![]() |
Ghanim melantunkan ayat suci Al-Qur’an pada pembukaan piala dunia di Qatar. (cnnindonesia.com |
Yang lebih luar biasa dari anak ini bukan hanya semangatnya, namun kerja kerasnya dalam mengatasi kehidupan. Terbukti ia mendirikan perusahan Gharissa Ice Cream yang memiliki 6 cabang dari 60 karyawan (www.liputan6.com).
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا ۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكىكُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ .
Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.
Setiap seseorang dapat menilai kadar ketakwaan serta keimanan seseorang dan yang mengetahuinnya hanya Allah swt. Dan esensi penutupan ayat tersebut juga bahwa apa yang ditetapkan Allah swt menyangkut esensi kemuliaan adalah yang paling tepat. Bukan yang diperebutkan oleh banyak orang. Karena Allah maha mengetahui dan maha mengenal. Dengan demikian, hendaknya memperhatikan apa yang dipesankan oleh sang pencipta manusia yang maha mengetahui, maha mengenal mereka juga kemaslahatan mereka”.
Kalau kita pahami dengan baik tentang penjelasan prof Quraish Sihab, maka kita akan membuka pintu kebaikan kita sebagai umat islam yang taat yang seharusnya mengajarkan arti kemanusiaan, tidak kenal itu siapa, karena kita adalah milik Allah swt. Bila kita merasa Islam, mampu mentaati aturan Allah swt dengan baik dan benar. Sebaliknya, kalau kita belum merasa Islam, jangan harap kebaikan akan selalu menyertainnya.
Oleh sebab itu, letakkan Islam dalam hati kita masing-masing. Buangkan keburukan yang dihiasi kebaikan. Tak penting itu preman, atau siapalah. Tugas sebagai muslim adalah memanusiakan manusia. Jika kita tak bisa melakukannya, lebih baik diam dan mendoakan terbaik bagi mereka. Itulah mengapa kesan dan pesan kemanusiaan pada piala dunia Qatar merupakan wujud ungkapan bahwa agama tidak selalu buruk bagi mereka.
Agama hanya persoalan pribadi masing-masing. Cukup kita hormati, santuni, sayangi sebagaimana Nabi Muhammad saw mengasihi sesama umatnya. Apa kita tidak malu terhadap Nabi Muhammad saw yang tak mau umatnya masuk neraka?. Dan apakah kita tidak malu kepada Allah swt yang selalu memberi jalan terbaik buat kita?. Jawabannya adalah pada hati kita. Kalau kita percaya pada Allah swt adalah tuhan kita, maka laksanakan kewajiban untuk berbuat baik dengan cara memanusiakan manusia. Semoga Allah merahmati kita semua. Amin