Berita

Halaqah Alumni Nurul Jadid: Kiai Zuhri Tekankan Dakwah Ekonomi dan Budaya

2 Mins read

Probolinggo – Dakwah pesantren tidak dapat dibatasi hanya pada ruang ibadah dan kegiatan ritual semata. Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, KH. Moh. Zuhri Zaini, pesantren memiliki tanggung jawab dakwah yang menyentuh seluruh dimensi kehidupan umat.

​Pandangan tersebut disampaikan Kiai Zuhri saat mengisi Halaqah Alumni dalam rangkaian Haul Masyayikh dan peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-77 Pondok Pesantren Nurul Jadid di aula pesantren setempat, Sabtu (17/1/2026). Forum tersebut dihadiri alumni dari berbagai daerah dan mancanegara.

​Dalam paparannya, Kiai Zuhri menempatkan aspek ekonomi sebagai bagian penting dari perjuangan dakwah. Ia meneladankan kehidupan Nabi Muhammad SAW yang dikenal sebagai pedagang andal dan memanfaatkan kekayaan untuk kepentingan umat. Spirit yang sama, kata dia, juga diwariskan oleh pendiri Pesantren Nurul Jadid, KH. Zaini Mun’im.

​“Kiai Zaini Mun’im adalah seorang pebisnis tembakau. Beliau membudidayakan tembakau hingga mampu membangun masjid pertama di pesantren ini dari hasil penjualannya. Beliau mengajarkan ekonomi adalah sarana ibadah dan perjuangan,” ujarnya.

​Penguasaan ekonomi, lanjut Kiai Zuhri, menjadi modal penting agar dakwah dapat berjalan efektif. Ia mengutip sebuah adagium yang menegaskan keterkaitan antara kemandirian ekonomi dan ruang gerak perjuangan.

“Laisa ‘indal fulus fahuwa manfus,” kutipnya, yang dimaknai bahwa orang yang tidak memiliki uang akan sulit bergerak.

​Tidak hanya ekonomi, Kiai Zuhri juga menyinggung metode dakwah kultural yang dijalankan KH. Zaini Mun’im dalam merespons tradisi masyarakat. Salah satunya melalui transformasi budaya sesajen di sawah menjadi tradisi tumpengan yang disertai pembacaan Surat Yasin dan Tahlil.

​“Cara mengubah tradisi yang tidak sesuai syariat dilakukan dengan bijak, tidak dengan marah-marah apalagi memakai pentungan. Ini perlu kita tiru,” tegasnya.

Baca...  Wakili Indonesia, SMADIGA Hadir pada Konferensi Internasional di Korea

​Pada bidang pendidikan, Kiai Zuhri mengungkapkan bahwa Pesantren Nurul Jadid sejak awal telah mengembangkan model pendidikan terpadu. Pengajaran kitab kuning berjalan seiring dengan penguasaan ilmu umum, seperti matematika dan sosiologi, bahkan sebelum pendekatan tersebut banyak diadopsi dalam sistem pendidikan nasional.

​Dalam forum halaqah tersebut, Kiai Zuhri juga mengingatkan pentingnya kesinambungan gerakan alumni. Ia menilai halaqah tidak boleh berhenti pada pertemuan simbolik tanpa tindak lanjut yang jelas.

​“Saya harapkan ini betul-betul serius, tidak hanya seremonial. Jangan sampai hanya selesai di halaqah kemudian tinggal catatan saja dalam sejarah. Harus ada implementasi dan pertemuan lanjutan untuk membahas masalah teknis di lapangan,” pesannya.

​Lebih jauh, Kiai Zuhri mengajak para alumni memahami akar budaya pesantren yang menurutnya telah tumbuh sejak masa Nabi Muhammad SAW. Ia menjelaskan istilah “santri” dalam tradisi Madura kerap disebut “kancah”, sebagai terjemahan dari kata “sahabat”.

​Makna tersebut, menurutnya, menunjukkan hubungan egaliter dan penuh kedekatan antara kiai dan santri, sebagaimana relasi Nabi Muhammad SAW dengan para sahabat.

​“Sebagai alumni, tetaplah santri, bukan ‘alumni santri’. Kalau alumni pesantren boleh, tetapi jangan sampai menjadi mantan santri. Lebih baik menjadi mantan preman seperti Sunan Kalijaga yang berproses menjadi wali, daripada menjadi mantan santri,” pungkas Kiai Zuhri.

​Melalui halaqah alumni ini, Kiai Zuhri berharap para alumni Pesantren Nurul Jadid terus mengambil peran strategis di berbagai sektor kehidupan tanpa melepaskan identitas dan nilai-nilai kesantrian yang menjadi fondasi pengabdian mereka di tengah masyarakat.

Pewarta: Salman Akif Faylasuf

2553 posts

About author
Kuliah Al Islam - Mencerdaskan dan Mencerahkan
Articles
Related posts
Berita

Hilman Latief: Filantropi Syariah Harus Berdampak Nyata dan Produktif

1 Mins read
YOGYAKARTA – Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) menggelar Kick Off Program…
Berita

Pengamat: Tunda Pengangkatan PPPK SPPG, Prioritaskan Guru Honorer

1 Mins read
Bekasi, 18 Januari 2026 – Pengamat Kebijakan Publik, Afief Ardhila, menyoroti Pasal 17 Peraturan Presiden Nomor 115 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program…
Berita

Lazismu Luncurkan 5 Program Unggulan Ramadan 1447 H, Perkuat Peran Zakat untuk Bangsa

1 Mins read
JAKARTA – Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah secara resmi meluncurkan Kick Off Program Ramadan Lazismu 1447 Hijriah di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×
Berita

Pengamat: Tunda Pengangkatan PPPK SPPG, Prioritaskan Guru Honorer

Verified by MonsterInsights