Artikel

Bagaimana Caranya Agar Bisa Menahan Ujian yang Berat?

2 Mins read
Sumber gambar pixabay.com

Bagaimana Caranya Agar Bisa Menahan Ujian yang Berat?

Oleh: Ustaz Wahyudi Abdurrahim

KULIAHALISLAM.COM – Tanya: Saya baru mengalami musibah sekitar 2 bulan lalu bayi saya meninggal dalam kandungan, saya tahu itu akan menjadi tabungan akhirat untuk saya, saya juga tahu itu takdir Allah dan mungkin Allah tahu yang terbaik untuk saya, saya tahu mungkin Allah lebih sayang dengan anak saya, saya juga tahu bahwa kita sebagai manusia hanya bisa menerima takdir yang Allah berikan dengan sabar dan ikhlas, namun sampai saat ini saya masih belum menerima kenapa saya ditakdirkan tidak sempat melihat memegang dan menggendong anak saya.

Padahal saya yang mengandungnya 9 bulan dengan penuh lemah dan letih, kehamilan saya juga cukup berat, saya juga yang paling tidak sabar untuk bertemu anak saya, tapi malah orang lain yang bisa menggendongnya. 

Saya berpikir mungkin ini hukuman atas dosa-dosa saya sewaktu hamil, tetapi kenapa hukumannya seberat ini padahal saya juga rajin berdoa dan beristighfar. Saya ingin sekali bisa bertemu dengan anak saya, tapi saya pun tidak tahu kapan saya bisa dipertemukan kembali dengan anak saya. 

Apakah ada sesuatu yang bisa menyejukkan hati saya untuk bisa sabar menunggu untuk bertemu anak saya? terima kasih. (Bunga Rachma Maulida – Jakarta Timur).

Jawab:

Wa’alaikum salam. Semua manusia di dunia, pasti mendapatkan ujian. Dengan ujian tersebut, akan terlihat siapakah hamba Allah yang paling bersabar dan seberapa kualitas iman seseorang. Terkait hal ini, Allah berfirman:

أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوْا أَنْ يَقُوْلُوْا آمَنَّا وَهُمْ لاَ يُفْتَنُوْنَ . وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ، فَلَيَعْلَمَنَّ الَّذِيْنَ صَدَقُوْا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِيْنَ .

Artinya: “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka akan dibiarkan mengatakan, “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah benar-benar mengetahui orang-orang yang jujur dan sesungguhnya Dia benar-benar mengetahui orang-orang yang dusta!.” (QS. Al ‘Ankabuut [29] ayat 2 – 3)

Baca...  Relevansi Pemikiran Fazlur Rahman: Membangun Jembatan Intelektual Pemikiran Muslim Eropa dan Tantangan Kontemporer

أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوْا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَثَلُ الَّذِيْنَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ ، مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَآءُ

وَالضَّرَّآءُ وَزُلْزِلُوْا حَتَّى يَقُوْلَ الرَّسُوْلُ وَالَّذِيْنَ آمَنُوْا مَعَهُ مَتَى نَصْرُ اللّهِ ؛ أَلاَ إِنَّ نَصْــرَ

اللّهِ قَرِيْبٌ .

Artinya: “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk sorga, padahal belum datang kepadamu (ujian) sebagaimana orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan), sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya, “Bilakah datang pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” (QS. Al- Baqarah [2] ayat 214)

Juga firman Allah:

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِنَ الأَمْوَالِ وَالأَنْفُسِ وَالثَّـمَرَاتِ ؛

وَبَشِّرِ الصَّابِرِيْنَ . الَّذِيْنَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيْبَةٌ قَالُوْا إِنَّا لِلّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ . أُوْلـئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ، وَأُوْلئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُوْنَ .

Artinya: “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Sesungguhnya kita adalah milik Allah dan sesung-guhnya kita adalah orang-orang yang kembali kepada-Nya. Mereka itulah yang menda-pat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-Baqarah [2] ayat 155 – 157)

Ketika kita sadar bahwa hidup adalah ujian, maka kita akan lebih tenang dan tenteram. Di balik musibah, selalu ada hikmah di dalamnya. Kadang kita ingin sesuatu, namun hal itu bukan hal terbaik bagi kita. Kadang kita tidak suka sesuatu, namun justru itu lebih baik untuk kita. Allah telah mengatur semua kebaikan untuk hambaNya. dalam al-Quran, Allah berfirman:

Baca...  Pemikiran Pembaharuan dan Teologi Islam Muhammad Abduh

وَعَسَىٰٓ أَن تَكْرَهُوا۟ شَيْـًٔا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰٓ أَن تُحِبُّوا۟ شَيْـًٔا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Artinya: Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui,” (QS Al-Baqarah: 216).

Maka sudah seharusnya kita berbaik sangka kepada Allah. Kita serahkan semua urusan kepada Allah. Kita yakin bahwa kehendak Allah, jauh lebih baik dari yang kita perkirakan.

Semoga Allah segera memberikan ganti yang lebih baik. Semoga Allah segera memberikan putra putri yang shalih-shalihah untuk anda dan keluarga. Amin.

Related posts
Artikel

Data Survei Bisa Terlihat Meyakinkan, tetapi Apakah Benar-Benar Mewakili Target Penelitian?

8 Mins read
Dalam penelitian pasar, skripsi, tesis, maupun pengambilan keputusan bisnis, data sering kali menjadi dasar untuk menentukan langkah berikutnya. Perusahaan menggunakannya untuk memahami…
Artikel

Proyek Terlihat Menguntungkan di Atas Kertas, tetapi Mengapa Banyak Investasi Tetap Tidak Mencapai Target?

7 Mins read
Dalam dunia bisnis dan investasi, keputusan untuk membangun usaha baru, mengembangkan properti, membuka fasilitas produksi, atau memperluas jaringan operasional sering kali dimulai…
Artikel

Standar Fiqih dan Kenyamanan Termal Seragam Batik Jamaah Haji serta Umroh di Iklim Ekstrem

9 Mins read
Hakikat Busana Ibadah dalam Perspektif Syariat Islam Menjalankan ibadah di tanah suci Makkah dan Madinah merupakan dambaan spiritual setiap insan muslim. Dalam…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *