Sejarah baru tercipta di kancah persyarikatan Muhammadiyah luar negeri. Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah (PRIM) dan Pimpinan Ranting Istimewa ‘Aisyiyah (PRIA) Klang Lama, Kuala Lumpur, resmi dilantik langsung oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Ini menjadi ranting pertama di dunia yang dilantik langsung dari pusat.
Pelantikan yang berlangsung pada 20 September 2026 di Klang Lama, Kuala Lumpur ini tidak hanya berlangsung khidmat, tetapi juga sangat hidup dan meriah berkat persembahan apik dari DINAR VOICE.
Acara semakin istimewa dengan kehadiran Deputy Chief of Mission (DCM) KBRI Kuala Lumpur, Bapak Danang Waskito. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan amanat sekaligus apresiasi yang tinggi.
”Pelantikan setingkat Ranting, tapi kemeriahannya luar biasa. Setiap ada kata sambutan, pasti ada lagu pengiring saat naik ke pentas,” ujar Danang Waskito.
Beliau menilai hal ini sebagai bukti keaktifan ‘Aisyiyah yang berdakwah secara kreatif.
”Ini bukti keaktifan ‘Aisyiyah yang dapat berdakwah dengan kreatif. Ibu saya dulu juga anggota ‘Aisyiyah yang aktif ‘Samroh Rebana’,” kenangnya.
Menurutnya, lirik-lirik lagu yang dibawakan DINAR VOICE mewakili hal yang harus dilakukan oleh sebuah organisasi: kolaborasi, koordinasi, dan satu visi.
Lebih lanjut, DCM menegaskan komitmen negara untuk hadir bagi WNI. Beliau menyampaikan bahwa minggu lalu tiga menteri hadir dan menekankan pentingnya negara hadir, melayani, serta melindungi WNI sesuai ketentuan yang berlaku.
”Dalam kaitan ini, PRIM dan PRIA dapat menjadi mata, telinga, dan tangan KBRI. Sebab, KBRI tidak dapat menjangkau seluruh lokasi yang tersebar di Malaysia. Tentu KBRI siap jika ormas melakukan koordinasi dan komunikasi terkait pelayanan serta perlindungan WNI/PMI,” tegasnya.
Tiba pada acara inti, Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Bapak Muhammad Sayuti, M.Pd., M.Ed., Ph.D., menyampaikan amanat dalam pelantikan dan pengukuhan tersebut.
”Ranting pertama di dunia yang dilantik langsung dari Pusat adalah Ranting Istimewa Klang Lama,” tegasnya.
Beliau meminta seluruh jajaran pimpinan ranting untuk bangga dan tetap eksis. “Walaupun penat bekerja, masih tetap memikirkan organisasi. Jadi tidak heran, kaum BanglaDesa — Bangsa Lamongan Desa — ini sudah terkenal menyebar di mana-mana, semangatnya luar biasa,” ujarnya yang disambut tepuk tangan hadirin.
Pelantikan ini juga disaksikan langsung oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Ir. Tamhid Mashudi; Wakil Sekretaris PWM Jawa Timur, Zaenal Arifin; serta Penata Canseleri Sosbud KBRI Kuala Lumpur, Very Iswandi.
Pak Sayuti, sapaan akrabnya, kembali memuji persembahan DINAR VOICE asal Solokuro, Lamongan. Menurutnya, gubahan lagu-lagunya sangat mesra dan apik mengiringi setiap langkah tamu ke pentas—sesuatu yang jarang bisa dilakukan orang.
”Mengharapkan DINAR VOICE kelak bisa tampil di acara yang lebih besar lagi,” harapnya.
Di akhir sambutannya, beliau menyampaikan tausyiah ringan tentang keikhlasan berinfak. “Jangan anggap enteng nominal kecil: merah seratus ribu, biru lima puluh ribu, hijau dua puluh ribu, atau sepuluh ribu. Justru yang nilainya kecil namun rutin diinfakkan dalam jumlah banyak, itu yang akan menjamin masuk surga.”
Acara ditutup dengan foto bersama seluruh tamu undangan sebagai kenangan abadi.
Jurnalis: Sholikan Abd Halim
Foto: Tim Dokumentasi PCIM Malaysia

