Opini

Khawatir Berlebihan Sabar dan Tawakal Menjadi Kunci Menghindarkan Diri dari Rasa Takut

2 Mins read

Allah SWT sangat mencintai hamba-Nya yang bertawakal kepada-Nya, Yang Mahakuasa menawan, menampilkan takdirnya. Manusia kadang jemawa, merasa akan mampu melewati semuanya.

Hanya dengan hujan sejak semalam, misalnya, banjir menggenangi banyak titik, melumpuhkan berbagai aktivitas, bahkan dapat menyirnakan impian sebagian manusia.

Mengingat 3 tahun ke belakang wabah Covid-19 yang tengah tiba-tiba mengubah semua rencana. Kekhawatiran terjangkit virus tersebut membuat manusia memilih untuk membatasi aktivitasnya.

Ujian berupa musibah datang untuk mengingatkan bahwa limpahan nikmat-nya seolah tak terasa dan menyadarkan kita tentang dunia yang sementara. Membangunkan dari keterlenaan dan keterpurukan, mengikis kesombongan yang mungkin sudah lama melekat pada diri. Kita pun melakukan kembali pada jalan yang diridhai-Nya.

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya amal seorang hambalah yang mengantarkannya ke tempat terhormat di sisi Allah. Oleh karena itu, Allah masih akan menimpakannya ujian berupa hal-hal yang tidak disukainya, hingga ia bisa menempati kedudukan terhormat di sisi-Nya.” (HR Bukhari).

Ketika Allah SWT mendatangkan musibah, itu karena Allah begitu mencintai hamba-Nya. Dia sungguh ingin mengangkat derajat dan memantaskan seseorang untuk abadi di surga-Nya.

Rasulullah SAW bersabda, “Jika Allah menimpakan musibah berupa penyakit pada tubuh seorang hamba-Nya, maka Allah akan memerintahkan kepada malaikat-Nya, catatlah itu sebagai amal salehnya. Jika ia sembuh dari penyakitnya, Allah telah membasuh dan membersihkan tubuhnya. Sedangkan jika dengan sakitnya itu kemudian Allah mencabut nyawanya, berarti Allah telah mengampuni dosa-dosanya dan merahmatinya.” (HR Bukhari).

Meski kebanyakan manusia tengah resah, jadikanlah doa sebagai senjata, kekuatan terbaik manusia. Sabar dan ikhlas menjalani, memberikan jalan keluar terbaik, melahirkan pengalaman hidup yang membekas.

Seorang mukmin sadar bahwa kehidupan dunia ini penuh dengan ujian. Suka dan duka, nikmat dan musikah dipergilirkan. Dengan ujian-Nya, Allah Yang Maharahman dan Maharahim ingin menunjukkan kasih sayang-Nya. Rasulullah SAW bersabda, “Jika Allah menghendaki kebaikan bagi hamba-Nya, Allah mengujinya dengan musibah.” (HR Bukhari).

Baca...  Darurat Racun MBG: Sampai Kapan Nyawa Anak-Anak Dijadikan Bahan Eksperimen Proyek?

Ingatlah, tak ada kejadian apa pun tanpa seizin Allah dan sudah menjadi ketetapan-Nya yang wajib diimani. Mukmin sejati akan memandang setiap keadaan yang menimpanya sebagai kebaikan. Ia selalu berusaha mengambil hikmah dari setiap kejadian.

Bila mau belajar dari setiap peristiwa, hikmah menjadi ilmu kehidupan terbaik. Jangan jewa, mintalah selalu kebaikan kepada-Nya karena Dia Sang Mahakuasa. Manusia hanyalah debu tak bermakna, yang tertiup angin pun hilang tak membekas. Rasa syukur dan keimanan pada takdir-Nya memberikan kekuatan maka teruslah berikhtiar lalu berpasrahlah untuk hasilnya.

Sabar dan tawakal menghindarkan dari rasa takut dan khawatir yang berlebihan. Ketika berada pada posisi atau kondisi yang sama sekali di luar kekuasaan, sedangkan tujuh upaya telah kita lakukan maka tak ada jalan lain kecuali menerima kenyataan tersebut dan tetap berpegang teguh, yakin, dan berprasangka baik terhadap kehendak Allah SWT.

Allah SWT sangat mencintai hamba-Nya yang bertawakal kepada-Nya. Belum disebut beriman orang yang tidak bertawakal kepada Allah. Allah SWT berfirman, “Bertawakallah kepada Allah yang Mahahidup dan tidak akan mati.” (QS. al-Furqan:58). Wallahu a’lam.

22 posts

About author
Dodi Partawijaya aktif sebagai seorang jurnalis. Selain aktif di dunia jurnalis, Dodi juga aktif di ormas kepemudaan Islam dan juga berbagai organisasi lainnya. Jaringannya yang luas, membuatnya mampu berkontribusi untuk memberika ide dan gagasan.
Articles
Related posts
Opini

Negara Darurat Moral: Bencana Kedua di BNPB

3 Mins read
Indonesia adalah negeri yang secara geografis dikaruniai sekaligus dikutuk. Cincin api Pasifik menjadikannya laboratorium bencana yang nyaris tiada henti: gempa, tsunami, letusan…
Opini

MBG: Ambisi Gizi, Petaka Keracunan

3 Mins read
Program Makan Bergizi Gratis lahir dari rahim ambisi besar: mencerdaskan generasi bangsa melalui asupan nutrisi yang layak. Narasi yang dijual ke publik…
Opini

Pemimpin Zalim Pasti Celaka: Ancaman Dunia Akhirat dalam Islam

4 Mins read
Kepemimpinan dalam Islam merupakan sebuah amanah agung, bukan sekadar takhta atau sarana meraup kekuasaan demi kepentingan pribadi maupun golongan. Seorang pemimpin idealnya…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×
Keislaman

Perspektif Islam dalam Menyikapi Quarter Life Crisis