Berita

PDM Muhammadiyah Sumedang Dorong Transformasi 27 AUM Pendidikan

3 Mins read

Sumedang – Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sumedang kembali menggelar pembagian SK Tahunan bagi Guru dan Tenaga Kependidikan (Tendik) serta pembinaan kepala SMA/SMK/MA/SLB Muhammadiyah se-Kabupaten Sumedang, Sabtu (18/7/2026).

​Agenda yang berlangsung di Aula Kantor PDM Kabupaten Sumedang ini diisi dengan pembinaan, pembagian SK Tahunan tiap Tahun Ajaran baru 2026/2027, sosialisasi kerja sama pendidikan dengan BSI, serta sosialisasi Koperasi Mentari Bisnis Center (MBC) Sumedang.

​Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Sumedang, Dr. Enang Ahmadi, M.Pd., dalam arahannya mengingatkan bahwa kepala sekolah Muhammadiyah tidak cukup hanya menjalankan tugas administratif. Mereka juga harus mampu menghadirkan kepemimpinan yang berorientasi pada kemajuan dan keberlanjutan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) Pendidikan.

​Enang menyampaikan, dinamika kehidupan saat ini menuntut sekolah/madrasah Muhammadiyah mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan kedalaman nilai dan substansi keberagamaan. Menurutnya, tantangan dunia pendidikan kini tidak hanya berkaitan dengan regulasi dan persaingan, tetapi juga bagaimana membangun karakter serta menghadirkan kebijaksanaan dalam kepemimpinan sekolah.

​“Beragama dan bermuhammadiyah saat ini sering kali lebih banyak menjadi ekspresi di media sosial. Karena itu, penting melakukan refleksi bagaimana kedalaman substansi beragama dan bermuhammadiyah kita, khususnya sebagai kepala sekolah dan pemimpin AUM,” ucapnya.

​Dalam pembinaan tersebut, Enang mengajak para kepala sekolah/madrasah mengintegrasikan tiga paradigma berpikir Muhammadiyah, yakni bayani, burhani, dan irfani dalam praktik kepemimpinan di sekolah. Kepala sekolah/madrasah Muhammadiyah tidak cukup hanya memahami aturan secara tekstual, tetapi juga perlu menghadirkan kreativitas, inovasi, dan kebijaksanaan dalam mengambil keputusan.

​“Kalau hanya berpikir tekstual, semua hanya dilihat dari aturan dan SOP. Padahal pemimpin juga harus menggunakan nalar kreatif dan kebijaksanaan agar mampu menghadapi tantangan pendidikan dengan lebih arif,” pesannya.

Baca...  SUMU Gandeng Pemkab Kudus Perkuat Ekonomi Daerah Berbasis Teknologi

​Selain itu, Enang mengingatkan pentingnya soliditas internal sekolah/madrasah dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (SPMB) dan penyusunan program tahun ajaran 2026/2027. Sekolah/madrasah Muhammadiyah diharapkan tidak hanya fokus pada pencitraan, tetapi juga memperkuat kualitas program secara substansial dan berdampak nyata bagi perkembangan pendidikan.

​“Program sekolah jangan hanya mengganti nama kegiatan dari tahun sebelumnya. Harus ada evaluasi mendalam, mana yang kurang berdampak dan perlu diperbaiki agar benar-benar mendukung visi sekolah,” tegasnya.

​Lebih lanjut, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sumedang, KH Dadang Setiawan, S.Ag., M.Si., menambahkan harapannya selaku pimpinan PDM. Ia menegaskan bahwa seluruh AUM wajib melakukan hal-hal berikut:

  1. ​Melakukan transformasi tata kelola sekolah/madrasah dan penguatan kekhasan Muhammadiyah.
  2. ​Menerapkan GEMA PAGI (Gerakan Mengaji Al-Qur’an Pagi) sebelum materi pelajaran dimulai, dan GELIS (Gerakan Literasi Islami Sekolah) sebelum pulang sekolah.
  3. ​Mewujudkan Zero Waste demi lingkungan sekolah yang bersih dan indah.
  4. ​Menjalankan program Sekolah Ramah Lingkungan.
  5. ​Aktif bermasyarakat dengan lingkungan di sekitar sekolah.

​Selain daripada itu, Dadang juga menekankan pentingnya penguatan layanan Bimbingan Konseling (BK) di sekolah Muhammadiyah. Guru BK, kata Dadang, memiliki peran strategis dalam mendampingi perkembangan psikologis dan sosial peserta didik di tengah kompleksitas persoalan keluarga dan lingkungan saat ini.

​Ia menilai, selama ini peran BK di sejumlah sekolah masih sering dipersepsikan sebatas “polisi sekolah” atau penjaga ketertiban, padahal fungsi utamanya jauh lebih luas sebagai pendamping dan konselor murid.

​“BK tidak sekadar menjadi polisi sekolah atau penjaga pintu. Anak-anak hari ini membutuhkan perhatian, pendampingan, dan ruang untuk didengarkan,” imbuhnya.

​Dadang menjelaskan, perkembangan media sosial dan tuntutan branding sekolah memang penting, namun sekolah juga perlu memberi perhatian serius terhadap persoalan-persoalan murid yang kerap tidak terselesaikan dari lingkungan keluarga.

Baca...  Wujud Semangat Taawun, Hibahkan Kursi Gigi Klinik Muhammadiyah Lamongan Pada PCM Modo

​“Banyak peserta didik datang ke sekolah dalam kondisi kurang mendapatkan perhatian, sehingga membutuhkan pendekatan yang lebih humanis dari sekolah. Kalau sekolah mampu memberikan perhatian dan pendampingan yang baik, anak-anak tidak akan mencari perhatian di tempat lain. Sekolah jangan sampai hanya menjadi tempat penitipan,” pesannya.

​Melalui pembinaan tersebut, Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Sumedang berharap kepala sekolah/madrasah Muhammadiyah mampu memperkuat kualitas kepemimpinan, membangun budaya sekolah yang lebih humanis, serta menghadirkan pendidikan Muhammadiyah yang unggul secara akademik serta kuat dalam nilai dan karakter.

​Adapun 27 Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di lingkungan Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sumedang yang sudah diperbarui SK Yayasan Persyarikatan Muhammadiyah Tahun Ajaran 2026/2027 adalah sebagai berikut:

  1. ​MI Muhammadiyah Cikalong
  2. ​MI Muhammadiyah Kubang Alun
  3. ​MI Muhammadiyah Babakan Loa
  4. ​MI Muhammadiyah Kirisik
  5. ​MI Al-Hikmah Cibeusi
  6. ​MI Miftahul Falah Cikaramas
  7. ​MI Muhammadiyah Selebu
  8. ​MI Muhammadiyah Citanggulun
  9. ​MI Al-Mukmin Pondok
  10. ​MI Muhammadiyah Gunung Geulis
  11. ​MI Muhammadiyah Karang Layung
  12. ​MI Muhammadiyah Gunung Manik
  13. ​MI Muhammadiyah Gandasoli
  14. ​MI Nurul Huda Pasirangin
  15. ​SD Ahmad Dahlan Sumedang
  16. ​SLB Muhammadiyah Sumedang
  17. ​MTs Muhammadiyah Cikaramas
  18. ​MTs Muhammadiyah Kirisik
  19. ​MTs Muhammadiyah Sukadana
  20. ​MTs Muhammadiyah Babakan Loa
  21. ​MTs Muhammadiyah Tanjungsari
  22. ​SMP Muhammadiyah Tanjungsari
  23. ​SMP Muhammadiyah Jatinangor
  24. ​MA Muhammadiyah Cikaramas
  25. ​MA Muhammadiyah Tanjungsari
  26. ​SMK Muhammadiyah 1 Sumedang
  27. ​SMK Muhammadiyah 2 Sumedang
21 posts

About author
Dodi Partawijaya aktif sebagai seorang jurnalis. Selain aktif di dunia jurnalis, Dodi juga aktif di ormas kepemudaan Islam dan juga berbagai organisasi lainnya. Jaringannya yang luas, membuatnya mampu berkontribusi untuk memberika ide dan gagasan.
Articles
Related posts
BeritaSUMU

SUMU Gelar Open Trip Bisnis ke Yiwu Gandeng 52 Pengusaha

2 Mins read
​YIWU, TIONGKOK (14/8/2026) — Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) resmi menggelar Open Trip Bisnis Indonesia–Tiongkok dengan tujuan utama Kota Yiwu, Provinsi Zhejiang, Tiongkok….
Berita

Soroti Ucapan Presiden ke Siswi 10 Tahun, Pengamat: Harusnya Beri Keteladanan

1 Mins read
Jakarta, 17 Agustus 2026 — Pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia seharusnya menjadi momentum penting dan sakral bagi seluruh rakyat Indonesia. Dalam pidato…
BeritaSUMU

Serikat Imers Muhammadiyah Paparkan Strategi Digital di Kopdar SUMU

2 Mins read
BANDUNG — Perkembangan teknologi digital membuka peluang besar bagi pengusaha untuk memperluas pasar dan meningkatkan pertumbuhan bisnis. Namun, perubahan algoritma, platform, format…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *