Esai

Eksistensi Kehidupan Manusia Bermanfaat

4 Mins read

KULIAHALISLAM.COM – Manusia atau seluruh umat manusia yang hidup di dunia memiliki orientasi, pandangan, target dan tujuan hidup yang ingin di raih atau diwujudkan dalam hidupnya di masyarakat. Semua motif itu, adalah watak karakter alamiah dari seorang manusia yang ingin menggali, mengasah dan menampilkan minat potensi,  keunggulan diri dihadapan tetangga, warga masyarakat dan orang-orang sekitarnya. Manusia selalu sadar ketika mengawali aktivitas ditengah keluarga atau warga, meskipun sesekali berbuat khilaf lupa, salah keliru, dan kurang inisiatif, kreatif, serakah atau perbuatan tidak sadar yang mengarah kepada sesuatu keburukan dan kehancuran dirinya.

Manusia ketika dalam menjalani, melewati, dan menikmati setiap momen, lika-liku, onak duri, gejolak kesulitan dan dinamika hidup didunia punya batasan waktu masing-masing. Dalam kondisi keterbatasan itu, membuat manusia berfikir lebih luas lagi kreatif, mencipta sesuatu inovasi kreasi, dan mengeluarkan potensi luar biasa untuk meraih kondisi yang diharapkan. Meskipun manusia hidup sangat terbatas didunia, tetapi manusia kerapkali memiliki impian, imajinasi, dan harapan untuk terus hidup dalam masa yang lama lagi panjang, Ingin terus memburu privilese, prestise, tahta, harta dan lainnya, dengan impian ingin hidup seribu tahun lagi, ingin eksis seumur hidup di muka bumi ini, ingin menorehkan kreasi seni, mengukir sejarah prestasi gemilang, dan terus berkarya nyata untuk agama, dan bangsa.

Manusia adalah manusia yang unik, khas, istimewa dan dianugerahi minat potensi diri sesuai kemampuan dan keterampilan yang menjadi fokus, atau yang ditampilkan ditengah sesama manusia, warga dan masyarakat luas. Pun, manusia tidak terlepas dari kontak interaksi sosial dengan sesama manusia, sebagai makhluk sosial, bersama-sama, berkumpul dan berserikat dalam suatu komunitas organisasi dan perkumpulan nonformal alamiah, ditengah masyarakat. Dari kontak sosial itu, muncul sikap saling memuji, apresiasi kadang kritik koreksi, memberi saran, atau masukan dalam rangka untuk mendukung, merangkul, dan mengubah perilaku saat kontak terjadi, agar setiap interaksi manusia mendapat nasehat, nilai, falsafah atau pelajaran berharga. Baik kontak sosial yang berdasar pada sesuatu yang serius, atau bincang-bincang sekedar candaan. Percakapan obrolan tentang gagasan mengubah kondisi, atau sekedar bertukar pendapat yang biasa ditengah komunitas. Lebih-lebih, kontak sosial sebagai eksistensi pencapaian diri, dengan pamer harta, tahta, prestise, previlige, dan kebanggaan lainnya. Mengagung-agungkan kekuasaan, kekayaan, kemegahan, dan hirarki kekeluargaan. Kerapkali kali, tindakan diatas dapat diterima sebagai sesuatu yang wajar normal, ajang egoisme gengsi primordial, pun bisa juga dipandang sebagai tindakan busuk yang merusak tatanan interaksi antar sesama. Meskipun dipandang ada unsur nilai positif dan negatif, baik dan buruk masing-masing. Tetapi, dapat memicu kasus kriminalitas, singgungan, fitnahan, kecemburuan sosial dalam hidup bermasyarakat dan bernegara.

Baca...  Memahami Makna Ibadah Sholat

Selain itu, manusia juga secara alamiah hidup dalam masyarakat cenderung untuk mengikuti, melanjutkan dan mempertahankan jejak garis kesuksesan yang terjadi dalam jalur silsilah keturunan kekeluargaan. Baik melanjutkan jejak kesuksesan dibidang pemerintahan, pendidikan dan kesehatan, pun bisa juga dari aspek sosial, ekonomi, budaya dan lainnya. Maka, di bidang kekuasaan ditengah istilah politik keluarga (politik dinasti), istilah penguasa usaha naga (bisnis), istilah keluarga otak genius dibidang (pendidikan). Artinya, manusia-manusia dalam mempertahankan dan melanjutkan eksistensi hidup nya ditengah masyarakat cenderung mendahulukan kepentingan keluarga dekat, kroninya dan kelompoknya, lalu mempertimbangkan relasi atau jaringan orang-orang di luar kelompoknya. Dengan kata lain, manusia dalam kontak interaksi sosial ditengah warga masyarakat cenderung menilai, menghargai, dan lagi menghormati seseorang berdasarkan sesuatu yang materialistis, yang nampak nyata, bisa diberikan secara langsung, berdampak manfaat dihadapan warga masyarakat luas. Seperti, kekayaan seseorang dapat bisa dimintai bantuan sosial, kesehatan. Kekuasaan dapat diminta perlindungan usaha, jaringan, pemberdayaan hidup. Kecerdasan dapat dimintai keterangan, konsultasi dan solusi yang terjadi dalam realitas kehidupan.

Manfaat Manusia

Manusia dalam hidup memiliki orientasi, target dan tujuan yang dijalankan secara sadar alamiah, atau hidup mengalir sahaja di dunia. Ada yang harus bekerja keras bangun di pagi hari buta untuk menyiapkan dagangan di pasar tradisional terdekat, mengatur motor mobil dipinggir jalanan, ada yang membanting tulang, bergulat dengan lumpur, pupuk, di tengah sawah gunung dan semen buruh tani hanya untuk mengais serpihan rezeki, ada yang berjalan jauh mengelilingi kampung-kampung, naik turun gunung lewati lembah sungai hanya untuk mendapatkan kayu berkualitas, potensi kekayaan alam ditengah hutan belantara. Dalam ajaran agama, bahwa setiap pekerjaan yang dijalani oleh umat manusia sangat bernilai mulia dihadapan Allah SWT, apalagi dikerjakan atas dasar kesadaran inisiatif kreativitas sendiri untuk memperbaiki, melayani dan membantu seseorang sekitarnya.

Baca...  Fitrah Manusia dalam Perspektif Islam : Urgensi dan Makna Hikakat Fitrah

Manusia yang bekerja melakukan kebajikan sebesar biji jarah pun akan dinilai pahala, pun perbuatan buruk yang dilakukan akan diganjar siksaan. Setiap perbuatan gerak-gerik manusia selalu dalam pengawasan Tuhan, dan persepsi penilaian manusia, jika berbuat baik manfaat akan di apresiasi hargai, pun jika berbuat jahat buruk lagi busuk akan dikenaki sanksi sosial.

Manusia yang berbuat kebajikan, menebar kemanfaatan, dan berkarya nyata untuk kemuliaan umat manusia akan dinilai dibalas dengan kebajikan serupa dan setimpal.

Sumbangsih Manusia

Manusia dalam hidup beragama, masyarakat dan bernegara selalu mengenal ungkapan yang menggambarkan sumbangsih atau kontribusi yang bisa diberikan dalam aktivitas kehidupan. Berikanlah sesuatu kepada agama dan negara mu, tetapi jangan tanyakan kepada agama dan negara yang engkau terima. Maknanya, manusia pada hakikatnya hidup dalam keluarga, beragama, dan masyarakat adalah untuk memberi, menggali, menanam, merawat dan memakmurkan kondisi bumi sekitarnya sebagai bentuk sumbangsih kontribusi untuk kebajikan, kedamaian, kebahagiaan, keadilan dan kesejahteraan hidup umat manusia yang berkeadaban dan berkelanjutan kedepannya.

Manusia bisa belajar, berfikir, berkreasi atau mengetahui sesuatu yang diragukan, ingin diketahui, atau diraihnya. Manusia bisa menanam, merawat dan memanen sesuatu yang menjadi kesenangannya. Manusia bisa memberi, kreatif inovatif, atau solusi manfaat berkontribusi sesuatu yang dimiliki atau yang ingin di amalkan dalam aktivitas kehidupan.

Namun, manusia dalam hidup selalu ingin meraih sesuatu secara berlebihan, mencapai kekuasaan dengan brutalitas tiranik otoriter, ber-kuasa secara serampangan, mabuk dalam kekuasaan hingga mempertahankan sampai lama, mengumpulkan harta benda menumpuk setinggi gunung sebanyak-banyaknya, ingin menempelkan kuasa tahta jabatan didada,  ingin mengontrol gagasan, fikiran dan tindakan seseorang sampai tidak berkutik bersuara.

Akhirnya, semua manusia dalam hidup di dunia ini bisa saja punya orientasi, target, tujuan, obsesi ambisi dan mimpi’ yang mau Ingin diwujudkan apalagi di awetkan sejak menjalani aktivitas dalam kehidupan bermasyarakat. Obsesi ingin hidup sepanjang masa, seumur hidup, membangun reputasi kekuasaan, menulis sejarah prestasi gemilang, mengukir segudang prasasti dan simbolik di setiap sudut wilayah daerah. Namun itu semua, hanya akan tinggal kenangan, memudar dilupakan dan berhenti sebatas di muka bumi saja. Kehidupan yang sesungguhnya kekal abadi untuk ditempati oleh umat manusia adalah akhirat kelak, akan dimintai pertanggung jawab seluruh makna, gerak, aktivitas, dan tujuan sejak hidup di dunia. Hanya amalan ibadah, amal kebajikan yang di bawa sebagai bekal hidup di akhirat kelak, akan dinilai Allah SWT.

55 posts

About author
Alumni Program Studi Ekonomi Syariah, Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Malang. Penulis adalah Redaktur Pelaksana Kuliah Al-Islam
Articles
Related posts
Esai

Memaknai Hari Raya Idul Fitri Era Kontemporer

4 Mins read
KULIAHALISLAM.COM – Mari kita rayakan idul Fitri ini dengan rasa kasih sayang, belas kasih karena itu inti dari agama kita, berbelas kasih…
Esai

Hari Raya Idul Fitri; Tonggak Mengawali Kehidupan

3 Mins read
KULIAHALISLAM.COM – Makna hari raya Idul Fitri merupakan suatu kemenangan karena telah melakukan ibadah yaitu berpuasa. Kemenangan melawan hawa nafsu syahwat, setelah…
Esai

Walikota dan Wakil Walikota Bima Safari Ramadhan ke Masjid Agung Al-Muwahidin Kota Bima

4 Mins read
KULIAHALISLAM.COM KOTA BIMA – Pemerintah Daerah kota Bima melalui bapak Walikota dan Wakil Walikota Bima melakukan safari Ramadhan hari yang ke-15, bersama…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights
What can we do to improve this website?

0 / 400