KeislamanSejarah

Sejarah Sekularisme Di Dunia Barat Dan Islam

4 Mins read

Kuliahalislam.Sekularisme merupakan suatu aliran atau sistem doktrin dan praktik yang menolak segala bentuk yang diimbangi dan diagungkan oleh agama atau keyakinan atau pandangan bahwa masyarakat keagamaan harus terpisah sama sekali dari masalah kenegaraan atau urusan duniawi. Secara etimologis istilah sekuler berasal dari bahasa latin yaitu “Saeculum” yang bermakna ganda yaitu ruang dan waktu.

Istilah ruang menunjukkan pada pengertian dunia atau duniawi sedangkan waktu pada pengertian sekarang atau kini. Kata sekuler berkembang menjadi sebuah istilah yang diartikan sebagai bersifat duniawi atau kebendaan bukan bersifat keagamaan atau kerohanian. Bahkan bahasa Arab untuk sekuler adalah “Ilmaniyyah”, suatu kata yang berakar dari kata “ilm” yang artinya adalah ilmu pengetahuan atau sains.

Dari kata sekuler muncul istilah sekularisasi yang antara lain mengandung arti proses melepaskan diri dari ikatan keagamaan. Sekularisasi dapat juga diartikan sebagai pemisah antara urusan kenegaraan dan urusan keagamaan atau pemisahan antara urusan duniawi dan akhirat.

Selanjutnya dari kata sekuler juga muncul istilah sekularisme yang diperkenalkan pertama kali oleh filsuf George Jacob Holyoake pada tahun 1846. Menurutnya, sekularisme adalah suatu sistem etik yang didasarkan pada prinsip moral alamiah, terlepas dari agama wahyu atau supernaturalisme. Definisi lain dari sekularisme dikemukakan oleh A. Hornby ( ahli bahasa berkebangsaan Amerika) yang menyatakan sekularisme adalah suatu pandangan bahwa pengaruh lembaga keagamaan harus dikurangi sejauh mungkin dan bahwa moral dan pendidikan harus dipisahkan dari agama.

Akar historis dari konsep sekularisme tidak dapat dipisahkan dari sejarah Kristen di dunia Barat. Di Barat pada abad modern telah terjadi proses pemisahan antara hal-hal yang menyangkut masalah agama dan non agama yang diawali dengan ketidakserasian antara hasil penemuan sains atau ilmu pengetahuan satu pihak dan dogma Kristen di pihak lain.

Baca...  Pandangan Alqur’an Terhadap Anak Muda

Dalam perkembangannya kemudian, sekularisme mengalami dua periode yaitu periode sekularisme moderat dan periode sekularisme ekstrim. Periode pertama berlangsung pada abad ke-17 dan ke-18. Pada periode ini agama dipandang sebagai masalah individu atau tersendiri yang tidak berkaitan dengan masalah negara. Meskipun demikian, pada waktu itu Gereja Katolik Roma masih diurusi oleh negara, khususnya yang berhubungan dengan upeti dan pajak.

Para tokoh filsafat yang termasuk dalam periode ini antara lain John Locke (1632-1704), Thomas Hobbes (1588-1679), David Hume (1711-1776), dan Jean Jacques Rousseau (1712-1778). Yang melatarbelakangi munculnya gagasan pemisahan antara gereja dan negara pada periode ini meliputi antara lain pandangan bahwa agama hanyalah suatu perkembangan bukan tujuan akhir manusia Oleh karena itu kebenaran yang dibawanya bersifat nisbi dan berubah-ubah, membuat tantangan dengan tabiat alam serta hasil-hasil sains dan ilmu pengetahuan tidak selaras dengan ajaran gereja yang mapan.

Periode kedua yaitu sekularisme ekstrim, berkembang pada abad ke-19 dan memuncak dalam pemikiran materialisme Marxisme (ajaran Karl Marx,1818-1883). Pada periode ini agama benar-benar menjadi urusan pribadi tanpa campur tangan negara. Bahkan, negara memusuhi agama dan orang-orang yang beragama. Tokoh-tokoh lain termasuk dalam periode ini antara lain Ludwig Andreas Feurbach (1804-1872) dan Lenin (1870-1924).

Pandangan sikularisme dalam tahap ekstrem ini tersimpul dalam pandangan Lenin yang menyatakan bahwa agama adalah candu bagi masyarakat dan menghambat kemajuan berpikir. Negara harus netral dalam arti tidak memperhatikan urusan agama. Agama dianggap tidak bernilai bagi penduduk dan oleh karena itu agama seseorang tidak perlu ditanyakan.Kenetralan terhadap agama adalah pemisah yang sempurna antara negara dan agama.

Di dunia Islam, istilah sekuler pertama kali dipopulerkan oleh Zia Gokalp (1875-1924), sosiolog terkemuka dan politikus nasionalis Turki. Dalam rangka pemisahan antara kekuasaan spiritual khalifah dan kekuasaan duniawi Sultan Turki Usmani pada masa itu, dia mengemukakan perlunya pemisahan antara masalah ibadah serta keyakinan dan muamalah atau hubungan sosial manusia.

Baca...  Perbedaan Penafsiran QS. Al Maidah Ayat 44 Perspektif Syiah dan Khawarij

Menurutnya hukum yang terdapat dalam muamalah berasal dari adat yang kemudian mendapat legitimasi dari wahyu. Adat dapat berubah dan lenyap sehingga tidak mustahil hukum yang bersumber dari adat juga akan ditinggalkan. Adat bersifat dinamis dan dengan demikian syariat pun haruslah dinamis.

Karena itu menurut Gokalp, antara ibadah dan muamalah harus dipisahkan. Hukum ibadah menjadi urusan khalifah dan kaum ulama sedangkan hukum muamalah menjadi wewenang Sultan atau urusan negara. Pengertian sekularisme dalam pandangan ulama dan ilmuwan Islam sangat beragam.

Sayyid Quthub mendefinisikannya sebagai perkembangan struktur kehidupan tanpa dasar agama. Karena itu sekularisme bertentangan dengan Islam bahkan merupakan musuh Islam yang paling berbahaya. Pandangan lain tentang sekularisme dikemukakan oleh Syed Naquib al-Attas yang menunjuk pada suatu ideologi atau paham yang mendesak desakralisasi alam dan politik.

Dia menjelaskan bahwa Islam tidak sama dengan Kristen. Karena itu sekularisme yang terjadi pada masyarakat Kristen barat tidak sama dengan apa yang terjadi pada masyarakat muslim. Bahkan, Islam secara total menolak penerapan apapun mengenai konsep-konsep sekularisme karena semuanya itu bukanlah milik Islam dan berlawanan dengan Islam dalam segala hal.

Kalau ada anggapan masyarakat bahwa Islam tidak relevan dengan tuntutan zaman yang senantiasa berupa maka menurut Naquib al Attas, anggapan seperti ini dalam kenyataannya bukan karena Islam tidak relevan melainkan semata-mata karena kebodohan atau kejahiliahan. Anggapan seperti ini justru membawa mereka pada proses Deislamisasi yang selanjutnya menggiring mereka ke arah sekularisasi.

Pandangan lain terhadap sekularisme dikemukakan oleh Nurcholis Majid. Ia dengan jelas membedakan antara makna sekularisme dan sekularisasi. Pembedaan antara sekularisasi dan sekularisme dapat dianalogikan dengan pembedaan antara rasionalisasi dan rasionalisme. Ia menganjurkan setiap orang Islam bersikap rasional tetapi bersamaan dengan itu melarang orang Islam menjadi rasionalis sebab orasionalis artinya adalah mendukung rasionalisme sedangkan yang disebut terakhir ini bertentangan dengan Islam.

Baca...  Membangun Ukhuwah Islamiyah: Pesan Surah Ali 'Imran Ayat 103 untuk Umat

Rasionalisme mengingkari keberadaan Wahyu sebagai media untuk mengetahui kebenaran. Dengan kata lain, rasionalisasi mempunyai arti terbuka karena merupakan suatu proses sedangkan rasionalisme mempunyai arti tertutup karena merupakan suatu paham atau ideologi.

Menurutnya, sekularisasi adalah suatu proses penduniawian yang dalam pengertian ini meletakkan peranan utama pada ilmu pengetahuan. Karena itu, sekularisasi adalah pengakuan wewenang ilmu pengetahuan dan penerapannya dalam membina kehidupan duniawi dan ilmu pengetahuan itu sendiri terus berproses dan berkembang menuju kesempurnaannya.

Menurutnya, sekularisasi menjadi suatu keharusan bagi setiap umat beragama khususnya umat Islam. Artinya, umat Islam hendaknya memberikan perhatian yang wajar kepada aspek duniawi kehidupan ini. Meskipun demikian, sekularisasi bukanlah dimaksudkan sebagai penerapan sekularisme yang merupakan suatu ideologi yang bersifat tertutup melainkan justru dimaksudkan sebagai Islamisasi atau pentauhidan.

Sekularisasi sama sekali tidak diarahkan kepada pengubahan kaum muslimin menjadi sekularis melainkan lebih dimaksudkan untuk menduniawikan nilai-nilai yang sudah semestinya bersifat duniawi dan melepaskan umat Islam dari kecenderungan untuk mengukhrawikannya atau membebaskan umat Islam dari kehidupan yang bersifat tahayul dan magis. Sekularisasi dimaksudkan untuk lebih memantapkan tugas duniawi manusia sebagai khalifah Allah di bumi.

225 posts

About author
Redaktur Kuliah Al Islam
Articles
Related posts
ArtikelKeislamanTafsir

Tafsir al-Misbah Ayat Satu Q.S al-Qamar

6 Mins read
ٱقْتَرَبَتِ ٱلسَّاعَةُ وَٱنشَقَّ ٱلْقَمَرُ Arab-Latin: Iqtarabatis-sā’atu wansyaqqal-qamar.Artinya: Telah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan (Q.S Al Qamar ayat 1). Kata…
KeislamanTafsir

Tafsir Sya'rawi Q.S Al-Fatihah Ayat 2 Dan 3

13 Mins read
Kuliahalislam.com. ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ Arab-Latin: Al-ḥamdu lillāhi rabbil-‘ālamīn. Artinya: Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ Arab-Latin: Ar-raḥmānir-raḥīm. Artinya:…
KeislamanNgaji Ihya’ Ulumuddin

Gus Ulil Ngaji Ihya' Ulumuddin: Jika Ulama Memberikan Ilmu Hanya Karena Allah SWT

3 Mins read
Jika Imam Abul Hasan Al-Asy’ari—panutan teologi kaum Sunni—dianggap sebagai sumber kemunduran sains di dunia Islam karena ajarannya yang menentang teori kausalitas (nadzariyyah…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights