Keislaman

Berdirinya Dan Runtuhnya Kesultanan Riau

2 Mins read

Kuliahalislam.Kesultanan Riau merupakan Kesultanan yang terletak di Kepulauan Riau. Kesultanan ini adalah pecahan sekaligus lanjut dari Kesultanan Johor-Riau (Kesultanan Johor) yang berpusat di Riau. Pada zaman pemerintahan Kesultanan Johor-Riau, para Sultan sering terlibat dalam percaturan perebutan hegemoni di Selat Malaka dengan Belanda (VOC), Portugis ( yang berpusat di Malaka), dan Aceh.

Aliansi dan perseteruan saling berganti terjadi. Setelah orang-orang Bugis masuk dan mendominasi pemerintahan di Kesultanan sebagai ” yang dipertuan muda ( yanmtuan muda)”, hubungan antara Kesultanan Johor-Riau dan pihak Belanda sering ditandai dengan peperangan.

Sebenarnya kedatangan Belanda pertama kali di Riau (Pulau Bayan) tahun 1758 tidak disambut baik oleh pihak Kesultanan. Mereka disembut dengan peperangan yang berlatut-larut sampai akhirnya Yamtuan Muda Raja Haji (1777-1784) gugur dalam pertempuran. Sebagai pihak yang kalah perang, kepala pemerintahan Kesultanan Johor-Riau yaitu Sultan Abdurrahman Muazzam Syah ( berkedudukan di Pulau Lingga) dan Yamtuan Muda Raja Ja’far ( berkedudukan di Riau), terpaksa mengadakan perjanjian damai dengan Belanda tanggal 10 November 1784.

Sejak itu, Kesultanan Johor-Riau mengikuti hegemoni Belanda atas wilayah kesultanannya dan hak monopoli perdagangan di Kepulauan Riau. Belanda kemudian menempatkan seorang residen yang membawa kedudukan di Tanjung Pinang.

Perjanjian antara Kesultanan Johor-Riau dan Belanda mendorong Inggris untuk memperkuat pengaruhnya di Singapura. Pemimpin Inggris yaitu Sir Thomas Stamford Raffles (1781-1826), melantik kakak Sultan Abdurrahman Muazzam Syah yaitu Tengku Long (Teuku Husain) pada tanggal 6 Februari 1818 sebagai Sultan di Kesultanan Johor-Singapura dengan gelar Sultan Husein Syah (1818-1835).

Inggris kemudian mengadakan perjanjian dengan Sultan Husein Syah yang memperkenankan Inggris mendirikan benteng dan gudang perdagangan di Singapura. Mulai saat itu Inggris menancapkan kekuasaannya di Singapura. Tindakan Stamford Raffles ini mengubah Kesultanan Johor yang sebelumnya meliputi Johor, Riau, Lingga, Singapura, Pahang dan pulau-pulau di sekitar Johor dan Riau menjadi terpecah-pecah.

Kesultanan Johor-Riau-Lingga menjadi Kesultanan Riau dan Belanda dalam pengaruh politik Belanda sedangkan Kesultanan Johor-Singapura menjadi Kesultanan Johor dan berada dalam pengaruh politik Inggris. Sementara Pahang membentuk Kesultanan sendiri. Dengan demikian tahun 1818 merupakan awal dari pemerintahan Sultan Abdurrahman Muazzam Syah di Kesultanan Riau.

Pertikaian antara Inggris dan Belanda berakhir dengan diadakannya perjanjian tanggal 17 Maret 1824 yaitu Traktat London. Perjanjian ini berkenaan dengan garis pemisahan wilayah kekuasaan masing-masing yang secara resmi memecah kesatuan politik Melayu dan
Berengaruh sampai sekarang. Kesultanan Riau hanya diperintah oleh 5 orang Sultan selama masa berkuasanya.

Sultan-sultan itu di yaitu (1). Sultan Abdul Rahman Muazzam Syah I (1818-1832), (2). Sultan Muhammad Syah I (1832-1841), (3). Sultan Mahmud Muzaffar Syah (1841-1857), (4). Sultan Sulaiman (1857-1885) dan terakhir (5). Sultan Abdul Rahman Muazzam Syah II (1885-1911).

Sementara itu Yamtuan Muda ( perdana menteri) dijabat oleh keturunan Bugis yaitu (1). Raja Ja’far (1818-1831), yang sebelumnya menjabat sebagai Yamtuan muda di Kesultanan Johor-Riau ketika belum berpisah, (2). Raja Abdul Rahman (1833-1844), setelah terjadi kevakuman antara tahun 1831-1833, (3). Raja Ali bin Raja Ja’far (1845-1857), (4). Raja Abdullah (1857-1858), dan (5). Raja Mohammad Yusuf (1858-1899)

Perjanjian Kesultanan Riau dengan Belanda yang mengakui kekuasaan Belanda ditegaskan lagi dengan kesepakatan baru yang ditandatangani pada tanggal 29 Oktober 1830. Namun hal ini tidak menutup timbulnya perlawanan rakyat terhadap Belanda. Kesultanan Riau berakhir dengan dimakzulkannya Sultan Abdurrahman Muazzam Syah II pada tahun 1911 oleh Belanda karena Kesultanan tidak mau menerima penjajahan Belanda.

Bersama beberapa orang pengikutnya, Sultan Abdurrahman Muazzam Syah II kemudian menetap di Singapura sampai akhir hayatnya pada tahun 1929. Kesultanan Riau sejak awal berdirinya sudah kehilangan kekuasaan politiknya. Tetapi Kesultanan mengembangkan unsur-unsur kebudayaan seperti sastra dan kesenian sebagai ekspresi kemampuannya sebagai unsur-unsur budaya itu mengalami kemajuan pesat.

Agama Islam yang telah berkembang di Riau sejak abad ke-15 yang menjadikan Riau sebagai pusat perkembangan kesusastraan Melayu Islam. Pujangga yang terkenal pada saat itu ialah Raja Ali Haji (1809-1870). Dia meninggalkan karya-karya besar budaya Melayu dalam bidang filsafat, akhlak, tasawuf, hukum, teologi, sejarah dan terutama sekali bahasa dan sastra. Pandangannya tentang ilmu kalam dengan kekuasaan (pedan) diutarakannya dalam Mukadimah bukunya yang berjudul Bustan al Katibin.

Menurutnya, ” Segala pekerjaan pedang itu boleh dibuat dengan kalam ataupun pekerjaan kalam itu tidak boleh dibuat dengan pedang, maka itulah ibarat yang terlalu nyatanya dan beberapa ribu dan laksana pedang yang terhunus sedangkan segores kalam menjadi tersarung”.

221 posts

About author
Redaktur Kuliah Al Islam
Articles
Related posts
Keislaman

Tuhan sebagai Sumber Pengetahuan Terpercaya: Perspektif Epistemologi Islam

4 Mins read
Sebagai makhluk theomorfis, manusia memiliki sesuatu yang agung di dalam dirinya, yaitu akal, kehendak bebas (free will), dan kemampuan berbicara. Akal membawa…
Keislaman

Di Balik Mukjizat Isra Mi'raj: Pesan Penghiburan Bagi Hati yang Luka

4 Mins read
Mari kita selami kisah agung Isra Mi’raj. Bukan sekadar perjalanan kilat, melainkan sebuah oase di tengah gurun kesedihan, sebuah pelukan Ilahi yang…
KeislamanNgaji Ihya’ Ulumuddin

Gus Ulil Ngaji Ihya’ Ulumuddin: Kritik Terhadap Keduniawian

3 Mins read
Sebagai manusia biasa, kita menyadari bahwa hidup memerlukan sarana duniawi atau kekayaan untuk memenuhi kebutuhan. Tulisan ini tidak bermaksud menyarankan kita untuk…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights