Mengenang Perjalan Buya Syafii Maarif: Dari Kemanusiaan Menuju Keislaman
Saya teringat kata-kata Gus Dur pada setiap Quotesnya di plaform pamflet “kemanusiaan lebih penting daripada politik”.
Kemanusiaan juga menjadi penerapan segalanya atas konflik agama yang belum terpecahkan dari dulu sampai sekarang. Inilah mengapa pentingnya peran Buya untuk bagaimana memanusiakan manusia, mengamakan agama, membumikan Keindonesiaan, dan memposisikan arah gerak Islam yang sebenarnya.
Buya Syafi’i juga menekankan kita selaku umat Islam supaya bisa menerapkan komitmen humanisme (akhlak) yang sudah sangat menyimpang ajaran Islam.
Maka Islam sangat menekankan hal itu mengukir keberhasilam melalui kedamian pada umat Islam sendiri. Artinya kemanusiaan dibangun atas kesadaran penuh dengan cakrawala kemaapanan dan keberagaman untuk wadah keindonesiaan.
Masih banyak prinsip-prinsip yang terlalu banyak kita bicarakan mengenai Buya Syafii terhadap jasa dan perjuangannya. Islam yang digambarkan pendekatan humanisme, kemudian diterapkan pluralisme menuju Keislaman rahmattalil’alamin.