, keteguhan iman, dan sikap rendah hati inilah yang menjadi inti dari pengaruhnya.

Meskipun telah wafat, keberadaan makamnya di Pagerwojo terus menjadi pusat perhatian masyarakat, bukan hanya sebagai tempat ziarah tetapi juga sebagai simbol nilai-nilai Islam yang damai dan membumi. Masyarakat yang datang ke makam beliau tidak hanya mencari keberkahan tetapi juga terinspirasi oleh kisah hidupnya.

1 posts

About author
Mahasiswa
Articles
Related posts
ArtikelPendidikanTokoh

Dahnil Anzar Simanjuntak: Model Pemikir & Pelopor Multidimensi

5 Mins read
KULIAHALISLAM.COM-Dalam panggung besar politik Indonesia, seringkali kita melihat pemisahan yang tajam antara aktivis yang berteriak di jalanan, akademisi yang berteori di ruang…
KeislamanTokoh

Ibnu Rusyd Filsuf Muslim Terkemuka Dari Andalusia

6 Mins read
Kuliahalislam.Ibnu Rusyd al-Hafizh (520-595 H), mepunyai nama lengkap bernama Abu al-Walid Muhammad bin Ahmad bin Muhammad bin Ahmad bin Ahmad bin Rusyd…
Tokoh

Buya Hamka dan Seni Bicara yang Menyentuh Hati

2 Mins read
Suatu sore yang sunyi, di sebuah ruang tahanan yang sempit, seorang ulama duduk dengan tenang. Tidak ada teriakan, tidak ada amarah yang…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×
Keislaman

Terorisme dalam Perspektif Al-Quran

Verified by MonsterInsights