JAKARTA — Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) melalui SUMU Catalyst kembali menyelenggarakan Webinar Series bertajuk “Bangun Bisnis Logam Mulia Bersama SilverMu & EmasMu: Dari Dealer hingga Brand Sendiri.”
Kegiatan ini menghadirkan Achmad Zani, Direktur Utama PT Putra Surya Yogyakarta, sebagai narasumber utama. Acara tersebut diikuti oleh pelaku UMKM, pengusaha, komunitas bisnis, serta masyarakat umum dari berbagai daerah.
Webinar ini bertujuan memperluas wawasan peserta mengenai peluang bisnis logam mulia yang kini tidak lagi terbatas pada investasi, tetapi telah berkembang menjadi industri yang menawarkan berbagai model usaha—mulai dari kemitraan dealer hingga pembangunan merek (brand) sendiri.
Dalam pemaparannya, Achmad Zani memperkenalkan ekosistem bisnis EmasMu dan SilverMu yang mengintegrasikan perdagangan, branding, manufaktur, maklon, hingga pengembangan jaringan dealer dalam satu platform. Melalui ekosistem tersebut, masyarakat diberikan akses untuk memasuki industri logam mulia tanpa harus membangun fasilitas produksi secara mandiri.
”Indonesia memiliki pasar logam mulia yang sangat besar. Tantangannya bukan lagi pada potensi pasar, melainkan bagaimana membuka akses agar lebih banyak pelaku usaha dapat ikut mengambil peluang tersebut. EmasMu dan SilverMu hadir sebagai ekosistem yang menjembatani kebutuhan itu, sehingga masyarakat dapat membangun bisnis dengan lebih mudah, efisien, dan berkelanjutan,” ujar Achmad Zani pada Jumat (3/7).
Selama webinar, peserta memperoleh pembahasan komprehensif mengenai lima peluang utama dalam industri logam mulia, yaitu:
- Menjadi Dealer Resmi EmasMu & SilverMu.
- Memanfaatkan program bundling dealer.
- Menerapkan strategi rebranding produk cukim emas dan perak agar memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.
- Memanfaatkan layanan maklon produk logam mulia.
- Membangun perusahaan logam mulia secara terintegrasi—mulai dari penyusunan konsep bisnis, pengembangan merek, penyediaan fasilitas produksi, pelatihan SDM, pengurusan perizinan, hingga strategi pemasaran.
Achmad Zani juga menekankan bahwa model bisnis yang dikembangkan EmasMu dan SilverMu dirancang agar lebih inklusif dan dapat diakses oleh wirausaha dengan berbagai skala usaha.
”Kami ingin membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat untuk masuk ke industri logam mulia. Tidak semua orang harus membangun pabrik atau memiliki modal yang sangat besar. Masyarakat dapat memulai sebagai dealer, mengembangkan brand sendiri melalui layanan maklon, hingga membangun perusahaan logam mulia secara bertahap dengan pendampingan yang terintegrasi,” tambahnya.
Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi selama sesi diskusi. Berbagai pertanyaan diajukan mengenai mekanisme menjadi dealer, peluang membangun merek sendiri, proses sertifikasi produk, hingga strategi pemasaran logam mulia di era digital.
Melalui penyelenggaraan webinar ini, SUMU Catalyst kembali menegaskan komitmennya sebagai ruang kolaborasi dan pengembangan kapasitas entrepreneur Indonesia. Program ini diharapkan mampu mempertemukan pelaku usaha dengan praktisi industri, sekaligus membuka akses terhadap model-model bisnis baru yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan.
Dengan menghadirkan pelaku industri secara langsung, SUMU Catalyst berharap semakin banyak wirausaha yang mampu memanfaatkan peluang di sektor logam mulia serta membangun bisnis yang memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional.
[Media dan Publikasi Serikat Usaha Muhammadiyah/Soleh]

