Berita

​Barry Adhitya Resmi Dilantik Jadi Direktur Utama Lazismu Pusat

4 Mins read

JAKARTA – Penempatan seseorang dalam tugas tertentu di suatu lembaga adalah bagian dari tour of duty. Realitas ini menjadi hal yang biasa di persyarikatan Muhammadiyah, yang kini menetapkan Barry Adhitya sebagai Direktur Utama Lazismu Pusat.

​Penunjukan tersebut, kata Sekretaris Badan Pengurus Lazismu Pusat Gunawan Hidayat dalam siaran persnya, merupakan bentuk penyegaran struktur kelembagaan (tour of duty) di tingkat direksi. Lazismu secara resmi juga mengenalkan logo milad Lazismu di hari jadinya yang ke-24 tahun.

​Barry mengatakan berkomitmen meneruskan rencana pengembangan Lazismu secara kelembagaan dalam aspek penghimpunan, pendistribusian, pendayagunaan, serta pelaporan kerja yang telah diagendakan dalam rencana strategis (renstra) untuk mewujudkan transformasi digital.

​“Dalam kesempatan ini, upaya mengoptimalkan peluang jejaring Lazismu se-Indonesia dilakukan untuk meningkatkan tata kelola layanan dan memaksimalkan pertumbuhan berdasarkan pendekatan atau metode pengetahuan yang didasarkan pada fakta, observasi lapangan, dan pengalaman langsung sehingga ada pembelajaran yang bermakna di tengah perubahan teknologi informasi yang begitu cepat,” kata Barry yang menyelesaikan studi sarjananya di Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang.

​Saat ini, kata Barry, kita dihadapkan pada kondisi ekonomi yang sulit. Lazismu merasakan betul situasi tersebut untuk bisa menjawab persoalan yang dibutuhkan masyarakat. Dari kondisi tersebut, setidaknya ada empat pilar yang perlu disiapkan.

Pertama, pilar kepatuhan syariah. Lazismu harus menyajikan laporan berjenjang kepada donatur, mitra, Kemenag, Baznas, dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk memastikan apa yang dikerjakan Lazismu dan amanah yang dititipkan bisa dilaksanakan sesuai kepatuhan syariah sebagai rambu-rambunya.

Kedua, pilar program. Dalam hal ini tentu saja program yang berdampak dan berkelanjutan selaras dengan catatan renstra Lazismu dalam rakernas. “Bagaimana itu bisa diwujudkan dalam program berbasis kebutuhan data yang ada di pemerintah dan swasta menjadi bahan pendistribusian dan pendayagunaan,” ujarnya.

Baca...  Rakernas Lazismu Resmi Ditutup, Target Penghimpunan ZISKA Sebesar 610 Miliar

​Barry membayangkan bagaimana dalam sistem tata kelola Lazismu, terutama kantor layanan masjid, bisa mendata asnaf. Ini perlu duduk bersama untuk mendesain tata kelolanya agar kantor layanan masjid tidak hanya menghimpun, tetapi juga bisa menyalurkan untuk menjawab kebutuhan penerima manfaat.

Ketiga, pilar integrasi teknologi. Lazismu tidak sekadar menerima donasi, tetapi juga dengan teknologi informasi tata kelolanya mampu menjawab kesulitan masyarakat. Masyarakat bisa menggunakannya dengan mudah, seperti kemudahan menggunakan media sosial dalam suatu algoritma di lini masa.

Keempat, pilar kompetensi dan integritas. Semua amil harus berintegritas dan memiliki kompetensi. “Sekarang amil dalam regulasi untuk tugas dan tanggung jawabnya perlu dikuatkan dengan pengujian standar kompetensi. Terkait ini juga bahwa integritas dan kompetensi perlu dilengkapi dengan kerendahan hati dan sikap untuk peka serta peduli secara lebih dalam,” ujarnya.

​”Sekali lagi, atas amanah ini, mohon dukungannya dari semua pihak dan mitra-mitra Lazismu. Ini tugas berat bagi kami. Terakhir tadi sudah ditayangkan logo milad Lazismu ke-24, sebuah usia sosial Lazismu untuk bangkit membangun kemandirian,” lanjut Barry.

​Dalam kiprahnya di lembaga amil zakat Muhammadiyah, Barry sebelumnya merupakan anggota Badan Pengurus Lazismu Pusat sejak 2015. Selain itu, ia juga telah matang di isu-isu kemanusiaan, kesehatan, dan kebencanaan di lembaga sosial-kemanusiaan, baik di tingkat nasional maupun internasional.

​Sosoknya telah berpengalaman dalam aktivitas program pemberdayaan masyarakat dan manajemen program. Barry Adhitya diharapkan dapat membawa visi baru yang mendekatkan Lazismu dengan masyarakat dan mitra kolaborasi, terutama dalam mendorong aspek peningkatan kualitas program yang berdampak.

​Dalam kesempatan itu, Ibnu Tsani mengucapkan terima kasih kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Lazismu seluruh Indonesia yang sejak 2024–2026 dipercaya memimpin Lazismu untuk memperkuat tata kelola kelembagaan. Termasuk capaian yang diraih bersama atas andil Lazismu wilayah dan mitra melalui berbagai penghargaan yang diperoleh selama ini.

