SejarahTokoh

KH Sholeh Darat Semarang Mengajarkan RA Kartini Al-Qur’an

3 Mins read

KH Muhammad Sholeh Darat Semarang merupakan ulama besar Jawa Tengah yang dikenal sebagai pelopor penerjemah Al-Qur’an ke dalam bahasa Jawa. KH Sholeh Darat adalah putra dari KH Umar, seorang ulama yang pernah bergabung dengan Pangeran Diponegoro dalam perlawanan melawan penjajah Hindia Belanda (Dewan Redaksi Ensiklopedia Islam, 2002).

​Setelah menamatkan pendidikannya di Semarang di bawah bimbingan sejumlah ulama, KH Sholeh Darat diajak ayahnya pergi ke Singapura. Beberapa tahun kemudian, beliau bermukim di Makkah untuk menuntut ilmu.

​Guru-gurunya di Makkah antara lain Syekh Muhammad al-Muqri, Syekh Sayyid Ahmad Zaini Dahlan, Syekh Ahmad Nahrawi, dan Syekh Yusuf al-Misri. Adapun rekan-rekannya sesama penuntut ilmu di kota tersebut antara lain KH Muhammad Nawawi Banten dan KH Kholil Bangkalan (Dewan Redaksi Ensiklopedia Islam, 2002).

​Setelah belajar selama beberapa tahun, KH Sholeh Darat mendapat pengakuan dari para gurunya untuk mengajar di Makkah. Salah seorang muridnya yang berasal dari Indonesia adalah KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU).

​Sekembalinya ke Semarang, KH Sholeh Darat membuka pesantren di daerah Darat, yang terletak di pesisir pantai Kota Semarang. Sejak itulah beliau akrab dengan sapaan “Kiai Sholeh Darat Semarang” (Dewan Redaksi Ensiklopedia Islam, 2002).

​Banyak murid beliau yang kelak menjadi ulama kenamaan, di antaranya KH Hasyim Asy’ari (pendiri NU), KH Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah), KH Mahfudz (pendiri Pesantren Termas, Pacitan), serta KH Idris (pendiri Pesantren Jamsaren, Solo). Salah seorang murid wanitanya adalah R.A. Kartini, pelopor kebangkitan kaum wanita Indonesia (Dewan Redaksi Ensiklopedia Islam, 2002).

​Karya Tulis KH Sholeh Darat Semarang

​Kontribusi KH Sholeh Darat Semarang dalam dunia pendidikan terbukti dari berbagai karya tulisnya, antara lain:

  • ​Kitab Majmu’at asy-Syari’ah al-Kafiyah lil-Awam (Kumpulan syariat yang diperuntukkan bagi orang awam)
  • ​Kitab Munjiyat (Buku tentang penyelamatan)
  • ​Kitab Faid ar-Rahman (Tafsir Al-Qur’an)
  • ​Kitab Asrar as-Salah (Buku tentang rahasia shalat)
  • ​Kitab Tarjamah Sabil al-‘Abid ‘ala Jauharah at-Tauhid (Terjemahan Mutiara Tauhid)
  • ​Kitab Hadis al-Mi’raj
  • ​Kitab Al-Hikam (Buku tentang rahasia tasawuf)
Baca...  Umar Khayyam Intelektual Muslim Berpengaruh dari Iran yang Terlupakan

​Sebagian besar kitab karyanya masih terus diterbitkan ulang oleh penerbit Toha Putra Semarang hingga kini. Buku-buku tersebut terus digunakan di lingkungan pesantren dan jemaah di berbagai pelosok Jawa Tengah (Dewan Redaksi Ensiklopedia Islam, 2002).

​Kitab Faid ar-Rahman merupakan kitab tafsir Al-Qur’an pertama di Nusantara yang ditulis dalam bahasa Jawa beraksara Arab (Pegon). Salah satu eksemplar buku tersebut dihadiahkan kepada R.A. Kartini ketika beliau menikah dengan R.M. Joyodiningrat, Bupati Rembang (Dewan Redaksi Ensiklopedia Islam, 2002).

​Hampir seluruh karya tulisnya disusun dalam bahasa Jawa berhuruf Pegon, dan hanya sebagian kecil yang ditulis dalam bahasa Arab. Hal ini sengaja dilakukan agar karyanya dapat dipahami dan dicerna oleh masyarakat luas. KH Sholeh Darat merupakan ulama pertama di Jawa Tengah yang mempelopori penulisan buku agama berbahasa Jawa, sehingga karya-karyanya sangat digemari oleh masyarakat awam (Dewan Redaksi Ensiklopedia Islam, 2002).

​KH Sholeh Darat Semarang Mengajarkan R.A. Kartini Al-Qur’an

​Usai mengikuti sebuah pengajian yang dipimpin oleh KH Sholeh Darat Semarang di Pendopo Kesultanan Demak, R.A. Kartini menyampaikan kepada beliau:

​”Saya merasa perlu menyampaikan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada Romo Kiai Sholeh Darat dan bersyukur yang sebesar-besarnya kepada Allah atas keberanian Romo Kiai menerjemahkan Surah Al-Fatihah ke dalam bahasa Jawa, sehingga mudah dipahami dan dihayati oleh masyarakat awam seperti saya.”

​R.A. Kartini kemudian melanjutkan:

​”Kiai lain tidak berani membuat seperti itu, sebab kata mereka Al-Qur’an tidak boleh diterjemahkan ke dalam bahasa lain. Selama ini Surah Al-Fatihah gelap bagi saya, saya tidak mengerti sedikit pun maknanya. Namun semenjak hari ini, menjadi terang benderang sampai kepada makna yang tersirat sekali pun, karena Romo Kiai menjelaskannya dalam bahasa Jawa yang saya pahami.”

Baca...  Memahami Karakter Dakwah Mohammad Natsir

​KH Sholeh Darat selalu menekankan kepada para muridnya agar giat menimba ilmu. Menurut beliau, intisari ajaran Al-Qur’an adalah dorongan kepada umat manusia untuk mempergunakan akalnya dalam memenuhi tuntunan hidup di dunia maupun di akhirat kelak (Dewan Redaksi Ensiklopedia Islam, 2002).

​KH Sholeh Darat juga dikenal sebagai pemikir di bidang ilmu kalam. Menurut Nurcholish Madjid (sebagaimana dikutip dalam Dewan Redaksi Ensiklopedia Islam, 2002), KH Sholeh Darat sangat kuat mendukung paham teologi Asy’ariyah dan Maturidiyah.

​Pembelaannya terhadap paham ini terlihat jelas dalam bukunya, Tarjamah Sabil al-‘Abid ‘ala Jauharah at-Tauhid. Menurut beliau, yang dimaksud oleh Nabi Muhammad SAW sebagai golongan yang selamat (ahlun najiyah) adalah mereka yang melaksanakan pokok-pokok kepercayaan Ahlus Sunnah wal Jama’ah, Asy’ariyah, dan Maturidiyah (Dewan Redaksi Ensiklopedia Islam, 2002).

​Selanjutnya, dalam teori ilmu kalam yang berkaitan dengan perbuatan manusia, KH Sholeh Darat menjelaskan bahwa paham Jabariyah dan Qadariyah mengenai perbuatan manusia adalah keliru. Paham yang benar adalah Ahlus Sunnah wal Jama’ah, yang berada di tengah-tengah antara Jabariyah dan Qadariyah (Dewan Redaksi Ensiklopedia Islam, 2002).

​Sebagai ulama yang berpikiran maju, KH Sholeh Darat senantiasa menekankan pentingnya ikhtiar dan kerja keras, yang kemudian disusul dengan berserah diri (tawakal) kepada Allah SWT Yang Maha Menentukan. KH Sholeh Darat sangat mencela orang yang tidak mau bekerja keras hanya karena menganggap nasibnya telah ditentukan oleh Allah. Beliau juga tidak sependapat dengan teori kebebasan manusia yang menempatkan manusia sebagai pencipta hakiki atas segala perbuatannya (Dewan Redaksi Ensiklopedia Islam, 2002).

​Daftar Pustaka

​Dewan Redaksi Ensiklopedia Islam. (2002). Ensiklopedia Islam (Jilid 2). Jakarta: PT Ichtiar Baru van Hoeve.

262 posts

About author
Redaktur Kuliah Al Islam
Articles
Related posts
OpiniSejarah

Empat Muqaddimah, Empat Cermin Zaman: Dari Krisis Peradaban hingga Krisis Epistemik

6 Mins read
Kita tahu ada sesuatu yang ganjil dalam tradisi keilmuan Islam klasik: sejumlah pembukaan kitab (yang semestinya hanya berfungsi sebagai pengantar) justru tumbuh…
OpiniSejarah

Tragedi Masalembo: Dari Tampomas II ke Virgo Transport 8

4 Mins read
Perairan Masalembo kembali menuntut korban. KM Virgo Transport 8 terbalik di Laut Jawa pada Minggu dini hari, 13 September 2026, membawa 243…
EsaiSejarah

Suara yang Dibungkam: Farag Fouda, Khilafah, dan Tragedi Kebebasan Berpikir

9 Mins read
Langit Kairo pada 8 Juni 1992 tidak berbeda dari hari-hari sebelumnya. Debu kota yang padat, kebisingan klakson yang tak pernah berhenti, dan…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *