Berita

Topeng Wayang Limbah Kertas Sukoharjo: Berdayakan Pemuda Disabilitas

2 Mins read

SUKOHARJO, 30 Mei 2026 – Di balik suksesnya transformasi limbah kertas menjadi mahakarya seni ekologis di Kabupaten Sukoharjo, terdapat peran krusial kaum perempuan yang berdiri tangguh sebagai motor penggerak utama. Pada pelaksanaan “Workshop & Pelatihan Intensif Produksi Topeng Wayang Limbah Kertas” hari Sabtu (30/5/2026), sinergi para perempuan hebat terbukti sukses menciptakan ruang aman (safe space) yang memberdayakan bagi seratus pemuda disabilitas.

​Kegiatan krusial yang bertempat di Sanggar Inklusi Permata Hati, Desa Jatisobo, Kecamatan Polokarto ini merupakan fase produksi dari program Yayasan Kiblat Abinaya Indonesia (YAKABI). Gerakan nyata yang memadukan kesetaraan gender, mitigasi iklim, dan inklusivitas ini didanai oleh Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, melalui mandat Forestry and Other Land Use Norway’s Contribution 4.

​Kesuksesan mencetak bubur kertas menjadi topeng wayang bernilai ekonomi pada hari ini tak lepas dari orkestrasi para tokoh perempuan di akar rumput. Ketua Sanggar Inklusi Permata Hati, Listri Sedyaningsih, menjadi garda terdepan yang memastikan ketersediaan infrastruktur ramah disabilitas dan atmosfer yang suportif.

​”Sebagai perempuan sekaligus seorang ibu, kami memahami bahwa kelompok rentan membutuhkan pendekatan yang berlandaskan empati dan kasih sayang. Menyediakan fasilitas sanggar yang nyaman adalah komitmen kami agar anak-anak disabilitas dapat berekspresi tanpa rasa takut. Hari ini, para ibu dan perempuan desa bersatu padu memastikan setiap anak merasa berharga saat tangan mereka menciptakan karya seni dari limbah yang sebelumnya tak bernilai,” ungkap Listri penuh haru.

​Pendekatan welas asih khas perempuan juga diimplementasikan dalam pendampingan teknis. Suyanti, selaku Pendamping Inklusi, menyoroti bagaimana proses pencetakan topeng wayang membutuhkan kesabaran tingkat tinggi, sebuah kualitas yang secara natural dihadirkan oleh para fasilitator perempuan.

Baca...  Fakultas Teknik Universitas Nurul Jadid dan Khailabs Telkom Indonesia Gelar Audisi Game Developer Bertema Kemerdekaan

​”Proses meremas bubur kertas (pulp) dan menekan adonan ke dalam cetakan wajah wayang adalah terapi motorik halus sekaligus terapi emosional. Kami para pendamping perempuan harus sangat jeli dan telaten mendampingi mood anak-anak. Ketelatenan ini terbayar lunas ketika melihat senyum bangga mereka saat cetakan wayangnya berhasil terbentuk sempurna,” jelas Suyanti.

​Geliat kepemimpinan perempuan muda juga bersinar melalui sosok Ganing Widarwati. Sebagai representasi Pemuda Desa Jatisobo, Ganing memimpin komando koordinasi operasional di lapangan. Ia memastikan mobilitas, kebutuhan logistik, hingga kenyamanan seratus peserta disabilitas terlayani dengan sangat taktis dan rapi, mematahkan stigma bahwa peran operasional lapangan hanya didominasi laki-laki.

​Ekosistem suportif yang dibangun oleh para srikandi ini mendapat apresiasi tertinggi dari maestro topeng wayang, Drs. Rus Hardjanto (Mbah Jantit). Sebagai narasumber ahli, ia merasa sangat terbantu dalam mentransfer ilmu kriya seninya.

​”Mentransfer ilmu mencetak topeng kepada anak-anak istimewa ini menjadi jauh lebih mudah karena adanya ekosistem yang dibangun oleh para ibu dan pemudi di sini. Pendampingan mereka yang penuh kesabaran membuat anak-anak lebih fokus menyerap instruksi saya. Hasil cetakan topeng karya kawan-kawan disabilitas hari ini sungguh presisi dan memiliki ‘jiwa’,” puji Mbah Jantit.

​Ketua Yayasan Kiblat Abinaya Indonesia (YAKABI), Fadhel Moubharok Ibni Faisal, menegaskan bahwa kepemimpinan perempuan adalah fondasi tak tergantikan dalam gerakan ekologi kerakyatan ini.

​”Mitigasi perubahan iklim dan pemberdayaan disabilitas tidak akan pernah tuntas tanpa campur tangan perempuan. Para perempuan penggerak inilah, mulai dari Ibu Listri, Ibu Suyanti, hingga Saudari Ganing yang menerjemahkan program besar BPDLH Kemenhut RI menjadi aksi nyata yang penuh cinta kasih di lapangan. Mereka membuktikan bahwa kepemimpinan perempuan adalah kunci sukses transisi menuju ekonomi hijau yang berkeadilan,” tegas Fadhel.

Baca...  Yuhronur Efendi Ajak IPHI Lamongan Wujudkan Lamongan yang Inklusi

​Karya topeng wayang limbah kertas hasil kolaborasi penuh cinta ini selanjutnya akan memasuki tahap pengeringan dan pewarnaan, sebelum akhirnya dipamerkan dan dipasarkan sebagai wujud nyata kemandirian ekonomi kelompok disabilitas Sukoharjo.

74 posts

About author
Direktur Lembaga Pers dan Penerbitan PC IPNU Kabupaten Sukoharjo, Pengurus PC GP Ansor Kabupaten Sukoharjo.
Articles
Related posts
Berita

Sekjen PP PERGUNU Resmi Buka PKGNU Bali 2026

1 Mins read
​Kegiatan Pelatihan Kader Guru Nahdlatul Ulama (PKGNU) oleh Pengurus Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PW PERGUNU) Provinsi Bali secara resmi dibuka oleh…
Berita

Milad ke-8 UMLA, Rektor Ajak Terus Berbenah dan Bertumbuh

1 Mins read
KULIAHALISLAM – Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) merayakan hari jadinya yang ke-8. Pembukaan (opening) rangkaian Milad ke-8 ini mengusung tema “Inovasi Berkelanjutan Menuju…
Berita

KBIHU Labbaik RSML menggelar Medical Check-Up Bagi Calon Jamaah Haji 2027

1 Mins read
KULIAHALISLAM  – Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Labbaik RS Muhammadiyah Lamongan menggelar kegiatan Medical Check-Up (MCU) bagi para calon jamaah…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×
KeislamanTafsir

Tafsir QS An Nur Ayat 31: Etika Menampakkan Perhiasan Wanita