Esai

Makna Bekerja Perspektif Warga Bima

2 Mins read

KULIAHALISLAM.COM – Kerja adalah sesuatu hal yang mendasar dan penting bagi keberlangsungan hidup umat manusia di lingkungan sekitar maupun dunia. Sebab, ketika seseorang dalam bekerja atau melakukan pekerjaan akan mendapatkan upah, gaji, insentif dan penghasilan. Apakah gaji/penghasilan yang secara tetap berkelanjutan maupun yang secara tidak tetap/musiman.

Jika dilihat aktivitas umat manusia dalam kehidupan sehari-hari maka umat manusia bekerja, atau aktivitas pekerjaan adalah karena memiliki motif yang beragam, apakah muncul dari kesadaran individual untuk meningkatkan potensi minat dan pengetahuan, maupun bekerja untuk sekadar belajar, menambah pengalaman dan mendapatkan penghasilan untuk biayai kebutuhan hidup sehari-harinya.

Selain itu, seseorang dalam bekerja atau melakukan pekerjaan memiliki motiv yang beragam tersebut, apakah karena motivasi individual atau kelompok, internal pribadi atau eksternal lingkungan, maka akan memberikan konsekuensi yang berbeda pada manusia dalam aktivitas pekerjaan sehari-hari tersebut.

Karena itu, setiap aktivitas umat beragama dan warga masyarakat dalam kehidupan sehari-hari tersebut adalah akan mencipta suatu budaya dan kebudayaan yang membentuk pandangan hidup, gaya hidup dan jalan hidup warga masyarakat dalam menjalani aktivitas hidupnya sehari-hari. Apakah dalam konteks beribadah, bekerja, berkarya dan beraktivitas mengisi dinamika kehidupan masyarakat dan negara.

Maka, kita penting untuk mengenal kembali lebih mendalam tentang konsep-konsep dasar makna eksistensi bekerja perspektif bagi seluruh warga masyarakat Daerah Bima Raya.

Dalam bahasa Bima, dikenal kata (Rawi) yang kerja/bekerja, perilaku, perbuatan, dan aktivitas, amal sholeh kebajikan dan lain sebagainya. Sedangkan (Karawi) maknanya adalah bekerja, pekerjaan, berbuat, berkarya dan beraktivitas. Pun, ungkapan (tiwara di rawi) maknanya tidak ada kerja/bekerja, atau tidak ada kerjaan, dan orang-orang yang melakukan aktivitas rutinitas monoton tidak memberikan efek, cenderung mengarah aktivitas/perbuatan sia-sia belaka.

Baca...  Fenomena Umat Muslim yang Sering Menyepelekan Ibadah di Balik Kemudahan Rukhsah

Dan, ungkapan (edempa rawi) maknanya orang-orang yang melakukan aktivitas kerja/bekerja secara rutinitas monoton sehari-hari dilakukan secara berkelanjutan. Bisa bermakna positif dan negatif, bisa makna baik dan buruk bergantung kepada aktivitas kerja/pekerjaan yang dilakukan dalam lingkungan sekitarnya.

Selain itu, ungkapan (Rawi Ra ngina) maknanya adalah kerja, bekerja atau pekerjaan, dan perbuatan yang dilakukan oleh seseorang secara rutinitas, berkelanjutan sehingga membentuk mental, keterampilan dan juga kompetensi kemudian akhirnya menyatu dalam kepribadian/jiwaraga seseorang yang melakukan aktivitas tersebut.

Kemudian, ada ungkapan bagi umat manusia yang bekerja adalah, “Ada yang di kerjakan/pekerjaan maka akan ada yang di makan” (wara di karawi wara di kadami). Maknanya, Jika umat manusia mau menggunakan segala potensi tenaga, minat dan kemampuan dirinya untuk bekerja kreasi dan inovasi maka akan mendapatkan upah gaji dan penghasilan untuk membiayai kebutuhan hajat hidup sehari-hari.

Karawi suncu ponga, (bekerja sampai jatuh bangun anggota badan). Karawi sidi sambia ai, (bekerja tidak mengenal pagi sampai malam hari). Karawi sampe sepa sanggere, (bekerja membanting tulang sampai lelah tenaga), dan beragam macam ungkapan lain sebagainya. Yang menggambarkan tentang konsep makna pentingnya seseorang umat manusia dalam bekerja, melakukan pekerjaan, dan berkarya mengisi aktivitas kehidupan sehari-harinya.

83 posts

About author
Alumni Program Studi Ekonomi Syariah, Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Malang. Penulis adalah Redaktur Pelaksana Kuliah Al-Islam
Articles
Related posts
Esai

Gelar Pahlawan

3 Mins read
Syahdan, Sokrates “tamat” di kursi pesakitan usai menenggak racun cemara sebagai hukuman karena telah dituduh telah “meracuni” akal anak-anak muda Athena. “Racun”…
Esai

Ketegangan dalam Rumah: Ketika Masalah Finansial Menjadi Sumber Pertengkaran

2 Mins read
Ketegangan dalam rumah ketika masalah finansial menjadi sumber pertengkaran. Masalah demikian memang kerap menjadi salah satu alasan kandasnya sebuah ikatan pernikahan. Dirasa…
Esai

Benarkah Al-Qur’an Terdiri dari 6.666 Ayat?

3 Mins read
Ada satu pernyataan yang sudah begitu melekat di telinga masyarakat muslim Indonesia bahwa al-Qur’an terdiri dari 6666 ayat. Mayoritas orang menyebutnya dengan…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights