Menggali Makna Tema Muktamar Muhammadiyah Memajukan Indonesia Mencerahkan Semesta
KULIAHALISLAM.COM – Setelah Nahdliyin merayakan pergantian ketua umum beberapa bulan lalu, kini Muhammadiyah yang merayakan pesta demokrasi diselenggarakan di Edutorium UMS, Solo Sabtu (19/11/22) bersamaan dengan Aisyiyah.
Saya sangat terkesan tema yang diusung oleh Muhammadiyah dengan mengangkat tema “memajukan Indonesia, mencerahkan semesta”.
Padahal Islam itu rahmatallil’alamin yang sudah diutarakan oleh ketua PP Aisyiyah yang mengatakan dalam pidatonya pembukaan Muktamar;
“Memajukan kemanusiaan adalah bentuk kewajiban kita sebagai umat Islam, dan Islam adalah agama yang penuh rahmat, rahmatalill’alaim, serta menjunjung rasa kedamaian dan cinta”.
Sudah lama sekali tak terdengar mengenal istilah Keindonesiaan ditelinga kita. Seperti dalam surat saba ayat 15 yang menerangkan pentingnya bersyukur:
لَقَدْ كَانَ لِسَبَاٍ فِيْ مَسْكَنِهِمْ اٰيَةٌ ۚجَنَّتٰنِ عَنْ يَّمِيْنٍ وَّشِمَالٍ ەۗ كُلُوْا مِنْ رِّزْقِ رَبِّكُمْ وَاشْكُرُوْا لَهٗ ۗبَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَّرَبٌّ غَفُوْرٌ
“Sungguh, bagi kaum Saba’ ada tanda (kebesaran Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri, (kepada mereka dikatakan), “Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik (nyaman) sedang (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun.”.
Dan selaras dengan Qur’an surat Al-Hujurat ayat:
Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.