Baca...  KKN ITBADLA 2025: Wujudkan Desa Tangguh Melalui Ekonomi Digital Dan Kedaulatan Pangan

​“Tiga tahun merupakan waktu yang tidak sebentar bagi saya untuk berinteraksi dan berkolaborasi dengan semua pihak yang mendukung program-program Lazismu selama ini,” kata kader Muhammadiyah yang juga lama berkecimpung di Majelis Pelayanan dan Kesejahteraan Sosial Pimpinan Pusat Muhammadiyah tersebut.

​Secara resmi, serah terima jabatan dari Direktur Utama periode 2024–2026 Ibnu Tsani kepada Direktur Utama Lazismu Pusat yang baru periode 2026–2027 Barry Adhitya, ditandai dengan proses penandatanganan yang disaksikan langsung oleh Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Hilman Latief dan Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat Ahmad Imam Mujadid Rais, Hajriyanto Y. Thohari, serta Nizam Burhanuddin di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta, pada Jumat (3/7/2026).

​Bersamaan dengan itu, logo milad Lazismu ke-24 diluncurkan dan disaksikan secara luring oleh seluruh pimpinan majelis, lembaga, dan ortom Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Lazismu se-Indonesia, serta para tamu undangan mitra Lazismu.

​Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah

​Dalam amanahnya, Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Hilman Latief, mengatakan bahwa pemilihan direktur utama didasarkan pada pedoman Lazismu yang baru ditetapkan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

​“Perubahan ini langkah progresif, oleh karena itu terima kasih kepada semua jajaran Lazismu di Indonesia selama ini. Kita menyadari bahwa apa yang diperoleh dalam dana ZISKA untuk mengeluarkannya tidak mudah, apalagi membelanjakannya,” jelasnya.

​“Maka manajemen risiko dalam renstra Lazismu yang baru menjadi penting mengingat persiapan audit membutuhkan itu. Karena saya harus menjaga risiko uangnya, semakin besar Lazismu tentu sumber daya manusianya semakin banyak, ini suatu keniscayaan,” pungkasnya.

​Impiannya ke depan, Lazismu menjadi salah satu perwakilan lembaga di Muhammadiyah yang memiliki visibilitas dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah. Semua ekosistem tersedia, mulai dari transaksi, model, hingga auditnya. Audit syariah dan ketentuan PSAK-nya juga khusus karena berbeda dengan perbankan.

Baca...  Sasambo Youth Education NTB Sukses Gelar Sharing Session di Mataram

​Karena itu, sambung Hilman, ia betul-betul memberikan amanah kepada seluruh badan pengurus Lazismu dan direksi baru untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah bersama mitra. Hal ini tidak mudah dan butuh perjuangan dari aspek sosial ke bisnis, begitu pula sebaliknya. Maka dari itu, tata kelola dan kemitraan melalui produk program baru seperti perbankan dan produk teknologi baru harus direncanakan dengan matang.

​Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais, turut menyampaikan terima kasih kepada Ibnu Tsani yang selama tiga tahun atas dedikasi dan capaiannya yang berhasil diraih secara bersama-sama. Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada Barry Adhitya sebagai Direktur Utama Lazismu Pusat yang baru dalam mengemban amanah ini.

​“Tidak ada yang abadi di dunia ini, yang pasti Lazismu menyambut sebuah perubahan yang di dalamnya ada disrupsi. Perubahan itu harus dihadapi dengan lebih solid dan terintegrasi. Adanya perubahan pimpinan di eksekutif adalah bagian dari tour of duty, tidak ada hal baru, yang abadi adalah perubahan itu sendiri,” tandasnya.

​Mujadid Rais mengungkapkan bahwa masih ada pekerjaan berat karena Lazismu sedang dalam proses audit. Pertama adalah audit KAP (Kantor Akuntan Publik) dan kedua akan ada audit syariah. Beberapa wilayah sedang mengikuti audit keuangan oleh KAP, sehingga diharapkan tidak mengganggu proses audit yang sedang berjalan.

​Di hari jadinya yang ke-24 pada Sabtu, 4 Juli 2026 nanti, Lazismu mengusung tema “Integrasi Menguatkan Dampak” untuk merajut ekosistem ZISKA yang terintegrasi dan berdampak lebih luas bagi masyarakat.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

83 posts

About author
Media dan Publikasi Serikat Usaha Muhammadiyah.
Articles
Related posts
Berita

Dakwah Bijak di Era Digital: Syiar dan Etika Medsos | IIM Surakarta

3 Mins read
SUKOHARJO, 4 Juli 2026 – Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi Institut Islam Mamba’ul ‘Ulum (IIM) Surakarta sukses menyelenggarakan Guest Talk Lecturer Series…
Berita

Paijo Parikesit Desak KPK Periksa Raja Juli Antoni Terkait OTT Kuansing

1 Mins read
Jakarta — Aktivis Paijo Parikesit mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut tuntas kasus operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Bupati Kuantan Singingi…
Berita

Ketua Baznas Surakarta Jelaskan 3 Prinsip Aman Filantropi di IIM

1 Mins read
Fakultas Dakwah dan Komunikasi bersama Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam berkolaborasi mengadakan program Guest Lecture Talk dengan tema “Dari Donasi ke Aksi:…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *