BeritaMuhammadiyahSUMU

Filosofi Pengusaha Yiwu China & Gagasan Serikat Usaha Muhammadiyah

3 Mins read

​Oleh: Anwar Abbas

Ketua PP Muhammadiyah

​Kota ini berlokasi di bagian tengah Provinsi Zhejiang, Tiongkok Timur. Meskipun secara administratif kota ini hanya “setingkat kabupaten”, Yiwu secara global memiliki pengaruh ekonomi yang sangat besar karena dikenal sebagai pusat pasar grosir komoditas industri ringan terbesar di dunia. Di kota ini, terutama di kawasan seperti Exotic Street, atmosfer internasional sangat menonjol. Hal ini tampak dari banyaknya papan nama berbahasa Arab dan Korea, serta keberadaan restoran halal internasional dan kantor logistik berskala global.

​Hal itu tentu saja membuat para ahli sejarah dan pengamat pembangunan geleng-geleng kepala. Sebab, Kota Yiwu sebelumnya dikenal sebagai sebuah kawasan berbasis pertanian yang terisolasi karena dikelilingi oleh pegunungan dan tidak berbatasan dengan lautan.

​Tanahnya dikenal tidak subur sehingga banyak masyarakatnya yang hidup dalam kemiskinan dan keterkebelakangan. Sekadar gambaran singkat, sampai tahun 1980-an Yiwu belumlah apa-apa. Kota ini hanya merupakan deretan lapak jalanan darurat yang kumuh. Perubahan besar baru terjadi setelah Xie Gaohua ditunjuk sebagai Sekretaris Yiwu pada bulan April 1982.

​Salah satu hal yang dia lakukan yaitu mengizinkan rakyatnya untuk berdagang secara legal di Yiwu dengan membuka pasar komoditas kecil gratis pertama di Tiongkok. Hal itu bisa dilakukan Xie Gaohua karena sejalan dengan ide dan gagasan Reformasi Ekonomi China yang dijalankan oleh Deng Xiaoping. Xie Gaohua membuat sebuah strategi jitu, yaitu mengembangkan perdagangan untuk membangun kota.

​Artinya, untuk memajukan Yiwu sebagai kota, pemerintah dan masyarakat harus secara bersama-sama memajukan perdagangan. Hasilnya, kini kita lihat Yiwu telah bertransformasi total menjadi kota yang maju dan modern, serta memiliki kompleks pasar grosir terbesar di dunia dengan luas mencapai lebih dari 4–5 juta meter persegi dan lebih dari 75.000 kios yang menjual lebih dari 2,1 juta jenis komoditas kecil. Kota ini juga memiliki jaringan perdagangan global yang mengekspor barang ke lebih dari 200 negara dan wilayah.

Baca...  Revitalisasi Transendental dan Pergerakan Ekologi

​Karena kemajuan Yiwu cukup pesat, arus pendatang dan pertumbuhan jumlah penduduknya juga sangat cepat. Penduduk Kota Yiwu sekarang diperkirakan mencapai sekitar 1,9 juta jiwa. Di samping itu, sebagai kota yang maju dan modern, Yiwu memiliki banyak gedung tinggi.

​Di antaranya yang tertinggi yaitu Gedung Yiwu World Trade Center. Ketinggiannya sekitar 215 meter dan terdiri dari 62 lantai. Gedung ini merupakan kompleks serbaguna yang mencakup ruang komersial, apartemen, pusat perbelanjaan, serta hotel mewah.

​Selain itu, Kota Yiwu juga telah berkembang menjadi salah satu kota paling internasional di Tiongkok. Setiap tahun, ratusan ribu pedagang asing mengunjungi kota ini, dan puluhan ribu di antaranya telah menetap secara permanen.

​Kira-kira apa yang membuat Yiwu bisa berkembang cepat seperti itu? Salah satunya yaitu filosofi dan sikap dari masyarakatnya sendiri yang telah membawa para pengusaha Yiwu meraih kesuksesan. Sekurang-kurangnya ada empat hal yang berperan besar dalam membuat Yiwu menjadi maju dan modern.

​Pertama, filosofi dan semangat Ji Mao Huan Tang, yaitu semangat bulu ayam yang mereka tukar atau barter dengan permen. Dahulu, wilayah Yiwu dikenal sangat miskin karena tidak memiliki lahan pertanian yang subur.

​Akhirnya, mereka memutar otak dan membuat permen untuk dijual dan ditukarkan dengan bulu ayam. Bulu ayam itu mereka pilah-pilah lalu dibuat kemoceng atau kerajinan tangan untuk dijual kembali. Jika masih ada bulu ayam yang tersisa dan tidak terpakai, bulu tersebut dijadikan pupuk organik untuk memperbaiki kondisi tanah pertanian di Yiwu yang dikenal gersang.

​Jadi, kebiasaan berdagang dari pintu ke pintu yang dijalankan masyarakat Yiwu telah membentuk mereka menjadi pengusaha andal yang telaten dan tangguh, meskipun modal awal mereka sangat terbatas. Keadaan itulah yang tampaknya telah membentuk mentalitas para pedagang Yiwu, hingga akhirnya mereka mampu membangun dan mengembangkan pasar internasional Yiwu yang modern seperti sekarang ini.

Baca...  ​SUMU Batam Dorong UMKM Tertib Finansial Lewat Business Forum

​Kedua, orang Yiwu tidak selalu mengejar profit. Mereka memegang prinsip bahwa sebuah usaha akan tetap berarti dan bermakna selama masih bisa menghasilkan uang. Uang yang didapat tersebut kemudian diinvestasikan dan diputar kembali ke dalam dunia bisnis dan perdagangan.

​Ketiga, para pedagang Yiwu sangat peka terhadap dinamika pasar global dan cepat beradaptasi dengan perkembangan yang ada. Hal itu terjadi karena mereka didukung oleh ekosistem rantai pasok manufaktur yang lengkap, sehingga mereka bisa langsung memproduksi barang apa pun yang sedang viral dan dibutuhkan oleh masyarakat, termasuk masyarakat dari belahan bumi lain.

​Keempat, pengusaha Yiwu dikenal sangat realistis dan fokus pada potensi ekonomi yang ada di depannya. Mereka tampak sangat mendahulukan kepentingan konsumen daripada ego atau idealisme pribadi. Oleh karena itu, jika ada permintaan, mereka akan membuat dan memasoknya—misalnya permintaan pernak-pernik Natal maupun peralatan ibadah umat Islam, terutama untuk keperluan ibadah haji dan lainnya.

​Jadi, bagi orang Yiwu, memproduksi atribut religi dan simbol-simbol budaya global tidak menjadi masalah. Para pengusaha Yiwu melihat hal tersebut murni sebagai bentuk respons terhadap pemenuhan pesanan konsumen yang dikerjakan sesuai dengan standar profesionalitas tinggi.

​Ketika filosofi, sikap, dan cara pandang para pengusaha Yiwu ini saya tanyakan kepada Ghufron Mustaqim, Sekjen Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU), dia dengan tegas mengatakan, “Kita akan meniru filosofi, semangat, dan kerja keras para pengusaha Yiwu ini dengan kritisisme. Artinya, jika baik kita ambil, dan jika tidak baik kita tinggalkan. Sebab, yang kita cari dalam kehidupan ekonomi dan bisnis ini,” tegas Ghufron, “tidak hanya profit saja, tetapi juga berkah dari Allah SWT.”

133 posts

About author
Media dan Publikasi Serikat Usaha Muhammadiyah.
Articles
Related posts
BeritaMuhammadiyahSUMU

SUMU Jalin Kerja Sama dengan Kamar Dagang Jinhua Tiongkok

3 Mins read
​YIWU – Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) menjalin kerja sama dengan Kamar Dagang Internasional Kota Jinhua, Provinsi Zhejiang, Tiongkok, melalui penandatanganan Agreement of…
Berita

​Hari Santri 2026: Akademisi UM Bima Suarakan Jihad Melawan Narkoba

2 Mins read
BIMA — Momen Hari Santri Nasional 2026 yang mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas” dimaknai oleh Akademisi Universitas Muhammadiyah (UM)…
BeritaMuhammadiyahSUMU

SUMU Berkunjung ke Yiwu: Mengintip Pusat Grosir Terbesar di Dunia

1 Mins read
​Oleh: Anwar Abbas Ketua PP Muhammadiyah ​Sekitar 50 anggota Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) pada hari Rabu, 21 Oktober 2026, memulai kunjungan mereka…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *