KULIAHALISLAM.COM – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Pucuk sukses menyelenggarakan Konferensi Cabang (Koncab) Ke-XXIII untuk Masa Bakti 2025–2030. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini digelar di Aula SMP Negeri 1 Pucuk, Sabtu (3/1/2026).
Mengusung tema “Merajut Solidaritas Melalui Organisasi Profesi yang Berkualitas Wujudkan Guru yang Kreatif, Inovatif, dan Adaptif,” konferensi ini menjadi tonggak penting penguatan peran guru di wilayah Kecamatan Pucuk dalam menghadapi tantangan pendidikan masa depan.
Camat Pucuk, Nurul Misbah, S.H., M.M., dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi PGRI dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Ia menekankan bahwa pendidik tidak boleh berhenti berinovasi di tengah arus transformasi digital yang masif. Hadir pada acara ini Camat Pucuk, Ketua PGRI Kabupaten Lamonga, dan Seluruh Anggota PGRI Kecamatan Pucuk.
“Guru harus mampu menjadi sosok yang adaptif. Di era digital ini, kreativitas dalam mengajar adalah kunci agar pendidikan kita tetap relevan dan berkualitas,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua PGRI Kabupaten Lamongan, Drs. H. Adi Suwito, M.Pd., menegaskan bahwa Koncab bukan sekadar agenda rutin lima tahunan. Baginya, momen ini adalah ajang refleksi dan evaluasi strategis,
“PGRI berkomitmen meningkatkan kompetensi guru sekaligus memastikan langkah strategis dalam memperjuangkan kesejahteraan anggota. Kita harus siap melahirkan generasi unggul,” tegasnya.
Puncak acara ditandai dengan proses musyawarah yang penuh semangat kebersamaan. Hasilnya, Taslimin, S.Pd., M.Pd., yang sebelumnya memimpin pada periode 2020–2025, kembali dipercaya secara aklamasi untuk menjabat sebagai Ketua PGRI Kecamatan Pucuk Masa Bakti 2025–2030. Terpilihnya kembali beliau mencerminkan kepercayaan tinggi dari para anggota atas rekam jejak kepemimpinannya.
Di bawah nakhoda baru namun berpengalaman ini, PGRI Kecamatan Pucuk diharapkan semakin solid menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun SDM yang berdaya saing global. Konferensi ditutup dengan optimisme tinggi bahwa sinergi antara organisasi profesi, pemerintah, dan tenaga pendidik akan menjadi motor penggerak utama dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Penulis Teguh Setiawan Editor Lim

