INDRAMAYU — Masyarakat Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, dihebohkan oleh dugaan keberadaan dan penyebaran kelompok ajaran yang menamakan diri Islam 4S (Silaturahmi, Sedekah, Salat, dan Sabar). Ajaran ini pertama kali terdeteksi berkembang di wilayah Kecamatan Kroya dan Bongas sebelum menyebar ke beberapa kecamatan lain di sekitarnya.
Penyebaran ajaran ini diduga dipimpin oleh seorang wanita berinisial D yang menjalankan aksinya dengan modus pengobatan alternatif.
Modus Operandi dan Pokok Ajaran
Berdasarkan penelusuran dan hasil prapemeriksaan yang dilakukan pihak berwenang serta tokoh masyarakat setempat, terdapat sejumlah poin utama terkait pengajaran kelompok tersebut:
- Pencegahan Berobat ke Dokter: Para pengikut—khususnya warga lanjut usia atau juragan sawah yang sedang sakit—diajarkan untuk tidak berobat ke fasilitas medis medis/dokter, melainkan cukup mengandalkan silaturahmi dan sedekah kepada kelompok tersebut sebagai sarana kesembuhan.
- Kewajiban Sedekah dan Penjualan Aset: Pengikut diwajibkan menghadiri pertemuan rutin sambil membawa uang tunai, makanan, dan kebutuhan pribadi pimpinannya (D). Dilaporkan ada pengikut yang sampai menjual lahan sawah demi memenuhi tuntutan sedekah kelompok ini.
- Penyimpangan Pemahaman Agama: Dalam proses klarifikasi dan tabayun di KUA Kroya, pemimpin ajaran tersebut diduga menganggap Nabi Muhammad SAW memiliki kedudukan setara dengan presiden (manusia biasa). Selain itu, ada laporan bahwa pengajaran kelompok ini juga cenderung mengabaikan pelaksanaan salat lima waktu.
- Latar Belakang Pimpinan: Ketua MUI Indramayu mengungkapkan bahwa sosok D dilaporkan belum menguasai ilmu agama secara mendalam dan masih terbata-bata saat membaca Al-Qur’an.
Tanggapan MUI dan Pihak Berwenang
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Indramayu melalui Ketuanya, KH Ahmad Syaerozi Bilal, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari masyarakat dan telah melakukan upaya klarifikasi awal.
MUI menegaskan bahwa saat ini mereka masih mengkaji hasil kajian lapangan secara komprehensif sebelum mengeluarkan penetapan fatwa resmi terkait status ajaran tersebut. MUI mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terprovokasi, serta lebih selektif dan waspada terhadap paham atau pengobatan alternatif yang menyimpang dari akidah Islam maupun logika medis.
Referensi Sumber Berita Online
Artikel dan informasi berita ini dirangkum dari beberapa liputan media massa terpercaya:
- Tribunnews.com: MUI Ungkap Dugaan Aliran Sesat di Indramayu, Ajarkan Orang Sakit Tak Perlu ke Dokter.
- TribunJabar.id: Aliran ‘Islam 4S’ di Indramayu Ternyata Sudah Menyebar 4 Tahun, Anggap Nabi Muhammad Setara Presiden.
- TribunJabar.id / Serambinews.com: Sosok Wanita D Penyebar Aliran ‘Islam 4S’ di Indramayu Ternyata Belum Lancar Baca Al-Qur’an.
Untuk gambaran lebih detail mengenai proses klarifikasi dan keterangan pengurus MUI Indramayu, Anda dapat menyaksikan Laporan Liputan Aliran Islam 4S di Indramayu.
Video tersebut relevan karena menyajikan rekaman laporan lapangan serta pernyataan langsung dari Ketua MUI Indramayu terkait fenomena ajaran ini.

