JAKARTA – Resepsi Milad ke-24 Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) dihelat di Aula Lantai 4 Perpustakaan Nasional, Gambir, Jakarta Pusat pada Rabu (29/7/2026). Tema milad Lazismu tahun ini mengusung topik “Integrasi Menguatkan Dampak”.
Dalam acara puncak milad ini, Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat menyampaikan bahwa hari ini menjadi ajang refleksi perjalanan Lazismu selama 24 tahun sejak lahir pada 4 Juli 2002. Tema tersebut diangkat dari spirit Lazismu dalam Rakernas tahun 2025 di Kalimantan Selatan.
”Kita melihat kembali rencana strategis yang di dalamnya ada spirit untuk melakukan transformasi yang terintegrasi dan berdampak,” ujarnya. Ini adalah momentum untuk memperkuat integrasi dalam tata kelola kelembagaan dan memperluas kolaborasi demi meningkatkan dampak program pemberdayaan masyarakat.
Ahmad Mujadid Rais mengatakan, makna berdampak di sini artinya Lazismu perlu memperkuat diri, baik dari sisi tata kelola kelembagaan maupun sistem data. “Integrasi antarsistem tersebut harus dilakukan berdasarkan kebutuhan masyarakat. Apa yang bisa kita bantu untuk memberikan solusi dari masalah yang mereka hadapi,” pungkasnya.
Oleh karena itu, integrasi harus menjadi landasan agar segenap potensi yang dimiliki Lazismu dapat bergerak dalam satu kerangka yang terarah dan menghasilkan dampak yang lebih luas. Lazismu harus hadir menyelami dan memahami apa yang dirasakan masyarakat. Dengan mendengarkan problem tersebut, masyarakat mendapatkan tempat yang tepat untuk mengutarakan isi hatinya.
Ia menilai, hal yang dipikirkan serta bagaimana transformasi itu didesain dalam pemberdayaan masyarakat bertujuan untuk mengubah seorang mustahik menjadi sejahtera. Indikatornya ada dua, yaitu tata kelola dan dampak.
”Ikhtiar ini perlu didudukkan bersama untuk mengukur capaian yang diperoleh sehingga mustahik bisa menjadi muzaki,” tandasnya. “Oleh karena itu, peningkatan kapasitas mustahik juga penting karena yang menjadi fokus utamanya adalah manusia,” jelasnya.
Terakhir, ia menambahkan bahwa program-program yang dijalankan Lazismu harus bisa diukur agar dampaknya terlihat nyata dan para mitra mendapatkan umpan balik. Inilah yang Lazismu harapkan dari tata kelolanya: mampu mempertemukan semua pihak dan mitra-mitra Lazismu.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Author]

